Diberdayakan oleh Blogger.

Dari Novel Terbitlah Film

resensi film supernovaJusuf AN*)

Tayangnya film Supernova: Kesatria,Putri, & Bintang Jatuh, yang diangkat dari novel karya Dee dengan judul yang sama baru-baru ini, ternyata mendapat sambutan yang meriah dari penggemar film tanah air. Padahal novel tersebut sudah terbit untuk pertama kalinya sejak tahun 2001. Fenomena ini nyaris sama seperti ketika film Sang Penari yang diadaptasi dari novel Trilogi Ronggong Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari tayang pertama kali di bioskop.

Memang, mengadaptasi novel ke layar lebar kini sudah menjadi semacam trend bagi rumah produksi. Tidak jarang, para penontonnya lebih banyak dari jumlah novel atau buku yang terjual. Ini tentu mengejutkan dan menggembirakan, tetapi juga membuat kita bertanya-tanya. Apakah para penonton film yang diangkat dari novel sudah membaca novelnya terlebih dahulu? Bisa jadi, kegemaran masyarakat Indonesia menonton film yang diangkat dari sebuah novel bukan disebabkan karena mereka ingin melihat versi audio-visual dari apa yang sudah mereka baca, tetapi disebabkan karena mereka sama sekali belum membaca novelnya dan lebih tertarik untuk menonton filmnya. Menonton film jauh lebih disukai masyarakat kita ketimbang membaca; itu merupakan asumsi yang masuk akal meskipun terdengar pahit.

Bagi para novelis, diangkatnya karya mereka menjadi sebuah film tentu merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan. Sebab, selain buah amalnya akan semakin banyak tersiar novel yang dibeli rumah produksi film juga dapat menghasilkan pundi-pundi yang yang jumlahnya jauh lebih besar dari royalty yang diterima penulis dari penerbit.

Tetapi, memang ada beberapa novelis yang tidak rela dan menolak karya-karyanya difilmkan. Sebutlah Paulo Coelho. Konon novelnya yang fenomenal berjudul Alkemis sudah banyak yang berminat untuk mengangkatnya ke layar lebar, tetapi toh Coelho menolak. Coelho tidak ingin imajinasi pembaca menjadi sempit gara-gara novelnya ditafsirkan dalam bentuk film.

Nah, untuk novelis Indonesia, adakah yang berani menolak jika karya mereka diangkat menjadi film? Mungkin ada. Tetapi kebanyakan, novelis Indonesia berlomba karyanya dapat diadaptasi ke layar lebar. Seorang novelis yang karya-karyanya banyak diangkat menjadi film, yakni Asma Nadia mengakuinya secara terang-terangan. Dalam sebuah wawancara di sebuah surat kabar, Asma Nadia bahkan mengaku, ketika dirinya menulis, ia sudah membayangkan adegan-adegan jika nanti karyanya diangkat menjadi film. Jadi, ia memang menyengaja menulis novel yang siap diangkat menjadi film. Apakah hal tersebut merupakan suatu kekhilafan? Tergantung siapa yang dan dari sudut mana kita memandang.

Tidak salah mengidamkan karya kita diangkat ke layar lebar. Tetapi menulis novel jelas berbeda dengan menulis script. Menulis dengan maksud ditujukan agar karya tersebut dilirik rumah produksi sama halnya mengekang imajinasi penulis itu sendiri. Persoalan apakah sebuah novel menarik atau tidak bagi rumah produksi tentu ada banyak faktor yang melatarbelakangi. Bukan semata karena novel tersebut mudah dan cocok di angkat ke media audio-visual, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh tuntutan pasar.

Film memiliki hukum pasar tersendiri yang meskipun bisa dikaitkan dengan pasar perbukuan tetapi tidak bisa disamakan. Tidak semua novel bagus cocok untuk difilmkan. Tetapi secara umum hampir semua novel yang laris selalu dilirik rumah produksi.

Apa yang kemudian terjadi? Jika peminat film cenderung cepat meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah manusia dan film-film bagus (khususnya yang diangkat dari novel), peminat buku (baca: novel) mengalami penambahan yang lambat. Di sinilah semestinya film dan buku menjalin hubungan yang saling menguntungkan. Rumah produksi yang mengakat film dari novel perlu juga memperjuangkan untuk menjaring para pembaca baru, bukan sebaliknya, meninabobokan minat baca masyarakat kita.
____

Sinopsis Film Supernova

Sinopsis Film Supernova

Cerita Film Supernova - Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan Reuben mulai menulis roman yang diberi judul Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Paralel dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah cinta terlarang terjalin antara Ferre dan Rana. Hubungan cinta mereka merepresentasikan dinamika yang terjadi antara tokoh Kesatria dan Putri dalam fiksi Dimas dan Reuben. Tokoh ketiga, Bintang Jatuh, dihadirkan oleh seorang peragawati terkenal bernama Diva, yang memiliki profesi sampingan sebagai pelacur kelas atas. Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merajut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-Diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Reuben dalam satu dimensi kehidupan yang sama. (sumber)

Apakah anda sudah menonton film Supernova: Kesatria,Putri, & Bintang Jatuh? Jika sudah, silahkan beri tanggapan anda tentang film tersebut. Jika belum, tentu bukan karena anda menunggu film tersebut tayang secara gratis. Seperti saya, karena tidak ada bioskop di kota saya, maka untuk menonton film sekelas Supernova atau yang lainnya, kami mesti lari ke Jogja, Semarang, atau Purwokerto. Tidak ada salahnya nunggu versi DVD-nya beredar, tetapi tetap mengutamakan yang orisinal, kecuali jika memang tidak ada.  

Surat-surat Cinta Anak SD yang Polos dan Bikin Merinding

Anak-anak selalu ajaib. Kadang-kadang saya, juga mungkin anda, pernah dibuat jengkel mendengar mereka mengoceh ngawur, bertingkah mirip anak-anak kangguru, atau hal-hal kecil lain yang menjengkelkan. Tetapi saya, dan tentu juga anda, percaya, mereka adalah anak-anak. Dunia mereka adalah dunia anak-anak. Anak-anak yang belum sempurna memahami baik dan benar, etika dan sopan santun. Lalu kita menyesal karena sudah menjengkeli mereka. 
Kalau kemudian mereka melakukan tindakan-tindakan yang tidak kita sukai, bukan berarti mereka adalah orang jahat. Bukan. Demikian ditegaskan oleh teman saya, Abdul Qadir Al-Amin, seorang seniman yang juga guru di sebuah SD di Magelang.
Amin, pemilik Akun FB Yang Merindukan Tuhan menandai saya dan beberapa teman dalam status Facebooknya, suatu ketika. (sumber status)





[ Hanya ingin berbagi sama temen-temen Revolusiener Pendidikan.
Saya mencintai murid-murid saya. Saya ingin sekali memperlihatkan ini pada mereka yang hanya memandang bahwa murid-murid saya nakal dan tertinggal. Ah, Sudah pantaskah mereka menyandang gelar sebagai penjahat (nakal) dan tertinggal? ]

Hari ini, saya meminta murid-muridku untuk menulis surat kepada siapa saja, kepada orang yang disayangi. Saya sempat menyampaikan bahwa isi surat bebas, boleh cerita apa saja, atau sesuatu yang sangat rahasia, yang sebenarnya ingin disampaikan tapi tidak berani atau tidak tahu cara mengatakannya. Tuliskan saja di dalam surat!
Padahal aq dah bilang temanya ceria, lah, kok malah aq jadi sedih membacanya.....

Bagi saya, surat-surat yang ditulis siswa teman saya itu sungguh menakjubkan. Dan karenanya saya meminta ijin kepadanya untuk mengabadikan statusnya dalam blog ini. 

Berikut adalah surat-surat Cinta mereka


Surat 1
Kepada Nenek.
Nenek, aku mau cerita pada nenek, karena aku sayang nenek.
Nenek dimana? Nek, pulang ya...

Surat 2
Kepada Kakek.
Kek, aku pengen ketemu nenek, tapi nenek sudah meninggal.
Karena ia sangat senang sama aku.

Surat 3
Kepada Ayah dan Ibu
Ibu, aku rindu dengan engkau.
Ayah, aku ingin menjadi keluarga. Kenapa ibu tidak pulang? Apa aku membuat kesalahan? Maafin aku kalau membuat salah. Aku rindu denganmu. Maafin ayah kalau membuat salah.
1 Love U Ibu. Ibu tercinta, jangan marah kepadaku. Aku mohon, pulang!

Surat 4
Kepada Ibu
Ibu, kenapa ibu tidak memberikan baju kepada saya, malah memberikan baju kepada orang lain? Malah yang diberikan kepada orang lain malah yang bagus.
Kenapa anak yang pertama tidak diberikan baju yang bagus kalau yang kedua malah diberikan baju yang bagus, kenapa, Bu? Kenapa baju yang diberikan kepada anak pertama tidak bagus?
Terimakasih.

Surat 5
Kepada Keluarga
Aku membuat kesalahan, aku sudah memecahkan piring. Bu, aku minta maaf. Aku sudah mencurigakanmu. Maafkan aku membuat kesalahan.

Surat 6
# Kepada Ayah
Ayah, Bunga (Nama siswi=disamarkan) kangen sama Ayah
Bunga pengen ketemu sama Ayah. Ayah tolong pulang. Pulanglah, Yah. Maafin nenek karena ayah enggak boleh pulang ke rumah Bunga.
## Kepada Pak Amin
Pak, maafin Bunga, Bunga selalu bikin pak amin marah. Pak, Bunga sayang sama pak Amin

Surat 7
Kepada Ibu
Ibu, aku ingin bertemu Ibu
Aku pasti akan pulang. Aku minta mondok karena aku mencari ilmu.

Surat 8
# Kepada Ibu/Ayah.
Assalamualaikum.
Ibu, Ayah, maafin aku ya! Maafin aku yang sebesar-besarnya karena aku sudah bersalah kepadamu, Ayah, Ibu/berdosa kepadamu. Tolong maafin aku, ya. Tolong banget.
## Kepada MAWAR (Nama disamarkan)
Mawar, maafin Bunga (Nama siswi= disamarkan)
Maafin dosa-dosa Bunga ya!
Maafin Bunga kalau Bunga berbuat salah kepadamu.
Kalau Bunga berbuat salah kepadamu, Mawar; Bunga akan menerima balasannya.

Surat 9
Kepada ..... (tidak disebutkan)
Saya ingin membahagiakan orang tua saya, tapi saya nggak bisa.
Saya berusaha untuk belajar, akhirnya saya bisa. Orang tua saya bahagia.

Surat 10
Kepada Ibunda tersayang
Maafin jika Surya (Nama disamarkan) nakal.
Sebenarnya Surya sayang sama Ibu. Surya sangat sayang dan berterimakasih karena sudah merawat dan menjaga dan mengurus Surya.
Terimakasih Ibu. Surya, sayang Ibu.
Surat 11
Kepada Ibu
Ibuku, maafkan aku karena aku sudah bersalah kepada ibu. Aku jadi takut sama Ibu. Maaf.
Surat 12
Kepada Ibu.
Ibu itu ibuku. Dan sebagai anak harus menghormati kepada orang tua.
Surat 13
Kepada MAWAR (Nama disamarkan)
Mbak Mawar sekarang ada dimana?
Bunga (nama siswa=disamarkan) pengen ketemu sama mbak Mawar, karena Bunga kangen sama mbak Mawar.
Aku ingin seperti kakak, karena kakaku jadi perawat di rumah sakit.

Surat 14
Kepada Pak Amin
Pak Amin, sebenarnya saya ingin mengucapkan kalau saya sudah mengacaukan rencana pak Amin. Saya minta maaf ya pak Amin. Saya menyebalkan karena saya sudah mengacaukan rencana pak Amin. Saya tidak akan mengulanginya lagi.
Surat 15
Kepada Mas Surya (Nama disamarkan) tercinta
Mas Surya, kapan mas Surya pulang dari China? Saya tidak sabar menanti kepulangan mas Surya dari China. Sebenarnya Bunga (Nama siswi disamarkan) pengen mengatakan sesuatu. Bunga pengen menerima kabar dari mas Surya tapi tidak berani menerimanya, Bunga pun tidak pernah melihat wajah mas Surya, makanya Bunga takut menerimanya karena Bunga tidak pernah keluar rumah.

Surat 16
Kepada Ibu
Ibu, itu temanku nakal sama aku.
Aku takut nanti aku dinakali lagi. Aku nggak mau sekolah lagi.

Surat 17
Kepada Teman (di Sekolah sebelumnya)
Mawar (Nama yang dituju=disamarkan), maafin aku karena sudah ninggalkan kamu. Apakah kamu sedih atau ceria karena kamu selalu nakali aku. Kelak kamu minta maaf, aku sudah maafin kamu kok. Jangan sedih ya...

Surat 18
Kepada semua orang
Saya tidak berani berbicara keras
Saya tidak berani berbohong
Saya tidak berani membantah orang
Saya akan membantu orang
Saya suka kepada orang

Surat 19
Kepada Kakak.
Saya kangen kepada Kakak.
Aku selalu menghawatirkan Kakak. Saya kangen sekali. Aku senang melihatmu, Kakak.

Surat 20
Kepada Pak Amin
Pak Amin, saya malu sama pak Amin karena aku suka meminjam spidol. Pak Amin jangan marah ya...

Surat 21
Kepada Pak Amin
Saya minta besok Esbeka-nya pakek cet air dan dikelompokkan menjadi lima kelompok dan gambarnya.

Surat 22
Kepada Ibu
Ibu, engkau Pangeranku dan engkau yang membesarkanku. Aku sayang padamu

Surat 23
Kepada Ibu
Ibu, engkau yang mangkanku , engkau yang melahirkanku, sungguh mulya. Hatiku, ibu, engkau yang mendewasakanku. Ibu, tawa dan senyum sungguh mulya. Hatiku selalu menghias bibirmu.

Surat 24
Kepada Ibu
Ibu, engkau yang menglahirkanku. Engkau yang membesarkanku. Senyum indah menghias bibirmu. Sungguh besar jiwamu.
Engkau berharga bagiku. Engkau bagai jiwaku. Aku sungguh sayang padamu. Engkau bagai bidadari di hidupku.

Surat 25
Kepada Orang Tua
Orang tua sangat baik karena juga banyak adik. Orang tua juga senang punya anak., dan orang tua sangat baik kepada anaknya. Dan orang tua baik kepada adik. Orang tua baik kepada temannya. Orang tua juga sangat baik kepada teman sekolah. Orang tua sangat baik karena udah tua. Dan sangat cantik. Aku juga sangat senang karena Allah saw (maksude SWT). Orang trua juga sangat baik kepada Allah saw (SWT).

-------------
Bagaimana? Apa yang anda rasakan setelah membaca surat-surat itu? Tolong, ceritakan kepada saya! 

Kehebatan dan Kemudahan Aplikasi Raport K13 Buatan Pak Mukhtar

Aplikasi Raport Kurikulum 2013 merupakan makhluk yang cukup asing bagi saya, terlebih bagi guru-guru yang selama ini jarang bersentuhan dengan komputer. Jika dulu, guru-guru mengolah nilai secara manual, kadang-kadang dibantu kalkulator, dan kadang pula sekadar di angan-angan, maka kini, khususnya di sekolah kami, guru-guru dituntun bisa menggunakan program aplikasi pengolah nilai dan raport.

Untungnya di sekolah kami ada salah seorang guru yang ahli dalam membuat aplikasi. Namanya, Mukhtaruddin, S.Ag. Ketika masih duduk di bangku MTs, beliau adalah guru saya, dan kini beliau tetaplah guru saya, hanya saja kami kini duduk dalam satu kantor yang sama. Jika banyak sekolah kebingungan dan mencari aplikasi raport ke sana kemari, untuk mencari aplikasi raport gratis dan ada yang membeli, maka maka sekolah kami tidak. Maksudnya, tidak sepenuhnya kebingungan. Penilaian otentik kurikulum 2013 memang cukup membuat kami bingung, terlebih lagi, (bayangkan) kami belum pernah mengikuti seminar atau diklat berkaitan dengan konsep, teori, dan praktek penialaian K13.

Akhirnya, mau tidak mau, pihak madrasah berinisiatif mengadakan pelatihan sendiri, dengan pembicara atau tutor dari guru kami sendiri. Tentu saja ini tidak sepenuhnya menghilangkan kebingungan kami. Diklat tersebut tidak untuk membahas tentang konsep penilaian K13, tetapi hanya berkutat pada bagaimana teknik pemanfaatan aplikasi penilaian dan raport yang sudah dibuat oleh Pak Mukhtaruddin. Itu saja sudah membuat banyak guru puyeng. Puyeng, mumet, pusing, itu wajar saja, dan justru menandakan bahwa kami punya pikiran ke sana. (Download juga: Download Software Analisis Soal)

Di internet memang sudah banyak beredar aplikasi raport K13 baik yang gratis maupun yang free, eh maksud saya yang berbayar. Tetapi masih agak sulit untuk menemukan aplikasi raport untuk MTs, dan MA. Alhamdulillah, saya dan rekan-rekan sudah menjajalnya.

Apakah anda ingin juga menjajal kehebatan dan kemudahan aplikasi raport Pak Mukhtar ini? Silakan.

Download Aplikasi Raport Madrasah Kurikulum 2013


Sebenarnya, bukan hanya madrasah (MI, MTs, MA) yang bisa menggunakan aplikasi ini. SD, SMP, SMA juga bisa. Itu bisa diatur. 

Ah, saya kira, postingan ini agak terlambat, karena semiggu lagi sudah penerimaan raport. Terlebih lagi, Kemdikbud mengajak agar sekolah yang baru 1 semester menjalankan K13, termasuk sekolah kami, harus stop dulu dan kembali ke KTSP. Tetapi tak apa. Jika anda tidak tertarik untuk mendownload aplikasi juga tak masalah. Saya ingin menulis maka saya menulis. Dan yang penting, software raport dan pengolah nilai ini bisa digunakan untuk KTSP juga, tidak hanya kurikulum 2013. (Lihat  juga: Download Buku Pelajaran Kurikum 2013 untuk MI, MTs, MA)

Berikut adalah Penampakan Aplikasi Raport buatan Pak Mukhtar
aplikasi raport kurikulum 2013

aplikasi raport K13

raport kurikulum 2013

Jika anda sudah download aplikasi raport tersebut, tentu anda tidak perlu gambar-gambar tersebut. Nah, di dalamnya, saya hanya memberikan contoh aplikasi raport yang sudah saya isi. Karena saya adalah wali kelas VIII MTs maka, saya tidak hanya mengisi kolom nilai pengetahuan, sementara untuk nilai sikap dan keterampilan saya biarkan kosong. 

software pembuat raport

sofware pengolah nilai

Seandainya, saya mengisi semua kolom nilai dalan software pengolah nilai ini, maka kolom nilai keterampilan dan sikap akan terisi secara otomatis. 

Apa saja kelebihan Aplikasi Raport buatan Pak Mukhtar

1. Bisa digunakan untuk Raport KTSP dan K13

2. Mudah dalam penggunaannya

3. Ada petunjuk untuk memudahkan penggunaannya

4. Dan masih banyak lagi.


Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Aplikasi raport buatan Pak Mukhtar juga memiliki kelemahan. Menurut saya, kelemahannya cuma satu, yaitu ketika di save, kadang-kadang gagal atau error, yang mengakibatkan microsoft exel restart. Jika menggunakan komputer (PC), atau laptop besar yang memiliki RAM tinggi, gagal save ini jarang terjadi. Cara mengatasi ini adalah dengan menyeting Microsoft Exel untuk save otomatis setiap 5 menit atau 3 menit sekali.

Berikut adalah beberapa penampakan aplikasi nilai K13 made in Mr. Mukhtaruddin.
aplikasi nilai otomatis


Ohya, aplikasi raport ini tidak lengkap tanpa adanya aplikasi nilai. Kelemahan dan kelebihan aplikasi nilai ini juga sama. Nah, dari aplikasi pengolah nilai inilah yang nantinya tinggal di copy paste di aplikasi raport. Satu kelas, satu file. Jadi, jika anda mengajar Fiqih kelas VIII A-VIIIH seperti saya, maka ada 8 file untuk nilai mapel fiqih kelas VIII. Nilai inilah yang kemudian kita serahkan kepada wali kelas untuk dimasukkan dalam aplikasi raport. Tetapi, akan sangat repot jika setiap Wali kelas VIII kita beri filenya satu-satu. Maka, kita perlu managemen agar tidak repot.

Download Aplikasi Nilai Kurikulum 2013

Di sekolah kami, untuk memudahkan hubungan antara guru mapel dan wali kelas, ditugaskanlah seorang operator dari oknum guru untuk menampung semua nilai dari guru mapel. Setelah semua nilai terkumpul, barulah guru mapel meminta data nilai kelas untuk semua mapel.

Demikianlah. Anda boleh membantah apa yang saya tulis setelah anda menjajal kehebatan aplikasi raport dan nilai buatan Pak Mukhtar ini. Tidak hanya membantah, atau tetapi anda juga boleh kok urun saran, atau memberi masukan untuk memperbaiki aplikasi raport kurikulum 2013 ini. salam
-----------
Catatan: Jika masih bingung cara penggunaannya, silahkan tanya.

Lomba Blog UUI untuk Umum

UUI. Jangan salah baca UII. UUI adalah sebuah universitas yang ada di aceh. Universitas Ubudiyah Indonesia, demikian kepanjangannya. 

UUI sedang mengadakan lomba blog 2015 yang bertepatan dengan kegiatan Ubudiyah Festival Mahasiswa Desember (U-FLASD) tanggal 9 Desember 2014. Kagiatan lomba yang di prakarsai oleh Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Cyber UUI ini terbuka untuk umum. Ayo persiapkan diri teman-teman untuk bergabung dalam ajang lomba menulis di Blog ini dan menangkan hadiahnya bagi peserta dengan tulisan blogpost terbaik.

TEMA LOMBA
Kegiatan lomba menulis di blog ini mengambil beberapa tema dinataranya meliputi Topik-topik utama berikut:
  1. U-FLASD (Ubudiyah Festival Mahasiswa Desember)
  2. Ubudiyah Menuju Kampus Cyber 2025
  3. Kiat-kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi
  4. Mahasiswa di Negeri Seribu Warung Kopi
  5. Ubudiyah kampus impian
HADIAH DAN PENGHARGAAN
Peserta lomba menulis di blog yang berhasil mengembangkan kreasi karya tulis blogpostnya dengan baik berdasarkan kriteria tertentu yang ditentukan panitia, akan diberikan penghargaan berupa sertifikat serta uang pembinaan masing-masing :
Juara I : Rp. 1.000.000,- + Sertifikat
Juara II : Rp. 750.000,- + Sertifikat
Juara III : Rp. 500.000,- + Sertifikat
Juara IV, V, VI : Souvenir + Sertifikat

Note :
* Khusus Bagi mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia yang ikut serta akan diakui satu sertifikat wajib

WAKTU LOMBA
09 Desember 2014 s/d 30 Januari 2015

SASARAN
Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah Pelajar, Mahasiswa, dan Umum.

KETENTUAN LOMBA
Bentuk dan Jenis Blog
Blog bebas (wordpress, blogspot, tumblr, multiply, dsb.)
Blog adalah blog pribadi (bukan blog organisasi/komunitas/bisnis dsb)
Peserta boleh menggunakan blog yang telah ada, namun blog tersebut harus memiliki minimal 3 artikel/postingan yang telah terpublikasi.

Syarat Artikel/Blog Post Yang Di Lombakan

  • Isi artikel/blog post harus sesuai dengan topik/tema lomba dan Artikel yang di buat pada postingan minimal memuat 500 kata.
  • Tulisan yang di buat adalah Asli/Murni hasil karya peserta, bukan hasil menyalin/menjiplak karya orang lain dan tidak menyinggung unsur SARA.
  • Artikel/blog post yang dilombakan adalah artikel yang ditulis selama pelaksanaan lomba berlangsung (09 Desember 2014 s/d 30 Januari 2015).
  • Peserta boleh melengkapi blog post dengan gambar berupa foto atau ilustrasi yang mendukung blog post tersebut.
  • Tulisan dalam postingan blog post wajib mencantumkan minimal 5 kata dari salah satu atau beberpa kata berikut “Universitas Ubudiyah indonesia, UUI, Kampus Cyber, U-Flasd, Mahasiswa Kreatif, Kampus Impian, Mahasiswa Berprestasi, Mahasiswa Online” yang diberikan link ke www.uui.ac.id
  • Artikel/blog post yang di buat belum pernah dilombakan dan belum pernah dipublikasikan di media lain.
  • Peserta diperbolehkan mempromosikan blog post yang telah dibuat ke akun facebook dan atau twitter yang dimilikinya, atau media sosial lainnya.
  • Peserta boleh membuat lebih dari 1 tulisan/blogspost.
  • Peserta yang telah melakukan pendaftaran diwajibkan memasang “Ubudiyah Blog Contest 2015” di blog masing-masing. Gambar Banner Lomba dapat dilihat pada halaman beranda web ini

Penentuan pemenang ditentukan oleh Tim Juri.
Keputusan Tim Juri tidak dapat diganggu gugat

PENILAIAN

  • Kesesuaian blogpost/artikel blog dengan Tema
  • Design penulisan blogpost/artikel blog yang menarik
  • Orisinalitas, Kreativitas, Informatif.
  • Tata Bahasa yang proporsional.
  • Penilaian dihitung per 1 blog post, dan tidak berlaku kumulatif berdasar nama pesertanya.
  • Penilaian berdasarkan cara terstruktur, isi blog post, peringkat index blog di search engine hingga banyaknya komentar di setiap postingan tersebut.
  • Penilaian dilakukan selama 1 minggu dimulai setelah jadwal penutupan lomba.
  • Pengumuman pemenang di umumkan secara online melalui web www.uui.ac.id berdasarkan hasil penilaian oleh tim penilai.

TIM JURI

Ferdy Nazirun Sijabat, SE, M.Sc.Mgt
Zuhar Musliyana, S.ST
Deny Joefakri
Muhammad Adil

PENDAFTARAN HASIL LOMBA
Pendaftaran lomba blog Hasil blogpost/artikel blog yang telah di buat dilakukan secara online melalui www.blogcontest.uui.ac.id mulai tanggal 09 Desember 2014 s/d 30 Januari 2015

TIK, Guru, dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

image
M. Yusuf Amin Nugroho *)

Entah berapa banyak orang yang kerap memperlakukan teknologi tanpa rasa syukur. Guru-guru yang belum lancar mengetik Rencana Proses Pembelajaran (RPP) dengan bantuan laptop misalnya, yang dilakukannya bukan kemudian berlatih mengetik, melainkan lebih memilih mendownload dan bahkan membeli RPP yang sudah jadi. Kekufuran berjamaah semacam itu bukannya coba diakhiri dengan upaya pendayagunaan teknologi secara maksimal, melainkan justru dirawat dan pelihara. Ya Tuhan, ampunilah kami.

Sebenarnya, ketertinggalan kita dengan bangsa lain dalam bidang teknologi bukanlah semata pada segi kemampuan memproduksi, lebih-lebih daya masyarakat dalam membeli, melainkan lebih pada bagaimana kita memanfaatkan produk-produk teknologi yang sudah jadi.
Kita tahu, masa depan pendidikan Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Guru menjalin ikatan yang kuat. Ibarat sekeping uang logam, guru dan TIK tidak bisa terpisahkan. Memang, teknologi pendidikan tidak sebatas pada TIK. Namun, jika guru abai pada TIK, niscaya langkahnya dalam mengemban amanat kemerdekaan akan terseok-seok di tengah jalan.
Pemanfaatan TIK dalam menunjang tugas profesi pendidik selama ini memang telah diupayakan oleh pemerintah. Namun, upaya tersebut lebih sering hanya berhenti pada proyek pengadaan sarana TIK, belum pada bagaimana pemanfaatan agar perangkat TIK yang tersedia dapat lebih berguna.

Dengan adanya peningkatan kesejahteraan yang cukup besar yang diterima oleh guru (khususnya guru PNS dan yang sertifikasi) mestinya dapat disisihkan sebagian untuk meningkatkan kualitas pribadinya sebagai pendidik. Selama ini yang kerap terjadi justru bertolak belakang; alih-alih kursus komputer, membeli buku, atau mengundang para blogger untuk membimbing membuat blog, banyak guru justru lebih tergiur untuk mengikuti trend gaya hidup. Harapan meningkatkan kesejahteraan guru untuk kemajuan pendidikan pun pupus. Dan sayangnya pemerintah tidak segera membuat kebijakan khusus untuk mengakhiri fenomena ini; misal, dengan mewajibkan guru yang sudah sertifikasi untuk memiliki laptop dan blog.

Tetapi kita cukup beruntung, karena di saat pemerintah cenderung abai pada guru-guru buta Information Comunication and Technology (ICT), muncullah orang-orang dan komunitas-komunitas nirlaba yang peduli. Mereka bergerak, turun langsung ke sekolah-sekolah, menyebarkan virus ngeblog kepada guru-guru di berbagai pelosok, menulis dan sharing tentang pentingnya TIK bagi guru dan kemajuan pendidikan negeri ini.
Kita patut angkat topi dan mengapresiasi mereka yang melakukan gerakan mensyukuri teknologi, khususnya bagi guru-guru yang masih asing dengan dunia IT. Sebab menunggu pemerintah bergerak sama saja menunggu hujan di musim kemarau.
Ibarat air bagi orang kehausan, pengoptimalan pemanfaatan TIK untuk menunjang proses mengajar merupakan satu hal yang mendesak. Kita tahu, TIK sendiri sifatnya tidaklah ajeg, melainkan terus berkembang. Semakin lama mengabaikan pemanfaatan TIK, maka semakin sulit pula kita mengejar ketertinggalan.

Saya pernah mengadakan survey tentang bagaimana para siswa memanfaatkan teknologi internet. Ajakan survey itu saya pasang di blog, dan di sanalah para siswa saya, yang menjadi sampel, mengisi kuisioner. Hasilnya bisa anda lihat di sini.

survey pemanfaatan internet Sebagaimana Anda tebak, hasil survey yang saya lakukan menunjukkan bahwa ungkapan syukur atas nikmat teknologi yang dilakukan oleh siswa tidak jauh beda dengan yang dilakukan oleh guru pada umumnya. Internet bagi anak-anak digital native memang tidak lagi menjadi makhluk asing. Tetapi sayangnya mereka menggunakan internet masih bolak-balik antara socmed, Youtube, dan game online. Sebagai guru kita mesti melek dan menyadari realitas ini, lalu berupaya bagaimana mengarahkan siswa didik untuk lebih mensyukuri teknologi.

Ngeblog: Puncak Gunung TIK

Bagaimana orang dikatakan telah optimal dalam memanfaatkan teknologi? Orang boleh pintar membuat dan menjalankan slide pembelajaran, membuat software Exel, mendesain dengan Corel, bahkan membuat game. Tetapi ia belum bisa dikatakan sebagai orang yang optimal dalam memanfaatkan TIK ketika ia belum ngeblog.

Apakah saya berlebihan? Tidak juga. 
Jika TIK kita ibaratkan sebagai gunung, maka para blogger adalah orang-orang yang berada di puncak gunung TIK. Meski memang, ngeblog tidaklah sesulit membuat software atau game. Tapi ingatlah, puncak keilmuwan bukanlah ketika kita bisa menguasai dan memahami sesuatu, tetapi ketika kita sudi membagikan sesuatu (ilmu) yang kita miliki (meskipun hanya setetes) kepada yang lain.
Dengan membagikan ilmu yang kita punya, misal tentang pembuatan media pembelajaran interaktif (MPI), maka memungkinkan ribuan orang untuk bisa melakukan hal yang sama. Berbeda jika kita diundang untuk seminar, atau pelatihan, dengan peserta dan waktu yang sangat terbatas. Padahal belum tentu juga ada yang mau mengundang kita.

Kerelaan untuk berbagi melalui media blog menjadi cara sakti kita dalam mensyukuri teknologi. Lebih bagus lagi jika para guru juga mengajak siswa didik untuk ikut ngeblog, atau paling tidak mengenalkan kepada mereka tentang blog. Salah satu langkah strategis yang bisa dilakukan adalah dengan membuat blog dan menggunakannya sebagai media pembelajaran sekaligus sumber belajar bagi siswa didik kita.
tintaguru
Apa yang saya sarankan tersebut sudah saya lakukan sejak kurang lebih 5 tahun belakang. Saya menciptakan ruang belajar virtual bernama Ruang Siswa: Belajar Fiqih Seru, Tanpa Dibatasi Ruang dan Waktu. Saya tantang mereka untuk ulangan harian online, dan tidak lupa pula saya memberikan materi-materi pengayaan melalui blog.
Kita paham, memberikan petuah saja tidak cukup. Anak-anak sudah paham jika korupsi itu haram, betul? Mereka juga bukan tidak tahu bahwa sebenarnya selain socmed dan game online juga banyak fasilitas lain yang tersedia di internet. Mereka sudah bisa membedakan baik dan buruk. Maka, tugas guru dan orang tua adalah bagaimana mengarahkan mereka untuk mendayagunakan teknologi dengan baik, salah satunya adalah memanfaatkan blog sebagai media dan sumber belajar bagi mereka.
Selain di gunakan sebagai media dan sumber belajar siswa, blog guru juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk mendokumentasikan karya-karya siswa, dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekolah. Karenanya, saya juga membuat saluran Youtube yang khusus menampung video pembelajaran dan hal-hal penting yang terjadi di sekolah, dan tidak lupa menautkannya di blog.
image
Klik gambar untuk mengunjunginya!

Manfaat memiliki blog yang digunakan sebagai media pembelajaran akan berlipat ganda. Apa yang kita share di blog tidak hanya akan dimanfaatkan oleh siswa didik kita, tetapi juga oleh orang lain yang jumlahnya tak terkira. Jika ini dilakukan dengan ikhlas, tentu akan menjadi amal jariyah yang tak nilainya tak terbatas.

Demikianlah, TIK ada untuk kita, untuk memudahkan kerja manusia. Tetapi tanpa usaha memanfaatkannya secara optimal, TIK tak lebih seperti mutiara di mulut kerang. Perubahan memang tidak bisa terjadi sekerdipan mata. Dan karenanya, kita perlu menjadi bagian dalam mengawal perubahan, salah satunya dengan bersetia mengampanyekan gerakan guru melek TIK. Mari kita mulai dari diri sendiri.

Sebelumnya saya juga sudah menulis beberapa artikel terkait Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menunjang proses mengajar, yang bisa dijadikan bacaan pendukung untuk artikel ini. Berikut adalah bacaan pendukung untuk artikel berikut:
>> Internet, ICT dan Dunia Pendidikan
>> Pemanfaatan Blog Sebagai Media E-Learning
>> Pendidikan di Era Digital dan Hilangnya Mapel TIK
>> Respon Siswa Terhadap Ulangan Harian Online
>> Blog Guru dan Blog Bukan Guru

Ulasan Lengkap Seputar Sumber Belajar

Dalam istilah Bahasa Inggris sumber belajar sering disebut dengan learning resources. Secara umum sumber belajar diartikan sebagai segala sesuatu baik itu buku, orang dan alat tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam kegiatan belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

Sumber belajar memiliki cakupan yang lebih luas dari media pembelajaran. Media pembelajaran sendiri adalah bagian dari sumber belajar. Menurut Mulyasa[1], sumber belajar dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan-kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam proses belajar-mengajar. Sehingga, sumber belajar dapat berupa segala sesuatu yang ada baik manusia, bahan, alat, pesan, teknik, maupun lingkungan yang dapat dijadikan tempat untuk mengungkap suatu pengalaman belajar dan memberikan kemudahan-kemudahan dalam memperoleh informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap yang lebih baik.

Definisi sumber belajar yang lain juga telah ada dalam buku petunjuk pelaksanaan Pendidikan Agama Islam untuk guru agama SMP, dikatakan:

“Sumber/sarana pengajaran adalah: alat-alat dan media pengajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga tercapai tujuan pengajaran secara maksimal, misalnya: buku siswa, perlengkapan sholat, alat peraga, dan lain-lain.”[2]

Sumber belajar dapat didapatkan oleh peserta didik di dalam maupun di luar sekolah. Dengan sumber belajar itulah maka peserta didik dapat semakin termudahkan dalam proses belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Berdasarkan asal-usul sumber belajar Mulyasa[3] membaginya menjadi 2 (dua) bagian:

a. Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design)

Yaitu sumber belajar yang sengaja dibuat untuk tujuan instruksional. Sumber belajar jenis ini sering disebut sebagai bahan instruksional (instructional materials). Contohnya adalah bahan pengajaran terprogram, modul, transparansi untuk sajian tertentu, slide untuk sajian tertentu, guru bidang studi, film topik ajaran tertentu, komputer instruksional, dan sebagainya

b. Sumber belajar yang sudah tersedia (learning resources by utilization)

Yaitu sumber belajar yang telah ada untuk maksud non instruksional, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang kualitasnya setingkat dengan sumber belajar jenis by design. Contohnya adalah taman safari, kebun raya, taman nasional, museum bahari, kebun binatang, dan sebagainya.

Terkadang peserta didik tidak tahu bahwa disekelilingnya terdapat sesuatu yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar. Di sinilah seorang guru penting untuk mengenalkan kepada mereka bagaimana memanfaatkan sumber belajar yang ada.

Jenis-Jenis Sumber Belajar

Belajar tidak sebatas membaca buku atau mendengarkan sang guru ceramah di depan kelas. Belajar bisa dilakukan dengan banyak cara, dan tidak terbatas pada ruang sekolah. Tuhan menciptakan segala sesuatu, termasuk kejadian-kejadian yang kita alami salah satunya adalah agar manusia dapat terus belajar. Karena itulah, dapat dikatakan bahwa sebenarnya sumber belajar sangatlah luas dan tidak terbatas jumlahnya.

Meski begitu, sumber belajar dapat di kelompokkan dan diklasifikasikan berdasarkan jenisnya masing-masing. Fatah Syukur mengklasifikasikan sumber belajar menjadi 5 (lima) jenis, yaitu sebagai berikut:

a. Pesan (massage)

Yaitu, sumber belajar yang berupa informasi yang harus disalurkan oleh komponen lain berbentuk ide, fakta pengertian atau data. Contoh; bahan-bahan pelajaran, cerita rakyat, dongeng, nasihat, dan lain sebagainya

b. Manusia (people)

Orang yang menyimpan informasi atau menyalurkannya. Tidak termasuk yang menjalankan fungsi pengamanan dan pengelolaan sumber belajar. Contoh sumber belajar berupa orang adalah guru, aktor, siswa, pembicara, pemain, dan lain sebaginya. Tidak termasuk tim teknisi dan tim kurikulum.

c. Bahan (materials)

Sesuatu, bisa disebut media/software yang mengandung pesan untuk disajikan. Contoh; transparansi, film, slide, tape, buku, gambar, dan sebagainya.

d. Peralatan (devices)

Sesuatu, bisa disebut media/hardware yang menyalurkan pesan untuk disajikan yang ada di dalam software. Contohnya adalah OHP, TV, kamera, papan tulis, komputer, dan sebagainya.

e. Metode/teknik (technique)

Prosedur atau cara yang disiplin dalam memanfaatkan bahan, peralatan, atau situasi untuk menyampaikan pesan. Contohnya ceramah, diskusi, simulasi, belajar mandiri dan sebagainya.

f. Lingkungan

Situasi sekitar di mana pesan disampaikan. Contoh; ruang kelas, studio, aula, dan sebaginya.

Masih menurut Fatah Syukur, bahwa selain klasifikasi sumber belajar di atas ada juga klasifikasi lain yang biasa dilakukan terhadap sumber belajar, yaitu sebagi berikut:

a. Sumber belajar cetak: buku majalah, koran, brosur, poster, denah, kamus, ensiklopedi, dan sebaginya
b. Sumber belajar non cetak: film, slides, video, model, audocassette, transparansi, realita, objek, dan sebagainya
c. Sumber belajar yang berbentuk fasilitas: perpusatakaan, ruangan belajar, carrel, studio, lapangan olah raga, dan sebaginya
d. Sumber belajar yang berupa kegiatan: wawancara, kerja kelompok, observasi, simulasi, permainan dan sebagainya
e. Sumber belajar yang berupa lingkungan di masyarakat: taman, terminal, pasar, toko, pabrik, museum, dan sebagainya.

Tidak dipungkiri, sumber belajar memiliki peran yang besar dalam menentukan kesuksesan proses pembelajaran. Berikut ini adalah beberapa manfaat sumber belajar:

a. Dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan langsung.
b. Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi atau dilihat secara langsung dan kongkrit. Misalnya denah, sketsa, foto, film, majalah dan sebagainya.
c. Dapat menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam kelas, misalnya buku teks, foto, film, nara sumber, majalah dan sebagainya.
d. Memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Sumber belajar juga dapat memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Misalnya : Informasi yang di dapat anak melalui buku bacaan majalah yang terbit tiap minggu untuk anak dan nara sumber. Selain memberikan informasi terbaru, juga akan meningkatkan minat baca anak dan terlatih untuk senantiasa haus akan informasi.
e. Meningkatkan motivasi belajar anak. Kreativitas guru untuk memilih dan memanfaatkan berbagai sumber belajar akan mendorong anak menyenangi kegiatan belajarnya karena anak diberikan pilihan sumber pengetahuan, sumber informasi dan sumber belajar yang beragam.
f. Mengembangkan kemampuan berfikir anak secara lebih kritis dan positif. Dengan diberikannya berbagai alternatif sumber belajar kepada anak, kemampuan berfikir kritis anak akan semakin meningkat. Hal tersebut di tunjukan oleh anak dengan banyak mengemukakan pertanyaan terhadap berbagai fakta, peristiwa, kajadian yang ditemukannya di tempat yang disediakan sebagai sumber belajar.

-----------------
catatan:

[1] Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Konsep, Strategi dan Implementasi, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2002), hal. 48
[2] Petunjuk Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Depag RI, bagian Proyek Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam pada SMTP, 1987/1988), hal. 14.
[3] Mulyasa, Manajemen., hal. 50-51