Bertahan Mengabdi atau Resign Sejak Dini


Menjadi guru tidak gampang, bahkan membayangkan saja sudah cukup ribet. Anda tahu, menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi di kelas, mengurus administrasi pembelajaran, membuat nilai, berkomunal dengan warga dan lingkungan sekolah, tetapi juga bagaimana anda menjalani rutinitas di lingkungan sekolah yang tidak sehari dua hari. 

Meski profesi guru memiliki sekian konsekuensi dan beban yang berat, toh minat orang yang tertarik menggeluti profesi ini tidak menurun, bahkan cenderung meningkat. Tentu dengan aneka motivasi. Mereka yang berminat menjadi guru mungkin mengira jadi guru itu enak seluruhnya, mulia tanpa cela, dan bisa mengakibatkan kaya. Yang terakhir itu yang paling menantang banyak orang.

Di sisi lain kita juga menemukan orang yang sudah menjadi guru, lalu memilih resign, beralih menjadi bakul bubur atau sales asuransi. Barangkali apa yang ia bayangkan dulu tidak semanis kenyataan. Atau ada faktor lain, tidak melulu soal gaji yang rendah, bisa saja. Ya, bertahan atau memilih hengkang hanya soal pilihan. Dan belum tentu juga yang memilih tetap bertahan sebagai guru otomatis masuk kategori guru super, sedang yang memilih resign adalah termasuk golongan orang-orang yang kalah.

Sesekali tanyakanlah kepada mereka yang sudah menjadi guru puluhan tahun, kenapa gigih benar, rela menghabiskan umur di sekolahan? Kalau mereka gigu menjawab, atau tak yakin dengan jawabannya sendiri, cari yang lain. Ada sebagian orang jujur, mengungkap bahwa tetap bertahan menjadi guru adalah pilihan yang paling tepat bagi mereka. “Jadi guru itu enak, Mas. Bisa sante, senang ketemu anak-anak tiap hari, dan alhamdulillah bisa nabung untuk naik haji.” Itu jenis jawaban yang kalem, tidak terlalu terbuka, remang-remang, dan jauh dari keinginan ingin disebuh guru super. Ia hanya merasa sudah telanjur nyaman. Dan bukankah yang paling dicari dan didambakan orang adalah faktor kenyamanan? Apa salah? Yang menunjang kenyamanan menjalani profesi guru sendiri macam-macam, mulai dari lingkungan sosial, gaji, jarak, sarana dan prasarana sekolah, juga kerja dan tanggung jawab yang barangkali dianggap masih mampu diemban.

Sebagian yang lain, yang saya yakini jumlahnya lebih sedikit, memilih tetap bertahan menjadi guru karena menganggap bahwa inilah sebenar-benar pengabdian dan perjuangan, di sinilah ruang bagi kita untuk ambil bagian mencerdaskan anak bangsa, atau bahkan jihad—walau hanya menyampaikan satu ayat. 

Kenapa saya yakin jumlah guru jenis ini lebih sedikit dan bahkan langka? Gampang saja, ambillah misal, Pemerintah memangkas 50 persen gaji guru, barangkali 50 persen guru memilih mengundurkan diri. Sementara 50 persen sisanya bertahan bukan karena hebat seluruhnya; sebagian masih menjalani tugasnya meski lesu, sebagian lagi berkumpul di Istana Merdeka untuk menurunkan Presiden.

Persis! Anda percaya sekarang: Logika, idealisme, istikomah, seringkali luluh lantak jika bergelut dengan urusan perut. Jihad tak harus mengajar, mencerdaskan bangsa tak harus menjadi guru, berjuang dan menjadi guru tidak melulu di sekolah, begitulah barangkali para guru yang dulu berpandangan idealis akan berkilah, jika sampai Pemerintah tidak lagi membayar mereka.

Syukurlah pemerintah tidak benar-benar menguji para guru dengan cara sadis itu, tetapi justru menaikkan gaji guru dan memberikan tambahan uang makan serta tunjangan profesi. Sampai di sini, guru terkesan dimanjakan. Tujuan utamanya sebenarnya bagus, yakni agar guru lebih fokus pada profesinya, dapat benar-benar memegang idealismenya, dan selalu memperbaiki niatnya. Sayangnya, tujuan tersebut tidak sepenuhnya berhasil, untuk tidak menyebutnya gagal total. Lihat saja pendidikan kita, dengan guru sebagai ujung tombaknya, sampai sekarang belum terlihat adanya perubahan, kecuali kulitnya.

Ketika Resign Menjadi Pilihan


Suatu ketika saya menulis begini: “Berhenti wae jadi guru, terus dadi penyair wae, apa nulis novel sambil ngadep bojo. Lha piye, timbang mulang setengah-setengah, gaji yo ra sepiro. Pahala nggak dapat, gaji yo ora impas karo rega beras.” 

Tulisan pendek yang saya sebar di media sosial itu menuai tanggapan yang beragam. Saya berterimakasih kepada mereka yang sudah memberi saran, menasehati kesabaran, dan menganjurkan saya untuk jualan cilok.

Bagaimana pun tulisan pendek semacam itu tidak cukup mewakili perasaan saya seluruhnya. Tetapi, Anda tahu, ada ribuan guru yang sebenarnya punya perasaan yang nyaris sama dengan saya, tetapi enggan, malu, atau takut mengungkapkannya.

Pikiran untuk berhenti menjadi guru muncul karena kadang-kadang saya merasa tidak pantas dan tidak bisa menjadi guru yang baik. Saya merasa memikul tanggung jawab yang berat, sementara di luar sana banyak orang yang lebih kompeten dan siap menggantikan saya kapan saja.

Anda tentu tidak asing lagi dengan fenomena guru honorer. Ya, gaji guru honorer memang tidak bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan ini kerap membuat saya dan mereka yang senasib berpikir untuk berbalik arah. Tetapi bukan itu benar yang membuat saya gelisah dan berpikir untuk resign.

Soal rejeki, saya selalu meminta kepada Yang Maha Mencukupi, dan alhamdulillah Ia begitu baik. Tapi yang perlu dicatat, rejeki yang Tuhan berikan datang bukan langsung dalam bentuk uang atau makanan, melainkan dalam wujud kemudahan mendapatkan pekerjaan lain. Pekerjaan-pekerjaan sampingan (yang kadang menghasilkan pundi-pundi lebih besar) itulah kerap menggangu saya sehingga tidak maksimal dalam menjalankan profesi mulia ini.

Guru memang tidak dilarang memiliki kerja sampingan. Bahkan K.H Maimun Zubair pernah menyarankan agar guru, dosen, dan Kiai untuk memiliki usaha sampingan, sehingga tidak mengandalkan bayaran orang lain. Karena dengan begitu, guru akan lebih ikhlas menjalani profesinya.

Saya takdzim pada beliau, tanpa tapi. Hanya saja ikhlas di sini mesti kita maknai sebagai totalitas, bukan sekadarnya. Kalau kemudian dengan dobel atau tripel pekerjaan tugas pokok seorang guru jadi terbengkelai, bagaimana? Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Apapun pilihan kita, berhenti atau bertahan menjadi guru, sudah semestinya guru menggelisahkan kualitas pribadinya sekaligus mereview amanah yang hinggap di punggungnya. Menjadi guru itu sesuatu yang menyenangkan, saya menjadi saksi atasnya. Semoga Tuhan menunjukkan jalan yang terbaik, bukan jalan kesesatan yang jauh dari Ridho-Nya. Salam

Mencermati Ritual Tahunan Bernama PPDB

PPDB


Oleh: M. Yusuf Amin Nugroho

Tahun pelajaran 2016/2017 akan segera datang, nyaris bersamaan dengan ‘Idul Fitri 1437 H. Meski masih relatif lama, tetapi persiapan penyambutan tahun pelajaran baru sudah mulai dilangsungkan. Sekolah dan madrasah sudah disibukkan dengan ritual tahunan bernama penerimaan peserta didik baru (PPDB). 

Ada beberapa hal yang menarik dari kegiatan PPDB. Salah satunya adalah strategi dan persaingan yang ketat antar sekolah dalam menjaring peserta didik baru.

Kita tahu, tahun pelajaran baru adalah harapan baru bagi setiap sekolah. Apalagi bagi sekolah-sekolah yang berada di pinggiran, lebih khusus yang baru berdiri satu atau dua tahun dan belum dikenal luas. Semua sekolah punya harapan yang sama, mendapat peserta didik sesuai target, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Sekolah-sekolah yang sudah terlanjur dianggap favorit (bedakan dengan unggulan) oleh masyarakat sudah dipastikan mengadakan seleksi masuk secara ketat. Seleksi tidak hanya dari nilai akademik, tetapi juga kesiapan biaya. Misalnya, kita akan menemukan pertanyaan ini di blanko pendaftaran: “Berapa infak/sumbangan yang siap diberikan jika diterima di sekolah ini?” Seolah-olah di balik pertanyaan tersebut tersirat ancaman, “Kalau cuma berani nyumbang seratus ribu jangan harap di terima di sekolah ini! Cerdas saja tidak cukup!” Biasanya, sekolah dengan corak PPDB seperti ini adalah sekolah swasta, meski tidak menutup kemungkinan dilakukan juga oleh sekolah negeri dengan bahasa yang lebih halus.

Di sisi lain, banyak sekolah kecil yang rela menggelontorkan banyak biaya untuk bisa menjaring peserta didik sesaui target. Untuk sekolah-sekolah jenis ini, tidak begitu peduli dengan sumbangan yang akan diberikan orangtua jika peserta didik yang didaftarkan diterima, tidak begitu peduli juga dengan nilai UN dan ijazah. Yang penting mau daftar, langsung akan diterima. Test seleksi hanya formalitas belaka. Kuantitas lebih diutamakan ketimbang kualitas.

Karena persaingan PPDB antar sekolah semakin ketat, lahirkan strategi dan siasat. Ada yang mendatangi rumah-rumah calon peserta didik. Tidak hanya membawa buklet dan formulir, tetapi juga memberikan tas, sepatu, buku, dan seragam gratis.

Fenomena tersebut sangat menarik untuk dicermati. Kenapa tidak slow saja? Mau daftar silakan, daftar di sekolah lain juga monggo. Ada apa di baliknya?

BOS dan TPG


Setidaknya ada dua hal yang membuat pihak sekolah mesti bergerak cepat dan gesit dalam menjaring peserta didik baru, yakni dana biaya operasional sekolah (BOS) dan tunjangan sertifikasi guru (TPG). Dana BOS diberikan sesuai dengan jumlah siswa, demikian juga dengan TPG yang terancam tidak bisa dicairkan jika tidak memenuhi persyaratan yang berhubungan dengan jam mengajar dan jumlah siswa.

Mungkin ada sebab lain, seperti anggapan bahwa indikator sekolah yang maju adalah sekolah dengan siswa yang banyak, dan lain sebagainya yang tidak terlihat. Dan karenanya saya hanya akan mengulas dua hal tersebut.

Jumlah siswa yang sedikit tentu akan membuat sekolah kerepotan dalam membiayai opresionalnya. Kalau kemudian Komite Sekolah menarik iuran berupa Sumbangan Opresional Pendidikan (SOP) juga tidak akan maksimal. Sekolah-sekolah kecil, yang umumnya berada di pinggiran dan pedesaan, sangat tahu diri dengan kondisi ekonomi wali siswa, sehingga kerap tidak muluk-muluk dalam menetapkan besarnya SOP.

Lalu, soal TPG, telah pula memberi efek domino. Berbagai syarat yang ditetapkan untuk mendapatkan satu kali kelipatan gaji pokok ternyata tidak mudah. Ada syarat jumlah siswa dalam rombongan belajar (rombel), selain juga jam mengajar, yang semua itu harus diperjuangkan sendiri oleh tiap-tiap sekolah. Maka, jika PPDB tidak mencapai target, para guru juga terancam tidak menerima TPG.

Kerja Sama


Setiap sekolah tentu saja punya harapan membesarkan instansinya, baik kualitas maupun kuantitas. Tapi harus diingat, kita diikat tujuan pendidikan nasional yang sama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Di sinilah kita membutuhkan kerjasama antar lembaga atau instansi sekolah. Sekolah yang besar dan sudah mencapai batas maksimal romongan belajar, barangkali perlu memikirkan ulang untuk membuka rombongan belajar lagi. Berilah kesempatan kepada sekolah-sekolah kecil untuk berkembang dan ikut memainkan peran.

Pemerintah juga sudah selayaknya mengevaluasi kebijakan besaran dana BOS bagi tiap sekolah. Sebab, sekolah dengan jumlah siswa sedikit kadang-kadang memiliki pembiayaan operasional yang nyaris sama dengan sekolah yang siswanya banyak, terlebih lagi ia adalah sekolah swasta. Barangkali BOS untuk sekolah negeri dan swasta perlu dibedakan, dengan syarat-syarat tertentu, tentu saja.

Terakhir, dan ini yang terpenting: Inti pendidikan adalah pada proses, bukan pada penjaringan peserta didik baru. Peserta didik merupakan amanah, bukan makhluk mainan yang hanya dijadikan alat tunggangan untuk kepentingan pribadi maupun golongan.

Cara Cepat Mengikuti Sertifikasi Guru 2016

Sertifikasi Guru 2016 - Ini tulisan lama yang kemudian saya update karena adanya sebuah pengumuman penting dari Kemdikbud. Ada dua bagian dari tulisan ini. Jika anda lebih tertarik untuk mengikuti kabar terbaru, silakan tarik ke bawah dan lihat kabar terbaru.


Info Lama Sertifikasi Guru


Sertifikasi guru Kemenag, juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sepertinya tidak ada bedanya. Saya pernah menulis panjang lebar tentang hal tersebut, anda bisa baca di tulisan: Saran dan Syarat Sertifikasi Guru 2015. Bahwa mulai tahun 2016 perekrutan sergur akan diganti. Tidak lagi menggunakan aturan lama, yakni PLPG atau portopolio, tetapi dengan cara mengikuti Pelatihan Profesi Guru (PPG)

Apakah ini adil? Tergantung dari mana kita memandang. Pemerintah mah inginnya yang baik-baik (menurut kaca mata mereka). Pemerintah mungkin merasa bangkrut karena sudah mengeluarkan banyak uang, eh, ternyata program sertifikasi tidak begitu membekas terhadap perubahan pendidikan. Pendidikan kita? Ya begini-begini saja tho? Meski gaji guru meningkat 2 kali lipat juga tidak begitu terasa perubahannya. Ya tho? Ya tho? Yang tidak sependapat silakan saja. Yang jelas, sertifikasi telah membawa banyak dampak: yang paling nyata adalah adanya kecemburuan. Aduh, itu kawanku kok sudah sergur, sementara saya belum sergur.

Sabar, Mang. Tentanglah. Hidup ini tidak cuma untuk menjalani sertifikasi. Hidup ini terlalu murah kalau kita tidak bisa tidur gara-gara belum sertifikasi.

Cara Cepat Mengikuti Sertifikasi Guru Jalur PPG


Lalu, adakah cara cepat supaya bisa mengikuti sertifikasi guru kemenag 2015? Ada. Ah, yang bener. Iya bener. Gimana dong?

Begini, anda pengen secepat apa? Cicak? Bagi seekor semut, kecepatan lari cicak tentu terlihat sangat luar biasa. Tapi bagi kita mah, biasa. Hanya saja cicak memang binatang yang gesit, dan tidak eman-eman ninggalin ekornya. Maksudnya?

Tidak ada maksud apa-apa. Kita mah bisa apa? Cuma guru biasa yang tidak punya siapa-siapa di atas sana. Hanya kepada Allah saja kita memohon pertolongan. Dan Allah akan meridhai orang-orang yang mematuhi aturan. Serius amat. Harus dong! Jadi, tidak usah macam-macamlah. Ikuti saja aturan, penuhi syarat sertifikasi guru jalur PPG, adem.

Ingin tahu apa saja syarat sertifikasi guru 2015, 2016, 2017, dan seterusnya (mungkin) , berikut ini, silakan simak:
Syarat Sertifikasi Guru Jalur PPG

Mengikuti Sertifikasi Guru Jalur PPG


1. Telah Memiliki NUPTK.

Anda udah punya belum? Padamu negeri sudah gulung tikar, entahlah, saya tidak tahu bagaimana cara ngurus NUPTK bagi yang belum punya. Konon kementerian agama sudah membuat SIMPATI atau apalah namanya untk pendataan guru, itu juga entahlah.

2. Masih aktif mengajar

Mengajar maksudnya, masih menjadi guru di sekolah formal, baik di bawah payung kemdikbud atau kemenag. Jadi guru-guru kemenag nanti sertifikasinya yang ngurus kemenag, dan guru-guru SD, SMP, SMA, SMK nanti yang ngurus sertifikasinya kemdikbud. Memang ribet kalau pendidikan tidak dibawah satu payung.

3. Bagaimana dengan guru Non PNS

Untuk guru non PNS syarat ikut PPG adalah harus berstatus sebagai GTY atau kalau tidak ia mesti memiliki SK Bupati. Ini syarat yang ga jelas juga. Guru-guru non PNS di sekolah negeri mana ada yang punya SK bupati atau SK kanwil kemenag. Yang sudah punya, saya yakin sudah ikut sertifikasi, bahkan melalui jalur portofolio. Ah, soal ini, anda bisa baca: Surat Terbuka untuk Kemdikbud, BPSDMPK-PMP, dan LPMP terkait NUPTK

4. Harus Sarjana (S.1) atau D-IV

Yaiyalah, masa guru ra sarjana. Persetan sarjana abal-abal atau nggak. Ini kan aturan, jadi yang dilihat hitam di atas putih. Meski sarjana melalui jalur hitam, ya itu tidak bisa diterawang kan. Perguruan tingginya juga mesti sudah terakreditasi kecuali untuk sarjana PGSD dan PGPAUD, karena ini kan jurusan anyar.

5. Minimal sudah menjadi guru 5 tahun

Tidak boleh kurang lho. 5 tahun ya 5 tahun, tidak boleh kurang meski sehari. Titik


6. Siap ikut aturan

Aturannya adalah bersedia mengikuti pendidikan sesuai dengan peraturan yang ada dan mendapatkan ijin belajar dari Kepala sekolah dan Pemda. Anda siap? Ini sungguh syarat sertifikasi guru PPG yang berat.

2. Sehat lahir

Apa kabar, sehat? Alhamdulillah badan saya sehat, jiwa saya agak mendingan. Hehe... tenang aja, datang ke puskesmas, dan minta dokter umum membuatkan surat keterangan sehat. Lima belas ribu aja kok.

3. Bebas Narkoba

Haduh, ini seperti syarat mau diangkat PNS kayaknya. Jangan-janga ada indikasi bahwa kini banyak guru yang sudah pake narkoba. Wah, wah... . Ya, apapun anda harus memenuhi syarat ini dengan membuat surat keterangan, sekali lagi surat keterangan, yang tidak dari kantor polisi. Masa saya harus terangkan anda membuat surat bebas narkoba di mana.

Pengunjung masuk dengan



sertifikasi kemenag 2016
sertifikasi kemenag 2015 kapan cair
sertifikasi kemenag sumbar
sertifikasi kemenag jatim 2015
sertifikasi kemenag cair
sertifikasi kemenag tahun 2016
sertifikasi kemenag medan
sertifikasi kemenag sumut
sertifikasi kemenag lumajang
sertifikasi kemenag ciamis
sertifikasi kemenag kbb
sertifikasi kemenag indramayu
sertifikasi kemenag jatim
sertifikasi kemenag tahun 2015
sertifikasi kemenag deli serdang
sertifikasi kemenag garut
sertifikasi kemenag blora
sertifikasi kemenag jateng 2015
sertifikasi kemenag cilacap
sertifikasi kemenag aceh
sertifikasi kemenag asahan
sertifikasi kemenag agam


sertifikasi kemenag diy
sertifikasi kemenag depok
sertifikasi kemenag dharmasraya
sertifikasi kemenag dosen
sertifikasi di kemenag
sertifikasi guru kemenag diy
sertifikasi guru kemenag deli serdang
formulir sertifikasi kemenag
form sertifikasi kemenag
format sertifikasi kemenag
sertifikasi kemenag go id
sertifikasi kemenag gresik
sertifikasi kemenag grobogan
sertifikasi kemenag guru pai
sertifikasi kemenag gunungkidul
sertifikasi guru kemenag
sertifikasi guru kemenag sumbar
sertifikasi guru kemenag sumut
sertifikasi guru kemenag jateng
sertifikasi guru kemenag ri
sertifikasi guru kemenag jatim
sertifikasi honorer kemenag

info sertifikasi kemenag ntb
sertifikasi kemenag jateng
sertifikasi kemenag jawa barat
sertifikasi kemenag jambi
sertifikasi kemenag jawa 
sertifikasi kemenag langkat
sertifikasi kemenag lombok timur
sertifikasi kemenag lampung selatan
sertifikasi kemenag lombok tengah
info sertifikasi kemenag
sertifikasi guru kemenag.go.id
info sertifikasi kemenag terbaru
info sertifikasi kemenag jateng
info sertifikasi kemenag lampung timur
info sertifikas
sertifikasi guru honor kemenag
sertifikasi guru honorer kemenag
hasil sertifikasi kemenag
sertifikasi kemenag inhu
sertifikasi guru kemenag aceh
pengumuman sertifikasi kemenag aceh
sertifikasi guru agama kemenag
aturan sertifikasi kemenag
pengumuman sertifikasi guru kemenag aceh
sertifikasi kemenag bondowoso
sertifikasi kemenag banten
sertifikasi kemenag banyuwangi
sertifikasi kemenag banyumas
sertifikasi kemenag bengkulu
sertifikasi kemenag brebes
sertifikasi kemenag boyolali
sertifikasi kemenag banjarnegara
sertifikasi kemenag bojonegoro
sertifikasi kemenag babel
sertifikasi kemenag bungo
sertifikasi kemenag bandung barat
sertifikasi kemenag blitar
sertifikasi kemenag bogor

pencairan sertifikasi honorer kemenag
sertifikasi kemenag bantul
sertifikasi kemenag bali
sertifikasi kemenag cianjur
sertifikasi kemenag.co.id
sertifikasi kemenag cirebon
www.sertifikasi kemenag.com
kapan sertifikasi kemenag cair
sertifikasi guru kemenag cianjur
sertifikasi kemenag kab.cirebon
data sertifikasi kemenag ciamis
sertifikasi guru kemenag cair
sertifikasi guru kemenag cilacap
kapan tunjangan sertifikasi kemenag cair
sertifikasi non pns kemenag cair
calon sertifikasi kemenag
sertifikasi kemenag dki
sertifikasi kemenag demak
sertifikasi kemenag purbalingga
sertifikasi kemenag pandeglang
sertifikasi kemenag palembang
sertifikasi kemenag ponorogo
kemenag sultra
sertifikasi kemenag tasikmalaya
sertifikasi kemenag tuban
sertifikasi kemenag tanggamus
sertifikasi kemenag terbaru
sertifikasi kemenag tulungagung
sertifikasi kemenag 

sertifikasi kemenag pesawaran
sertifikasi kemenag padang
sertifikasi kemenag pai
sertifikasi kemenag pesisir selatan
sertifikasi kemenag purwakarta
sertifikasi kemenag pais
sertifikasi kemenag probolinggo
sertifikasi kemenag ri
sertifikasi kemenag riau
sertifikasi kemenag rohul
sertifikasi kemenag rayon 110
sertifikasi kemenag rayon unp padang
sertifikasi guru kemenag riau
longlist sertifikasi kemenag ri
data sertifikasi kemenag ri
sertifikasi guru kemenag rayon 106 unp
sertifikasi guru ra kemenag
sertifikasi kemenag sumsel
sertifikasi kemenag subang
sertifikasi kemenag sulsel
sertifikasi kemenag sumenep
sertifikasi kemenag sumedang
sertifikasi kemenag sleman
sertifikasi kemenag sidoarjo
sertifikasi kemenag sukoharjo
sertifikasi kemenag sragen
sertifikasi kemenag sampang
sertifikasi kemenag siak
sertifikasi kemenag sukabumi
sertifikasi kemenag surakarta
sertifikasi 
tengah
sertifikasi kemenag jombang
sertifikasi kemenag jabar
sertifikasi kemenag kapan cair
sertifikasi kemenag kota bekasi
sertifikasi kemenag klaten
sertifikasi kemenag kab tegal
sertifikasi kemenag kudus
sertifikasi kemenag kalbar
sertifikasi kemenag kab.sukabumi
sertifikasi kemenag kab bandung
sertifikasi kemenag kampar
sertifikasi kemenag kab semarang
sertifikasi kemenag kota serang
sertifikasi kemenag kab. tangerang
sertifikasi kemenag kab malang
sertifikasi kemenag kab. pasuruan
sertifikasi kemenag kab kediri
sertifikasi kemenag kulon progo
sertifikasi kemenag kota tasikmalaya
sertifikasi kemenag kalteng
sertifikasi kemenag kota semarang
sertifikasi kemenag lobar
sertifikasi kemenag lampung
sertifikasi kemenag lamongan
sertifikasi kemenag lotim
sertifikasi kemenag loteng


sertifikasi kemenag lampung tengah
sertifikasi kemenag labuhan batu
sertifikasi kemenag mojokerto
sertifikasi kemenag majalengka
sertifikasi kemenag mapel umum
sertifikasi kemenag magelang
sertifikasi kemenag maros
sertifikasi kemenag kab mojokerto
sertifikasi kemenag bener meriah
sertifikasi guru kemenag maluku utara
sertifikasi guru mi kemenag
sertifikasi guru madrasah kemenag
sertifikasi guru mts kemenag
data sertifikasi kemenag kab magelang
sertifikasi kemenag ntb
sertifikasi kemenag ntt
sertifikasi kemenag nganjuk
sertifikasi kemenag non pns
sertifikasi kemenag ngawi
sertifikasi guru kemenag ntb
sertifikasi guru kemenag ntt
longlist sertifikasi kemenag ngawi
nrg sertifikasi kemenag
sertifikasi kemenag oku timur
sertifikasi kemenag oki
sertifikasi kemenag pessel
sertifikasi kemenag pamekasan
sertifikasi kemenag pusat
sertifikasi kemenag pati
sertifikasi kemenag provinsi jambi
tegal
sertifikasi kemenag tulang bawang
sertifikasi kemenag trenggalek
sertifikasi kemenag tebo
sertifikasi kemenag upi
sertifikasi unp kemenag
sertifikasi guru kemenag unp
sertifikasi guru kemenag unesa
sertifikasi guru kemenag unp padang
sertifikasi kemenag jakarta utara
sertifikasi guru umum kemenag
sertifikasi mapel umum kemenag jabar
sertifikasi guru mapel umum kemenag
ukg sertifikasi kemenag
uka sertifikasi kemenag
uk sertifikasi kemenag
verifikasi sertifikasi kemenag
verifikasi sertifikasi kemenag jatim
sertifikasi halal mui vs kemenag
verifikasi sertifikasi kemenag bungo
sertifikasi kemenag wonogiri
sertifikasi kemenag wajo
sertifikasi kemenag wonosobo
www sertifikasi kemenag go id
www.sertifikasi kemenag.co.id

Kalau anda sudah memenuhi syarat PPG di atas, InsyaAllah anda bisa mengikuti PPG 2016 nanti. Tentang saja, masih beberapa bulan untuk taubat (bagi yang memakai narkoba) dan membersihkan darahnya untuk kemudian bisa mendapatkan surat bebas narkoba. Sementara, sembari nunggu 2016, kita mengajar yang baik-baik, ngopinya jangan sampai telat ya. Hehe...

Cara Cepat Mengikuti Sertifikasi Guru 2016


Artikel di atas sekarang (setelah 11/4/2016) barangkali bisa dikategorikan sebagai artikel hoax. Apa pasal? Karena ternyata isu yang sudah digembar-gemborkan di media itu tidak terbukti. Entah kenapa kemudian pemerintah melalui Kemdikbud mengubah haluan. Mengubah pola sertifikasi dengan jalur PPG menjadi PLPG semua. Wallahu a'lam.

Pemerintah melanjutkan program sertifikasi guru sebagaimana diamanatkan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dengan anggaran dari negara. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyatakan program sertifikasi guru melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dibiayai oleh Pemerintah.
"Pemerintah tetap melanjutkan upaya sertifikasi guru dengan tetap memberikan bantuan dana bagi guru untuk mengikuti program sertifikasi melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, Senin (11/4) di Jakarta.
Semua guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan 2005 dan guru yang diangkat dalam periode 2006-2015 yang belum memiliki sertifikat pendidik dapat mengikuti program sertifikasi melalui program PLPG.

Bagi guru yang ingin mendapatkan sertifikat pendidik dibebaskan untuk memilih program sertifikasi yang diselenggarakan oleh LPTK seperti PLPG atau Sertifikasi Guru melalui Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG).

Pemerintah melaksanakan beberapa upaya khusus untuk menuntaskan program sertifikasi guru melalui portofolio serta Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang sudah dilaksanakan untuk 1.638.240 guru selama ini. “Dari seluruh upaya ini masih terdapat guru yang belum tersertifikasi, yakni 555.467 guru, yang terdiri atas 116.770 guru dalam jabatan yang diangkat sampai dengan 2005 dan 438.697 guru yang diangkat dalam periode 2006-2015. Semua yang memenuhi syarat akan diarahkan untuk mengikuti PLPG,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata. (sumber: kemdikbud.go.id)
Tapi bagaimana yang sudah kadung menandatangi pakta integritas yang menyatakan siap membayar biaya selama PPG yang konon kurang lebih sekitar Rp. 15 juta itu? bagaimanapun, harus ditarik. Kalau tidak pak Anies akan segera mengadakan konferensi pers lagi.

Demikian. Hilang sudah kegalauan panjenengan semua, bukan? Semoga dapat tidur lebih nyenyak malam ini. salam

Tentang Novel Kailasa dan Saya

Jusuf AN

Seorang teman menanyakan sesuatu yang cukup membuat saya terkejut. Tentang novel terakhir saya: Kailasa, kenapa berbeda dengan novel-novel saya sebelumnya? Sebenarnya saya ingin balik bertanya, apakah si Bung sudah baca semua novel saya. Tetapi saya sudah telanjur termangu, lalu menjawab sekenanya. “Entahlah.” Barulah setelah teman saya pulang, saya kembali terusik dengan pertanyaan itu. Sialan!

Ya, kenapa novel Kailasa berbeda dengan novel saya yang lain? Kenapa saya tidak penah terpikirkan pertanyaan itu sebelumnya?

Novel pertama saya berjudul Jehenna (2009), mengisahkan pengembaraan dan perjuangan seekor Jin menghasut manusia. Lalu Burung-burung Cahaya (2010), yang sebenarnya adalah sekuel Jehenna, mengisahkan para santri penghafal al-Qur’an. Tahun 2012 terbitlah Mimpi Rasul, yang kemudian disambung dengan Pedang Rasul tahun berikutnya. Kedua novel terakhir itu, diisi tokoh-tokoh orang kota dengan kisah cinta yang konyol sekaligus mengharukan, juga dialog-dialog religius.

Sampai di sini saya cukup mafhum di mana letak perbedaannya. Empat novel saya sebelum Kailasa memiliki tebal lebih dari 400 halaman, betebaran diksi islami, di dalamnya hidup manusia dan jin yang gelisah memikirkan hubungan mereka dengan Tuhan. Berbeda dengan Kailasa, anak kelima saya itu. Ia begitu tipis, tak lebih dari 200 halaman, dengan tema dan gaya bahasa yang berbeda dengan 4 kakaknya. Walau begitu, ia anak saya juga. Dan saya tidak perlu gumun. Bukankah kita sering tidak percaya dengan masa kanak-kanak? Demikian pula dengan tulisan-tulisan kita pada masa lampau.

Benih Kailasa sendiri sebetulnya sudah terkandung sejak cukup lama, sebelum kemudian saya besarkan dengan kata, hingga akhirnya sempurna mewujud jalinan cerita.

Kailasa: novel tentang pertanian, kehidupan para petani, dengan tokoh utama seorang sarjana pertanian, benar-benar telah membuat saya mesti memeras pikiran. Kuliah saya di Fakultas Syari’ah dan Pendidikan Islam, dan sudah bertahun-tahun saya tidak pernah lagi ke sawah-ladang. Bagaimana mungkin saya bisa menghidupkan kisah dan bahkan memberi ruh dalam Kailasa sedang saya sendiri, sebelumnya, nyaris buta dengan masalah yang saya tulis?

Di situlah menantangnya sebuah proses penciptaan karya. Bukan hanya membeberkan yang sudah kita tahu (pengalaman langsung), tetapi sekaligus memaksa kita menjelajah ke dalam, menyingkap detail-detail tersembunyi, untuk kemudian digodok, disaring, direnungi, diramu dan dibumbu.
Kailasa: Jejak Tanah Surga yang Terluka


Sains dan fiksi


Kita tahu, sains dan prosa fiksi sebenarnya sudah menjalin hubungan sejak lama, meski hubungan mereka jarang diketahui. Keduanya diam-diam saling memberi, mengisi, menginspirasi. Banyak penemuan-penemuan sains yang terinspirasi oleh fiksi, dan begitu pula sebaliknya: kemajuan sains dan teknologi bisa dijadikan sumber ide yang tak ada habisnya bagi penulis fiksi.

Novel Kailasa, tentu saja tidak murni fakta (bahkan Anda tidak akan pernah menemukan Desa Kailasa di Dieng sebagaimana tersebut dalam novel), tetapi juga tidak lahir dari imajinasi thok! Jika kemudian ditemukan diksi-diksi ilmiah, bahkan di akhir novel terdapat glosarium, bukan karena novel itu diterbitkan oleh Glosaria, dan penulisnya sok ilmiah!

Saya sendiri masih ragu menyebut Kailasa sebagai science fiction. Tetapi novel tersebut memang dibangun berdasarkan data dan fakta ilmiah, baik dari sisi sejarah maupun sains. Saya memang pernah membuat tulisan panjang tentang prosa fiksi sains (bisa anda lihat di fiksi-sains.blogspot.com), dan mungkin dari situlah saya tergerak untuk menulis novel dengan gaya soft science fiction. Entahlah, merunut jejak ide kadang lebih sulit ketimbang mencari sebuah jarum di tumpukan utang. hehe

Ada kisah lain, begini: suatu hari saya pernah ditikam oleh teman sekantor yang membeli novel saya: “Novelnya kok ada saru-nya. Hem, tadinya beli buat anak, tahu ada saru-nya akhirnya nggak jadi?”

Terus aku kudu piye?

Anda yang melek sastra mungkin akan membela saya dengan mengucap dalil: “Yang saru iku pikiranmu, Lek!” Ya, saya tidak pernah berniat nulis saru, tetapi begitulah tanggapan pembaca. Saya bisa apa?

Sejak awal, bahkan saya sudah menginginkan novel Kailasa nanti bisa dibaca oleh anak-anak sekolah, tetapi juga tetap enak dibaca oleh mahasiswa sastra. Tapi saya tidak ingin menulis cerita anak atau remaja, itu mungkin lebih sulit. Saya ingin menulis cerita dewasa dengan bahasa yang bisa dipahami orang awam sastra. Anda tahu, ini jauh lebih sulit ketimbang menulis sakkarepmu.

Akibat Faktor keterbacaan harus benar-benar saya perhatikan dan karenanya saya kehilangan keliaran berbahasa. Tak apa: saya menganggap ini bagian dari eksperimentasi juga, nyaris sama ketika saya menulis novel Jehenna.

Pada akhirnya, berkat Ramat Tuhan, Kailasa selesai juga. Tetapi ia mesti bersabar, karena menginjak usia tiga tahun ia baru keluar dari percetakan untuk kemudian berbincang dengan pembaca yang budiman. Tak apa. Sebagai orang tua saya cuma bisa mendoakan, semoga ia menjadi anak yang berbakti dan bermanfaat bagi pembaca.

Wonosobo, 7 Maret 2016

Tulisan ini disampaikan dalam acara Peluncuran dan Diskusi Novel Kailasa di Hall Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta (Kampus 2), 9 Maret 2016.

Jejak Kailasa

diskusi novel kailasa
panggung acara



bedah buku novel kailasa
setelah diskusi
novel kailasa
diskusi Kailasa di Wonosobo

launching novel kailasa
panggung diskusi Gramedia Fiesta


NOVEL KAILASA: JEJAK TANAH SURGA YANG TERLUKA

Judul: Kailasa, Jejak Tanah Surga yang Terluka
Penulis: Jusuf AN, Pengasuh Tintaguru.Com
Penerbit: Glosaria, Yogyakarta
Tahun Terbit: Februari 2016
Tebal: 176 halaman

Novel ini menceritakan lika-liku kondisi pertanian masyarakat Desa Kailasa, Dieng, Wonosobo. Mereka berusaha bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan menanam kentang. Namun, kendati hasil panen jadi melimpah dan menguntungkan, kondisi tanah di daerah tersebut terancam rusak.

Yahya, seorang sarjana pertanian berusaha sekuat tenaga mengubah paradigma masyarakat Kailasa untuk mengganti pola tanam mereka. Yahya juga membujuk para petani untuk melirik potensi pariwisata, supaya lahan pertanian desa terselamatkan dari eksploitasi yang sudah keterlaluan.

novel kailasa


Baca juga: Proses Kreatif Penulisan Novel Kailasa

Berikut adalah beberapa petikan novel Kailasa


Selama puluhan tahun warga Desa Kailasa tak ada yang kelaparan, tak seorang pun. Sebab selain memanen jagung sembilan bulan sekali, mereka juga menanam ganyong dan talas yang bisa panen kapan saja. Tetapi mereka menyimpan cerita sedih ketika tentara Jepang datang merampas hasil panen mereka dan memaksa untuk menanam gandum— tanaman yang pada waktu itu masih asing bagi orang-orang Kailasa.

----

Dulu, sebelum memutuskan memilih Fakultas Pertanian, sama sekali Yahya tak mempertimbangkan soal peluang pekerjaan setelah wisuda. Bapak dan mboknya petani, ketiga kakaknya petani, semua penduduk Desa Kailasa petani meski ada beberapa yang punya pekerjaan lain, seperti tukang bangunan, guru, atau kepala desa. Bagi penduduk Kailasa seolah-olah hanya ada satu pekerjaan di dunia ini: Petani. Mungkin aku akan menjadi petani juga, pikirnya waktu itu. Tapi begitu dia mulai memperdalam ilmu Botani, Biokimia, Ekologi Pertanian, dan Ilmu Tanah, dan melihat kenyataan pola pertanian di desanya yang memedihkan perasaan, dia kemudian mengubah pikirannya: Ingin menyelamatkan alam sekaligus para petani Desa Kailasa! Keinginannya terkesan muluk-muluk, tetapi begitulah pemikiran seorang anak muda: Idealis!
---- 

Mereka menanam emas, sekaligus bom waktu, batin Yahya. Dia sudah belajar Ilmu Tanah dan Botani, tahu kalau tanah yang ditanami kentang terus menerus tanpa adanya penggantian tanaman lain lambat laun akan kehilangan kesuburan. Dan bukit-bukit yang dijadikan lahan pertanian itu, betapa sangat memprihatinkan. Erosi yang menyebabkan pendangkalan telaga tidak akan mungkin bisa dihindari dan longsor bisa terjadi kapan saja. Yahya juga sudah belajar Ilmu Kimia, dan sangat paham jika pestisida yang disemprotkan petani dua minggu sekali akan membahayakan kesehatan dan lingkungan, dan mengancam banyak satwa.

----

Desa Kailasa tidak juga berubah, kecuali jalan aspal yang mulai mengelupas, rumah-rumah yang catnya berganti, dan bangunan Masjid yang dindingnya sudah dilapisi keramik. Setiap pagi, para orang tua berangkat ke ladang bersama para buruh dan anak-anak mereka; mencangkul, menanam benih, menyiram, menyemprot pestisida, menyiangi rumput-rumput di sekitar guludan, dan memanen. Setelah kentang dipanen, mereka akan menjualnya kepada Wa Surip, dan beramai-ramai berangkat ke kota untuk memborong barang-barang baru. Mobil-mobil pribadi di Desa Kailasa semakin banyak, sementara bangunan Sekolah Dasar masih seperti dulu; catnya belum diganti dan plangnya tampak bertambah lapuk dimakan rayap.
---
Nenek moyang penduduk di pegunungan Dieng, termasuk Kailasa, konon berasal dari India, Arab, Champa, dan Mataram. Ada anggapan, orang-orang bermigrasi dari daerah rendah menuju pegunungan Dieng dikarenakan Kerajaan Mataram pada masa itu menetapkan berbagai kerja wajib dan pajak yang memberatkan rakyat. Tetapi ada pula yang menganggap bahwa migrasi para penduduk di daerah rendah menuju pegunungan diakibatkan oleh penjajahan Belanda yang sangat menyengsarakan. Orang-orang mencari tempat yang lebih tenteram dan aman, dan pegunungan adalah pilihan yang tepat. Selain tanahnya subur, daerah pegunungan lebih sulit dijangkau. Meski kemudian, setelah Belanda kalah, tentara Jepang menyebar, berbuat onar ke desa-desa, hingga sampai ke pelosok Kailasa.

----

Tidak seperti sebelum wereng datang menyerang, para petani lebih hati-hati (atau justru ceroboh) dalam merawat tanaman mereka. Jika dulu mereka hanya menyemprot obat-obatan dua minggu sekali, maka sekarang, seturut saran Changyi, menjadi dua kali dalam seminggu. Mereka tidak peduli modal besar yang dikeluarkan. Yang penting wereng tidak menyerang dan mereka dapat panen dengan hasil memuaskan. Dan musim kemarau yang benar-benar telah tiba, membuat mereka juga harus menyalakan disel, menyedot air Telaga Cebong guna menyirami kentang yang belum lama ditanam.

----

----

Dapatkan novel ini dengan harga Rp. 35.0000,- (Belum termasuk ongkos kirim)

Pemesanan, Hubungi saya: 085230373555 (SMS/Telp/WA)

Format Pesan: Novel Kailasa_Nama_Alamat



Download RPP al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013 Sesuai KMA

RPP Al-Qur'an Hadist ya dibutuhkan oleh guru al-Qur'an Hadist. Salah satunya saya. Alhamdulillah, meski tidak begitu suka dengan perubahan jadwal semester 2, saya mendapat jatah mengajar al-Qur'an Hadis, setelah sebelumnya selama hampir 5 tahun tidak mengampu mapel tersebut (terakhir tahun 2009).

Perubahan jadwal memang membuat guru mesti harus kembali belajar. Dan tidak hanya itu, guru juga mesti kembali menyiapkan perangkat mengajar yang baru. Seperti ketika seorang berpindah kerja dari tukang ojeg menjadi sopir taksi, alatnya juga mesti diganti. Begitu pula guru, dari fiqih pindah ke Qur'an Hadis otomatis juga harus membuat Perangkat baru, salah satunya RPP dan Silabus al-Qur'an Hadis

Download RPP al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013 Sesuai Permendikbud

RPP al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013

Ya, nggak apa-apa. Syukuri saja. Justru dengan itu akan mendapat hikmah salah satunya ya ini. AKhirnya saya berhasil membuat RPP Qurdis Kurikulm 2013

Setelah ke sana-kemari mencari dan tidak nemu, terpaksa saya harus membuatnya sendiri. Bagi anda yang membutuhkan silakan download RPP al-Qur'an Hadist kelas 8 Kurikulum 2013 (Klik DOWNLOAD).

Cara Membuat RPP Kurikulum 2013 sebenarnya gampang-gampang susah, tetapi memang butuh waktu. Silakan anda baca juga tulisan saya sebelumnya tentang Contoh RPP Kurikulum 2013. Syarat pertama membuar RPP Kurtilas adalah, anda harus tahu dulu aturannya. Itu sudah ada di Permendikbud 81A yang didalamnya mengatur, salah satunya tentang cara penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Perhatikan 8 Komponen RPP kurikulum 2013 berikut:


Cara membuat RPP Kurikulum 2013

Sebenarnya, tidak sama persis dengan itu tidak apa-apa, tetapi 8 komponen tersebut menurut saya memang mesti ada. Berikut adalah contoh RPP  al-Qur'an Hadist Kelas 8 Kurtilas yang saya buat:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan      :           MTs _________________
Kelas/Semester           :           VIII/ I
Materi Pokok  :           2. Kugapai Rezeki-Mu dengan Ikhtiarku
Alokasi Waktu            :   5x 2 x 40 menit (5pertemuan)

Kompetensi Inti

K-1      : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
K-2      : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
K-3      : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
K-4      : Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
3.2     Memahami isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah.
4.2.    Mensimulasikan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah.

Indikator :
  1. Menjelaskan pengertian rezeki
  2. Menjelaskan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki dari Allah swt
  3. Menjelaskan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah
  4. Mengidentifikasi isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah
  5. Menyimpulkan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah
  6. Mempresentasikan contoh-contoh sikap orang yang mencerminkan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah



C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan diharapkan  peserta didik mampu membaca, menerjemahkan dan memahami isi kandungan Q.S. Quraisy (106) dan Q.S. al- Insyirah (94)  tentang ketentuan rezeki dari Allah.

D.        Materi Pembelajaran
  • Q.S Al-Quraiys ayat 1-4
  • Terjemah dan mufradat Q.S Al-Quraiys ayat 1-4
  • Asbab an-nuzul Q.S Al-Quraiys: Surat Al-Qurays berarti “Suku Qurays” diturunkan di Makkah setelah surat At-tin. Penamaan surat tersebut diambil dari ayat pertama surat tersebut. Suku Qurays merupakan suku yang mendapat kehormatan untuk menjaga dan memelihara Bitullah atau Ka’bah.
  • Kandungan pokok surat Al-Qurays adalah sebagai berikut :
  • Kegiatan berdagang suku Qurays dalam satu tahun
  • Peringatan Allah SWt tentang suku Qurays tas segala nikmat yang diberikan kepada mereka perintah Allah kepada suku Qurays untuk hanya menyembah Allah Q.S Al-Insyirah
  • Terjemah dan mufradat Q.S Al-Insyirah
  • Asbab an-nuzul Q.S Al-Quraiys: Surat Al-Insyirah: Al-Insyirah artinya “ Kelapangan “ surah ini merupakan surat Makkiyah yang diturunkan setalah surat ad-Dhuha, dan terdiri atas delapan ayat . pemberian nama “al-Insyirah” dari ayat pertama yang berarti “ Bukankan kamu telah lapangkan “
  • Kandungan Surat Al-Insyirah memiliki pokok-pokok sebagai berikut :
  • Tasliyah ( Penghibur Hati ) bagi Nabi Muhammad Saw.
  • Penjelasan Allah Swt terhadap nikmat-nikmat nya kepada nabi Muhammad Saw
  • Peringatan bahwa dibalik kesulitan terdapat kemudahan-kemudahan
  • perintah untuk senantiasa memperhatikan waktu.
  • Memahami Hubungan Surat Al-Qurays dan Al-Insyirah
  • Telah menjadi pola sendiri dalam al-quran jika disebutkan didalamnya tidak terlepas dari dua hal yang berbeda, sesuatu hal yang istimewa atau sebaliknya. Al-quran menyebutkan bahwa Firaun adalah manusia yang paling celaka, karena mengaku dirinya tuhan. Sama halnya dengan nama-nama lainnya seperti : Namrudj, Samiri, dan Abu Lahab.
  • Al-qur’an menyebutkan salah satu kaum jazirah Mekkah dalam salah satu surah yang berisi keistimewaan atau keburukan kaum tersebut. Al-qur’an menyebutkan kaum quraisy dalam salah satu ayat sekalisgus menjadi nama surahnya yaitu Surah Al-quraisy. Penyebutkannya kaena nilai-nilai istimewa yang di miliki oleh kaum tersebut.
  • Keistimewaan bangsa atau kaum quraisy terkait dengan sejarah panjangnya sejak masa nabi Ibrahim As. Beliau bersama putranya nabi Ismail AS, berhasil membangun rumah allah ( KA’BAH ) sampai kiblat kaum muslim sedunia dalam beribadah. Dengan di kabulkan atau di ijabahkannya do’a Ibrahim dan  Ismail yang masih kecil maka menjadi suburlah tanah tersebut Saudi Arabiah. Bahkan hingga kini menjadi wilayah yang sangat makmur.
  • Walaupun dalam jangka lama bangsa Quraisy meningglkan kampung halamannya untuk berdagang, wilayah-waliyah Mekkah tetap menjadi wilayah yang aman. Peristiwa besar yang pernah jadi di Mekkah adalah upaya penghancuran Ka’bah oleh Abrahah dengan pasukan gajahnya yang saat itu bertepatan dengan lahirnya nabi terakhir zaman Muhammad Bin Abdulah. Menurut Muhammad bin Ishak dan abdurahman bin Zaid Bin Asalam, surah Al-Quraisy mengisyaratkan bahwa wilayah tersebut wilayah yang aman. Keamanan kota Mekkah di tujikan denan gagalnya Abdurrahman meghancurkan Ka’bah.
  • Memahami Keterkaitan Isi kandungan Al-Qurays dan Al-Insyirah tentang rezki dari Allah dalam kehidupan: Rezki berasal dari bahasa arab Razaza, Yarzuqu Rizqan, yang berarti nasib, bagian atau kekayaan. Rezki adalah bagian atau kekayaan yang dapat diambil dan dirasakan. Contohnya pakaian yang dipakai terus menerus hingga kusam atau makanan dan minuman yang benar-benar dimasukkan kedalam tubuh.
  • Jenis rezeki Allah sangat beragam, sama beragamnya dengan nikmat Allah. Diantara sumber rezki adalah :
  • melalui usaha sendiri
  • melalui usaha orang lain
  • dari dalam tanah
  • dari atas langit
  • Ikhtiar artinya berusaha, pemahaman mengenai arti ikhtiar tampak jelas dalam analogi makhluk Allah pada sub yang lalu, yaitu semut, dan burung yang merupakan makhluk kecil yang lemah dibandingkan manusia. Akan tetapi dengan ke istiqomahan ikhtiarnya mereka dapat memperoleh rezki dari Allah. Dengan demikian sebuah ikhtiar yang dilakukan pastilah akan menghadapi tantangan dan rintangan, baik dari Dalam maupun dari luar. Tentunya bagi seorang mukmin tidak hanya cukup dengan berikhtiar atau berusaha, tetapi harus diikuti dengan berdo’a dan bertawakal kepada Allah.

E.     Metode Pembelajaran

Pendekatan         : Pendekatan Ilmiah (scientific)
Model                 : Pembelajaran yang berbasis masalah (problem-based learning)
Metode               : Ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan

F.         Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
Media : Multimedia interaktif/CD interaktif/video
Alat     : Poster/Kartu
Sumber Belajar: Al-Qur’an dan Hadits, Buku Guru dan Buku Siswa al-Qur’an Hadis Kelas 8 MTs


G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


            Pertemuan Pertama
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.






10 menit
2.
Inti
Kegiatan Mengamati
(Download file-nya, nanti di sini akan muncul gambarnya)

  • Guru meminta peserta didik mengamati gambar berkaitan dengan tema “rezeki”
  • Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan gambarnya. Sementara peserta lain mendengarkan.
  • Guru meminta peserta didik mengangkat tangan sebelum mengeluarkan pendapatnya.
  • Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang berbicara.
  • Guru memberikan penjelasan tambahandan penguatanyang dikemukaan peserta didik tentang hasil pengamatannya


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit



            Pertemuan Kedua
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti
Kegiatan Memotivasi
  • Guru memotivasi peserta didik untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan setelah mendengarkan pendapat temanya dan penguatan dari guru serta menghubungkannya dengan materi yang sedang dibahas.
  • Kegiatan menannya
  • Peserta didik bisa bertanya dengan menggunakan kata Tanya:  apa, mengapa, bagaimana, bagaimana jika dan sebagainya. Beberapa contoh yang bisa menjadi acuan pertanyaan

No
Pertanyaan
1
Apakah sajakah macam-macam rezeki dari Allah swt?
2
Siapa saja yang berhak mendapatkan rezeki?
3
Mengapa orang perlu berikhtiyar mendapatkan rezeki?
4
Bagaimana cara orang berikhtiyar mendapatkan rezeki?
5
Bagaimana cara orang mensyukuri?

Dan seterusnya

Catatan:
  • Guru mengidentifikasi pertanyaan yang sudah dan mengangkat beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi pokok untuk dijadikan sebagai bahan pembahasan selanjutnya (diskusi/kerja kelompok)
  • Guru harus bisa mendorong peserta didik untuk kritis dan memiliki pertanyaan-pertanyaan sebanyak mungkin dan tidak perlu mengomentarinya.
  • Peserta didik mengungkapkan pertanyaan-pertanyaannya lewat lisan.
  • Guru bisa meminta salah satu peserta didik untuk menulis semua pertanyaan-pertanyaan tersebut di papan tulis atau bisa ditulis di kertas.


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit




            Pertemuan Ketiga
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti
Kegiatan membaca
  • Guru menjelaskan beberapa poin yang diramu dari beberapa poin pertanyaan siswa sebelumnya,
  • Atau guru memberi tugas siswa secara berkelompok untuk membaca dan memahami hasil bacaan yang ditentukan. Lalu secara bergiliran menjelaskan hasil bacaan masing-masing temannya yang lain secara bergantian
Kegiatan menganalisa
  • Guru meminta peserta didik tetap bersama kelompoknya.
  • Guru membagi pertanyaan-pertanyaan ke tiap kelompok.
  • Tiap kelompok mendapat tugas satu pertanyaan.
  • Guru mengingatkan setiap peserta didik untuk memperhatikan adab berdiskusi, dengan saling menghargai pendapat teman
  • Guru memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikannya. Tiap kelompok mencatat hasil diskusinya di kertas (guru bisa mengembangkan dengan kertas ukuran besar). Tiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara singkat.


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit

            Pertemuan Keempat
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti

  • Guru membimbing peserta didik untuk membaca berbagai sumber dengan tema isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah (Kegitan Membaca)
  • Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hikmah dari bacaan tersebut
  • Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap bacaan tersebut.
  • Guru memotivasi dengan meminta peserta didik membiasakan berikhtiyar dalam mencari rezeki Allah. (Kegiatan Memotivasi)
  • Setiap peserta didik diminta melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan yang yang diajukan guru, seperti:
  • Apakah rezeki  itu?
  • Bagaimanakah  hubungan antara rezeki  dengan ikhtiyar?
  • Macam-macam rezeki Allah itu apa saja?
  • Dan seterusnya.
  • Guru meminta sebagian peserta didik menyampaikan hasil refleksinya. Diusahakan memilih peserta didik yang tidak terbiasa menyampaikan pendapatnya atau komentarnya.
  • Guru menghargai setiap hasil refleksi peserta didik. Dan tidak perlu mengomentari untuk membenarkan atau menyalahkan, cukup dengan kata “bagus” atau “hebat” atau kata-kata yang memotivasi peserta didik mau mengungkapkan pendapatnya.
  • Meminta peserta didik untuk mengerjakan  uji kompetensi  yang terdapat pada buku ajar peserta didik.



60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit

            Pertemuan Kelima
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti

  • Guru meminta peserta didik untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dan siswa di “bukalah wawasanmu”
  • Peserta didik diberi waktu membaca dan menelaah “bukalah wawasanmu”
  • Guru memotivasi peserta didik untuk bisa menemukan dan mengidentifikasi macam-macam rezeki Allah, karena rezeki bukan hanya sebatas materi.
  • Jika ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya, guru bisa memberikan penjelasan singkat atau memberikan sumber-sumber bacaan yang bisa peserta didik dapatkan.


Catatan:
  • Jika ada pertanyaan yang menarik dan perlu dikaji lebih mendalam, guru bisa menjadikan pertanyaan tersebut menjadi tugas mandiri.
  • Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman. Kegiatan Merangkum
  • Peserta didik mengerjakan tugas sesuai arahan dari guru


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit





H.    Penilaian (Jenis, Instrumen, Pedoman Penskoran)

1.     Jenis/ Teknik Penilaian

No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
1.
Sikap Sosial
Observasi
2.
Pengetahuan
Tes tertulis
3.
Keterampilan
Tes  praktik

 2.      Bentuk Instrumen dan Instrumen
 
Pengamatan Sikap

Format Penilaian Individu
No
Nama Peserta didik
Aktifitas
Skor
Kerjasama
Keaktifan
Partisipasi
Inisiatif
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1


















2


















3


















4


















5


















6



















Rubrik penilaian:

No
Indikator Penilaian
Skor
1
Kerjasama
Belum memperlihatkan kerjasamanya
1
Mulai memperlihatkan kerjasamanya
2
Mulai berkembang  kerjasamanya
3
Mulai membudayakan  kerjasamanya
4
2
Keaktifan
Belum memperlihatkan keaktifannya
1
Mulai memperlihatkan keaktifannya
2
Mulai berkembang  keaktifannya
3
Mulai membudayakan keaktifannya
4
3
Partisipasi
Belum memperlihatkan Partisipasinya
1
Mulai memperlihatkan partisipasinya
2
Mulai berkembang  partisipasinya
3
Mulai membudayakan  partisipasinya
4
4
Inisiatif
belum memperlihatkan Inisiatifnya
1
mulai memperlihatkan Inisiatifnya
2
mulai berkembang  Inisiatifnya
3
mulai membudayakan  Inisiatifnya
4
Total
16

    3) Pedoman Pen-skoran

Nilai
=
Jumlah Nilai Skor Yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal (16)

Format Penilaian “Kembangkan Pikiranmu”

Format Penilaian

No.
Nama peserta didik
Aspek yang dinilai
Skor
Maks.
Nilai
Ketuntasan
Tindak
Lanjut
1
2
3
T
TT
R
P
1










2










3










4










5











Aspek dan rubrik  penilaian kelompok:

No
Indikator Penilaian
Skor

1
Kejelasan dan kedalaman informasi.
Memberikan kejelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna
30
Memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan  kurang sempurna
20
Memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap

10
2
Keaktifan dalam diskusi
berperan sangat aktif dalam diskusi
30
berperan aktif dalam diskusi
20
kurang aktif dalam diskusi
10

3
Kejelasan dan kerapian presentasi.
mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi
30
mempresentasikan dengan jelas dan rapi,
20
mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi
10
Jumlah skor maksimal
180

3) Pedoman Pen-Skoran

Nilai
=
Jumlah Nilai Skor yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal



Format Penilaian “TILAWAH AYAT”

Format Penilaian

No.
Nama peserta didik
Aspek yang dinilai
Skor
Maks.
Nilai
Ketuntasan
Tindak
Lanjut
1
2
3
T
TT
R
P



































































Aspek dan rubrik  penilaian tilawah ayat:


No
Indikator Penilaian
Skor
1
Tajwid
Melafalkan setiap lafal dengan benar dan tepat
30
Melafalkan sebagian besar dari lafal dengan benar dan tepat
20
Banyak kesalahan dalam pelafalan ayat
10
2
Fashahah
Melafalkan ayat  dengan sangat lancar
30
Menghafalkan ayat dengan cukup lancar
20
Menghafalkan ayat kurang lancar dan terbata-bata
10

3
Tartil
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan jelas dan tartil
30
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan cukup jelas dan tartil
20
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an kurang jelas dan tidak tartil
10

Pedoman Pen-Skoran


Nilai
=
Jumlah Nilai Skor yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal

Penilaian “Berlatihlah”

 Format Penilaian “Berlatihlah”

No.
Nama Peserta didik
Aspek yang dinilai
Skor
Maks.
Nilai
Ketuntasan
Tindak
Lanjut
1
2
3
T
TT
R
P
1










2










3










4










5











Aspek dan rubrik  penilaian kelompok:

No
Indikator Penilaian
Skor
1
Kedisiplinan
Tepat waktu dalam penyerahan tugas
26 – 30
Terlambat dalam penyerahan tugas
10 – 25
2
Antusiaisme
Sangat antusias dalam mengerjakan tugas
26 – 30
Biasa saja dalam mengerjakan tugas
16 – 25
Enggan mengerjakan tugas
10 – 15

3
Kejelasan dan kerapian hasil tugas
Hasil tugas yang diserahkan sangat rapi dan jelas
31 – 40 
Hasil tugas yang diserahkan cukup rapi dan jelas
21 – 30
Hasil tugas yang diserahkan tidak jelas dan asal-asalan
10 – 20

Pedoman Pen-Skoran


Nilai
=
Jumlah Nilai Skor Yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal





Mengetahui,
Kepala MTs ___________________



_______________________________
NIP. _____________________________

___________, ________________
Guru Mata Pelajaran


_______________________________
NIP. _____________________________


Baca juga:

Belajar dari contoh RPP Al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013 tersebut saya kira lebih mudah ketimbang saya menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana membuat RPP. Jadi, demikian saja postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Salam