Jalan Tengah Penyelesaian Guru Honorer

Oleh Yusuf

Suatu hari, seorang putra pengasuh sebuah pondok pesantren di Cilacap bercerita kepada saya tentang Ibunya yang menunda mendaftar haji, tetapi justru berusaha untuk membeli tanah sawah. Untuk apa? Tanah-tanah itu kemudian dipasrahkan kepada guru-guru untuk kemudian dikelola dan hasilnya digunakan sebagai ganti gaji. Ia menjadi semacam bengkok yang darinya guru-guru mendapatkan bekal hidup.

Cerita tersebut cukup menarik ketika kita membincang persoalan guru honorer di Tanah Air. Inti ibrah yang bisa kita ambil yakni seorang Ibu Nyai yang punya inisiatif serta tekad untuk bisa mengupah para guru dan tidak melulu mengandalkan uluran tangan dari pemerintah. Soal berapa luas tanah dan hasil yang diperoleh darinya, itu soal lain.

Kini kian banyak sekolah-sekolah didirikan, kebutuhan akan tenaga pendidik juga terus membludak. Pemerintah yang tidak sigap pada akhirnya mesti menerima kehadiran guru honorer (guru bantu/guru tidak tetap). Mereka diberi peran dan beban yang sama seperti guru PNS, diberi tunjangan, dan jika anggaran negara memungkinkan mereka kemudian diangkat sebagai PNS.

Patut kita perhatikan bahwa pengangkatan guru honorer menjadi PNS yang sudah beberapa kali dilakukan pemerintah bukan didasarkan pada kebutuhan guru, melainkan terbatas oleh anggaran. Itulah kenapa permasalahan guru honorer bagaikan lingkaran setan yang tidak pernah putus. Sampai sekarang kita bisa melihat, hampir selalu setiap sekolah kekurangan tenaga pendidik yang kemudian dihadirkan tenaga honorer. 

nasib guru honorer

sumbergambar: jabarmerdeka.com

Ironisnya, di tengah gaji rendah yang diterima guru honorer pemerintah justru memberikan tunjangan profesi untuk guru PNS sebesar satu kali gaji pokok. Dalihnya mungkin masuk akal, yakni peningkatan mutu pendidikan. Tetapi bersamaan dengan itu alasan pemerintah tidak bisa mengangkat guru baru karena tidak tersedianya anggaran menjadi sangat mudah dipatahkan. Dan lagi, memberikan dua kali gaji pokok kepada guru PNS jelas memunculkan api kecemburuan bagi guru non-PNS, khususnya guru honorer yang mengabdi di sekolah negeri. Demikianlah, guru honorer pantas menuntut keadilan.

Kita lihat, fenomena guru honorer turun ke jalan akhir-akhir ini kian marak. Di Wonosobo sendiri, aksi unjuk rasa guru honorer belum lama kita lihat. Hal itu wajar mengingat jalan dialog dan negosiasi sudah buntu, sementara tidak ada elemen mahasiswa atau LSM yang tertarik untuk memperjuangkan nasib mereka. Sayangnya, pemerintah tidak punya ketegasan dan arah yang jelas dalam menanggapi tuntutan-tuntutan mereka kecuali sekadar janji-janji pemanis semata. Seolah-olah para punggawa pemerintah memiliki slogan, “Kalau diupah murah saja mereka tetap bertahan, kenapa harus mahal!”

Jalan Tengah

Menghentikan pemberian tunjangan profesi guru lalu kemudian mengalihkan dananya menggaji guru honorer bisa saja ditempuh, tetapi ini jelas akan menimbulkan gejolak. Mengangkat guru honorer menjadi PNS juga mudah saja, tetapi anggaran yang terbatas tidak memungkinkan pemerintah mengangkat semua honorer yang tersisa. Sehingga pada waktunya guru honorer yang belum diangkat PNS akan menuntut hal yang sama.

Sebenarnya yang menjadi tuntutan pertama guru honorer adalah honor yang layak. Darmaningtias dalam buku Sekolah yang Memiskinkan (2004) mengatakan bahwa gaji yang rendah membuat para guru ngobjek ke sana kemari, sehingga tidak sempat beristirahat apalagi merenungkan tentang profesinya atau belajar untuk meningkatkan profesionalitasnya. Celakanya lagi, gaji yang rendah itu masih banyak dipotong untuk kepentingan yang tidak pernah jelas, baik yang berasal dari keinginan guru itu sendiri maupun dari birorasi. Kondisi itu sering membuat para guru merasa jengkel, jenuh dan frustasi.

Oleh sebab itu pemberian honor yang layak adalah prioritas yang mesti dipikirkan bersama. Dan sebagaimana cerita di awal tulisan ini, maka kepala sekolah, pengurus komite, pimpinan yayasan adalah pihak-pihak yang tidak bisa tinggal diam ketika kesejahteraan guru di lingkungannya masih minim. Alternatif penyelesaian masalah mesti segera dicarikan, sembari mendesak pemerintah memberikan solusi terbaik.

Pemaksimalan biaya operasional sekolah (BOS) sebesar 15% untuk menggaji guru honorer mestinya bisa juga diterapkan di sekolah negeri mengingat masih banyaknya guru honorer di sana. Selain itu, rancangan anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) yang digodok kepala sekolah dan pengurus komite dan diplenokan dengan wali siswa mestinya berpihak pada kesejahteraan guru honorer. Wali siswa tentunya tidak keberatan manakala ada kenaikan anggaran untuk pembiayaan guru honorer yang jelas akan sangat berpengaruh pada proses pendidikan putra-putri mereka. Sayangnya mayoritas sekolah lebih mengutamakan pembangunan gedung dan pengadaan sarana prasarana. Sampai di sini, satire berikut mungkin tepat mengakhiri tulisan ini: “Bangunlah gedung-gedung sekolah yang megah, angkatlah guru-guru dan bayarlah mereka dengan murah, lalu lihatlah apa yang terjadi!”

5 Kiat Menjadi Guru Yang Gagal

Menjadi guru adalah sebuah pilihan yang bagus bagi anda yang cakep hatinya. Namun begitu, tidak sedikit yang kemudian gagal. Entahlah. Dunia ini banyak coba. Semakin kuat anda berusaha semakin kuat angin coba menerpa. Bukankah cobaan sesuai dengan maqomnya?

Untuk menjadi guru yang hebat anda bisa seaching di internet, betapa banyak. Ada bahkan motivator-motivator khusus yang merasa percaya diri bisa membangkitkan kekuatan tersembunyi dalam diri anda, sehingga anda berubah menjadi guru hebat setelah ikut seminarnya. So, saya tidak akan banyak cingcong soal bagaimana menjadi guru hebat kali ini. Sebaliknya, perhatian saja 5 cara ajaib ini yang jika anda coba, maka anda akan benar-benar menjadi guru yang gagal. Nau’dzubillah

1. Beri Tugas, Tinggal!
Guru punya tugas, banyak. Salah satunya memberi tugas kepada siswa. Ya, memang penting. Bagaimana mungkin seorang guru bisa mengukur pencapain belajar tanpa menguji siswa. Bagaimana mungkin guru tahu siswa A jujur dan siswa B pendusta lalu berusaha untuk membimbing siswa B. Terlebih lagi, sekarang bukankah jamannya student centered learning; guru hanya sebagai fasilitator. Siswa sendiri yang lebih aktif mencari informasi, menanya, mengeskplorasi, dan pada akhirnya menemukan pengetahuannya sendiri. Dengan begitu, pengetahuan akan lebih meresap ke ke dalaman batin, dan bisa bertahan lebih lama di sana.


Oleh karena itu, berilah tugas yang pas kepada siswa. Dan tinggalkan siswa ketika ia mengerjakan tugas yang anda berikan. Dengan begitu anda akan menjadi guru yang gagal.

Bukankah siswa butuh berekspresi? Anda tidak perlu mengontrol kerja siswa, atau mendampingi mereka dalam mengerjakan tugas. Biarkan saja! Tinggalkan saja mereka. Masuk ke ruang guru seakan-akan tidak ada jam mengajar waktu itu, atau ke perpustakaan, dapur, seduhlah kopi sembari menunggu sepuluh menit sebelum waktu habis dan anda akan kembali masuk ke ruang guru untuk sekadar bertanya, “Sudah selesai? Kumpulkan!” Demikianlah, kegagalan serasa semakin dekat.

2. Kerjakan, Tumpuk, Jual!
Ini masih berkaitan dengan tugas yang dibebankan kepada siswa. Anda punya beban kerja yang berat, kami paham. Membuat administrasi, mengasuh bayi, suami, belum lagi memikirkan angsuran dan merekap penjualan tupperware minggu ini. Di meja kantor, menggunung kerjaan siswa. Untungnya anda menyuruh mereka untuk mengerjakan tugas di kertas. Jadi, anda akan katakan kepada mereka bahwa tugas sudah dikoreksi, atau tidak perlu mengatakan apa-apa. Kasihlah tugas baru, lalu tumpuk lagi, dan tinggalkan lagi. Jika sudah penuh satu dus dan mencapai berat 50 kg, waktunya anda ikat dengan rafia dan menjualnya jika sewaktu-waktu tukang rongsok lewat di depan rumah anda. Lalu lihatlah, anda pelan-pelan akan menjadi guru yang gagal, disadari atau tidak. Ajaib bukan?




3. Salahkan Siswa Jika Nilainya Buruk!
Anda sebagai guru tentu sudah berusaha mati-matian untuk membawa siswa mendapatkan ilmu sesuai dengan tujuan pembelajaran. Untungnya baru mati-matian, belum mati beneran, jadi masih sempat tobat. Metode ceramah, roll playing, sampai metode yang anda sendiri tak tahu namanya sudah anda terapkan. Hanya satu tujuan anda, agar pembelajaran dapat berhasil. Berbagai media juga sudah anda siapkan, mulai dari slide, video, gambar, peta, sampai catatan utang anda bawa dari rumah, sengaja agar lebih memudahkan siswa dalam belajar. Nyatanya ada saja siswa yang masih gagal, dan mendapat nilai ulangan harian yang buruk. Dan anda menganggap itu bukan kesalahan anda. Itu semata kesalahan siswa yang malas dalam mengikuti pembelajaran, tidak mau mengulang lagi di rumah, dan tidak menuruti kata anda untuk mengerjakan tugas. Ya, salahkan saja siswa, dan dengan begitu anda akan sempurna menjadi guru yang gagal.


guru payah


4. Ceramah Sepanjang Masa!
Kalau ada metode yang paling mudah, murah meriah, itulah ceramah. Modalnya suara dan anda sudah mendapatkan itu gratis dari Tuhan, tak boleh disia-siakan. Masuk kelas, salam, berdoa sebentar, lalu mulailah terangkan materi. Anda tidak perlu memperhatikan satu demi satu kepala tumbang di atas meja dan lupakan saja berpasang-pasang mata yang mulai sayup. Kalau ada yang sudah mulai ribut, lemparlah penghapus, pastilah manjur meredam keributan itu segera. Anda sebagai penguasa di kelas, dan tidak ada yang berani menghentikan ceramah anda. Maka, biarkan dua puluh menit melangkah tentang, dan ketika anda menyadari suara anda serak, minumlah dulu, lalu lanjutkan ceramah sampai ndower. Sampai anda menyadari seisi kelas sudah tertidur sementara penghapus belum juga kembali ke tangan anda sejak anda gunakan untuk meredam keributan. Di situlah, anda akan menjadi guru yang gagal. Selamat!

guru gagal


5. Nilai Mahal!
Nilai bukanlah semata angka yang bisa dibuat sembarangan. Sebagai guru anda menyadari betapa pentingnya membuat nilai, tidak boleh sembarangan. Anda adalah guru yang paham benar bagaimana membuat nilai di raport dan percaya bahwa ketika guru memberi nilai buruk, maka siswa akan berpikir bahwa ia mulai terancam tidak naik kelas dan dengan demikian akan mengubah sikapnya dalam belajar. Kenyataannya banyak siswa yang kemudian, gara-gara nilai buruk yang diberikan guru-guru, menjadikan mereka menjadi merasa inferior, rendah diri. Semakin banyak guru yang memberi nilai buruk maka semakin kuat tertanam dalam keyakinan sang siswa bahwa dirinya bodoh. Maka, ketika ia sudah merasa sebagai siswa yang bodoh, ia akan menganggap belajar sebagai sesuatu yang percuma, dan selamanya ia akan bodoh. Itulah kenapa untuk mendapatkan nilai yang bagus di sekolah dan universitas di negara yang pendidikannya maju sangat mudah. Nilai begitu murah di dapat. Tujuannya adalah menanamkan dalam diri siswa dan mahasiswa bahwa mereka pintar, buktinya nilainya bagus-bagus. Ah, sudahlah. Indonesia bukan Amerika. Di sini banyak orang mudah mabuk dengan predikat cum laude, angka seratus, dan ijazah. Jadi jual mahal saja nilai anda, dan lihatlah hasilnya. 
nilai buruk guru dan siswa
 

Demikianlah. Ketika anda menyadari kegagalan, maka anda akan lebih paham makna sebuah keberhasilan. Selamat mengabdi!

Kehebatan dan Kemudahan Aplikasi Raport K13 Buatan Pak Mukhtar

Aplikasi Raport Kurikulum 2013 merupakan makhluk yang cukup asing bagi saya, terlebih bagi guru-guru yang selama ini jarang bersentuhan dengan komputer. Jika dulu, guru-guru mengolah nilai secara manual, kadang-kadang dibantu kalkulator, dan kadang pula sekadar di angan-angan, maka kini, khususnya di sekolah kami, guru-guru dituntun bisa menggunakan program aplikasi pengolah nilai dan raport.

Untungnya di sekolah kami ada salah seorang guru yang ahli dalam membuat aplikasi. Namanya, Mukhtaruddin, S.Ag. Ketika masih duduk di bangku MTs, beliau adalah guru saya, dan kini beliau tetaplah guru saya, hanya saja kami kini duduk dalam satu kantor yang sama. (Update: Pak MUkhtar sekarang menjawab sebagai Pengawas Sekolah di Kemenag Wonosobo). Jika banyak sekolah kebingungan dan mencari aplikasi raport ke sana kemari, untuk mencari aplikasi raport gratis dan ada yang membeli, maka maka sekolah kami tidak. Maksudnya, tidak sepenuhnya kebingungan. Penilaian otentik kurikulum 2013 memang cukup membuat kami bingung, terlebih lagi, (bayangkan) kami belum pernah mengikuti seminar atau diklat berkaitan dengan konsep, teori, dan praktek penialaian K13.

Kehebatan dan Kemudahan Aplikasi Raport K13 Buatan Pak Mukhtar

Akhirnya, mau tidak mau, pihak madrasah berinisiatif mengadakan pelatihan sendiri, dengan pembicara atau tutor dari guru kami sendiri. Tentu saja ini tidak sepenuhnya menghilangkan kebingungan kami. Diklat tersebut tidak untuk membahas tentang konsep penilaian K13, tetapi hanya berkutat pada bagaimana teknik pemanfaatan aplikasi penilaian dan raport yang sudah dibuat oleh Pak Mukhtaruddin. Itu saja sudah membuat banyak guru puyeng. Puyeng, mumet, pusing, itu wajar saja, dan justru menandakan bahwa kami punya pikiran ke sana. (Download juga: Download Software Analisis Soal)

Di internet memang sudah banyak beredar aplikasi raport K13 baik yang gratis maupun yang free, eh maksud saya yang berbayar. Tetapi masih agak sulit untuk menemukan aplikasi raport untuk MTs, dan MA. Alhamdulillah, saya dan rekan-rekan sudah menjajalnya.

Apakah anda ingin juga menjajal kehebatan dan kemudahan aplikasi raport Pak Mukhtar ini? Silakan.

Download Aplikasi Raport Madrasah Kurikulum 2013

download software pengolah nilai

Sebenarnya, bukan hanya madrasah (MI, MTs, MA) yang bisa menggunakan aplikasi ini. SD, SMP, SMA juga bisa. Itu bisa diatur. 

Ah, saya kira, postingan ini agak terlambat, karena semiggu lagi sudah penerimaan raport. Terlebih lagi, Kemdikbud mengajak agar sekolah yang baru 1 semester menjalankan K13, termasuk sekolah kami, harus stop dulu dan kembali ke KTSP. Tetapi tak apa. Jika anda tidak tertarik untuk mendownload aplikasi juga tak masalah. Saya ingin menulis maka saya menulis. Dan yang penting, software raport dan pengolah nilai ini bisa digunakan untuk KTSP juga, tidak hanya kurikulum 2013. (Lihat  juga: Download Buku Pelajaran Kurikum 2013 untuk MI, MTs, MA)

Berikut adalah Penampakan Aplikasi Raport buatan Pak Mukhtar

aplikasi raport k13

berikut ini tampilan lama aplikasi raport. sekarang sudah diperbaharui seperti di atas. lebih lengkapnya silakan download dengan sekali klik dibagian paling bawah postingan ini.

aplikasi raport K13

raport kurikulum 2013

Jika anda sudah download aplikasi raport tersebut, tentu anda tidak perlu gambar-gambar tersebut. Nah, di dalamnya, saya hanya memberikan contoh aplikasi raport yang sudah saya isi. Karena saya adalah wali kelas VIII MTs maka, saya tidak hanya mengisi kolom nilai pengetahuan, sementara untuk nilai sikap dan keterampilan saya biarkan kosong. 

software pembuat raport

sofware pengolah nilai

Seandainya, saya mengisi semua kolom nilai dalan software pengolah nilai ini, maka kolom nilai keterampilan dan sikap akan terisi secara otomatis. 

Apa saja kelebihan Aplikasi Raport buatan Pak Mukhtar

1. Bisa digunakan untuk Raport KTSP dan K13

2. Mudah dalam penggunaannya

3. Ada petunjuk untuk memudahkan penggunaannya

4. Dan masih banyak lagi.


Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Aplikasi raport buatan Pak Mukhtar juga memiliki kelemahan. Menurut saya, kelemahannya cuma satu, yaitu ketika di save, kadang-kadang gagal atau error, yang mengakibatkan microsoft exel restart. Jika menggunakan komputer (PC), atau laptop besar yang memiliki RAM tinggi, gagal save ini jarang terjadi. Cara mengatasi ini adalah dengan menyeting Microsoft Exel untuk save otomatis setiap 5 menit atau 3 menit sekali.

Berikut adalah beberapa penampakan aplikasi nilai K13 made in Mr. Mukhtaruddin.
aplikasi nilai otomatis


Ohya, aplikasi raport ini tidak lengkap tanpa adanya aplikasi nilai. Kelemahan dan kelebihan aplikasi nilai ini juga sama. Nah, dari aplikasi pengolah nilai inilah yang nantinya tinggal di copy paste di aplikasi raport. Satu kelas, satu file. Jadi, jika anda mengajar Fiqih kelas VIII A-VIIIH seperti saya, maka ada 8 file untuk nilai mapel fiqih kelas VIII. Nilai inilah yang kemudian kita serahkan kepada wali kelas untuk dimasukkan dalam aplikasi raport. Tetapi, akan sangat repot jika setiap Wali kelas VIII kita beri filenya satu-satu. Maka, kita perlu managemen agar tidak repot.

Download Aplikasi Nilai Kurikulum 2013

download aplikasi raport kurtilas
klik di sini untuk download aplikasi raport dan pengolah nilai
Di sekolah kami, untuk memudahkan hubungan antara guru mapel dan wali kelas, ditugaskanlah seorang operator dari oknum guru untuk menampung semua nilai dari guru mapel. Setelah semua nilai terkumpul, barulah guru mapel meminta data nilai kelas untuk semua mapel.

kata kunci:
raport kurikulum 2013 mts
aplikasi raport kurikulum 2013 mts
aplikasi raport kurikulum 2013 untuk mts
format raport kurikulum 2013 mts
aplikasi raport K13 mts
contoh raport mts kurikulum 2013
model raport mts kurikulum 2013
aplikasi raport mudah digunakan

Demikianlah. Anda boleh membantah apa yang saya tulis setelah anda menjajal kehebatan aplikasi raport dan nilai buatan Pak Mukhtar ini. Tidak hanya membantah, atau tetapi anda juga boleh kok urun saran, atau memberi masukan untuk memperbaiki aplikasi raport kurikulum 2013 ini. salam
-----------
Catatan: Jika masih bingung cara penggunaannya, silahkan tanya.

RPP, Silabus PAI dan Bahasa Arab Kurtilas MTs, MA Lengkap

RPP PAI dan Bahasa Arab - Hampir semua pekerjaan membutuhkan alat, demikian juga seorang guru. Guru adalah sebuah profesi fungsional yang membutuhkan beberapa alat untuk menunjang pekerjaannya. Alat-alat tersebut, biasa disebut sebagai perangkat mengajar. Di dalamnya tertuang rencana, proses, dan juga evaluasi. Tanpa adanya alat, bisa jadi guru kurang maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Mengutip pendapat Hobri (2009: 46) dari sebuah situs, dikemukakan bahwa pengertian Perangkat pembelajaran yaitu sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan siswa dan guru melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses pembelajaran dapat berupa RPP, LKS, Buku Siswa, Instrumen aktivitas guru/siswa, Silabus, tes hasil belajar, serta media pembelajaran.

silabus rpp terbaru


Adakalanya guru memiliki alat-alat tersebut, baik RPP, Silabus, Prota, Promes, Kaldik, Pemetaan SK-KD, buku Nilai, Buku ajar, dan lain sebagainya, tetapi guru tidak pernah membacanya, hanya mendiamkan saja filenya di komputer, sudah diprint dan ditandatangi dan sudahlah. Maka tentu saja tidak ada bedanya dengan guru yang tidak memiliki atau membawa alat.

Dari sekian banyak perangkat pembelajaran yang ada, RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembejaran adalah satu jenis perangkat yang paling sering membuat guru gelisah. Selain juga prota dan promes. Sementara untuk Silabus, buku siswa, prota, promes, kaldik biasanya sudah banyak disediakan dan tersebar di dunia maya (meski agak pusing juga mencarinya). Bahkan untuk Kurikulum 2013, guru tidak perlu lagi memusingkan Silabus, karena itu memang sudah disediakan oleh negara. Meski untuk Silabus mapel PAI (Fiqih, Qur’an Hadist, SKI, Akidah Akhlak) dan bahasa arab kelas VIII baru selesai disusun sekitar september 2015 sementara pemebajaran sudah dimulai jelas Juli 2015, dan sekarang juga masih belum diunggah di situs kemenag.go.id, entah kenapa.

Buku pegangan guru dan siswa mapel PAI dan Bahasa Arab Kelas VIII juga belum diunggah, meski beberapa sekolah, termasuk sekolah saya sudah membeli paketan buku-buku tersebut pada bulan September 2015. Apakah ini ada kaitannya dengan bisnis perbukuan? Bisa jadi. Kalau buku-buku mapel PAI dan bahasa arab kelas 8 diunggah maka bisa jadi banyak penerbit akan segera mencetak buku yang sejenis, bahkan sama. Ya, bisa jadi itu alasannya.

Baiklah, berikut adalah perangkat guru mapel PAI dan Bahasa Arab Kelas VII, VIII, IX Kurikulum 2013. Beberapa link yang masih kosong insya Allah akan segera dilengkapi dalam beberapa hari ke depan.

RPP dan Silabus PAI (Qurdis, Akidah Akhlak, Fiqih, SKI) dan Bahasa Arab MTs dan MA

RPP Kurikulum 2014

SPONSOR

Baiknya satu-satu ya, perkelas, perjenjang, mulai dari RPP, kemudian di bawahnya ada silabus, prota, promes, dan pemetaan KI-KD. 

RPP dan Silabus PAI dan Bahasa Arab Kurtilas Kelas 7- VII


RPP dan Silabus PAI dan Bahasa Arab Kurtilas Kelas VII


RPP Akidah Akhlak Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Akidah Akhlak Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Al-Qur’an Hadist Kelas VII Kurikulum 2013 (download)

Silabus Al-Qur’an Hadist Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Fiqih Kelas VII Kurikulum 2013 (Buka link rpp fiqih tersebut)

Silabus Fiqih Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

RPP SKI Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus SKI Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Bahasa Arab Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Bahasa Arab Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

RPP dan Silabus PAI dan Bahasa Arab Kurtilas Kelas 8 - VIII



RPP Akidah Akhlak Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Akidah Akhlak Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Al-Qur’an Hadist Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Al-Qur’an Hadist Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Fiqih MTs Kurikulum 2013 Kelas VIII  (Download melalui tautan itu)

Silabus Fiqih MTs Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

RPP SKI Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus SKI Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Bahasa Arab Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Bahasa Arab Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

SILABUS Mapel PAI Kelas IX MTs

Silabus Akidah Akhlak Kelas IX
Silabus Fiqih Kelas IX
Silabus Al-Qur’an Hadis Kelas IX
Silabus SKI kelas IX
Silabus Bahasa Arab Kelas IX

RPP Mapel PAI Kelas IX MTs

RPP Akidah Akhlak Kelas IX
RPP Fiqih Kelas IX
RPP Al-Qur’an Hadis Kelas IX
RPP SKI kelas IX
RPP Bahasa Arab Kelas IX

RPP dan Silabus PAI (Qurdis, Akidah Akhlak, Fiqih, SKI) dan Bahasa Arab MA


RPP dan Silabus PAI dan Bahasa Arab Kurtilas Kelas 10-X



RPP Akidah Akhlak Kelas X Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Akidah Akhlak Kelas X Kurikulum 2013 (Download)

RPP Al-Qur’an Hadist Kelas X Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Al-Qur’an Hadist Kelas X Kurikulum 2013 (Download)

RPP Fiqih Kelas X Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Fiqih Kelas X Kurikulum 2013 (Download)

RPP SKI Kelas X Kurikulum 2013 (Download)

Silabus SKI Kelas X Kurikulum 2013 (Download)

RPP Bahasa Arab Kelas X Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Bahasa Arab Kelas X Kurikulum 2013 (Download)

Untuk silabus MA Kelas X Kurikulum 2013 Reguler mapel PAI dan Bahasa silakan download semuanya dalam file .rar melalui link ini (Download)

Untuk silabus MA Kelas X Peminatan Keagamaan silakan download semuanya dalam file .rar melalui link ini (Download)

RPP dan Silabus PAI dan Bahasa Arab Kurtilas Kelas 11-XI


Download RPP Akidah Akhlak Kelas XI Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Akidah Akhlak Kelas XI Kurikulum 2013

RPP Al-Qur’an Hadist Kelas XI Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Al-Qur’an Hadist Kelas XI Kurikulum 2013

RPP Fiqih Kelas XI Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Fiqih Kelas XI Kurikulum 2013

RPP SKI Kelas XI Kurikulum 2013 (Download)

Silabus SKI Kelas XI Kurikulum 2013

RPP Bahasa Arab Kelas XI Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Bahasa Arab Kelas XI Kurikulum 2013

Untuk silabus MA Kurikulum 2013 edisi revisi Kelas XI Reguler maupun peminatan keagamaan mapel PAI dan Bahasa silakan download semuanya dalam file .rar melalui link ini (Download)

RPP dan Silabus PAI dan Bahasa Arab Kurtilas Kelas 12 - XII


RPP Akidah Akhlak Kelas XII Kurikulum 2013(Tunggu Tahun Depan)

Silabus Akidah Akhlak Kelas XII Kurikulum 2013(Tunggu Tahun Depan)

RPP Al-Qur’an Hadist Kelas XII Kurikulum 2013(Tunggu Tahun Depan)

Silabus Al-Qur’an Hadist Kelas XII Kurikulum 2013(Tunggu Tahun Depan)

RPP Fiqih Kelas XII Kurikulum 2013(Tunggu Tahun Depan)

Silabus Fiqih Kelas XII Kurikulum 2013(Tunggu Tahun Depan)

RPP SKI Kelas XII Kurikulum 2013(Tunggu Tahun Depan)

Silabus SKI Kelas XII Kurikulum 2013(Tunggu Tahun Depan)

RPP Bahasa Arab Kelas XII Kurikulum 2013(Tunggu Tahun Depan)

Silabus Bahasa Arab Kelas XII Kurikulum 2013 (Tunggu Tahun Depan)

Ohya, barangkali ada yang butuh juga Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes) Serta Pemetaan SK-KD, berikut adalah linknya (Semoga bisa segera melengkapinya)

PRota dan Promes Kurtilas MTs dan MA


Prota Promes SKI Kelas VII Kurikulum 2013

Prota Promes Fiqih Kelas VII Kurikulum 2013

Prota Promes Al-Qur’an Hadist Kelas VII Kurikulum 2013

Prota Promes Akidah Akhlak Kelas VII Kurikulum 2013

Prota Promes Bahasa Arab Kelas VIII Kurikulum 2013

Prota Promes SKI Kelas VIII Kurikulum 2013

Prota Promes Fiqih Kelas VIII Kurikulum 2013

Prota Promes Al-Qur’an Hadist Kelas VIII Kurikulum 2013

Prota Promes Akidah Akhlak Kelas VIII Kurikulum 2013

Prota Promes Bahasa Arab Kelas VIII Kurikulum 2013

Prota Promes SKI Kelas IX Kurikulum 2013 (Tunggu Tahun Depan)

Prota Promes Fiqih Kelas IX Kurikulum 2013 (Tunggu Tahun Depan)

Prota Promes Al-Qur’an Hadist Kelas IX Kurikulum 2013 (Tunggu Tahun Depan)

Prota Promes Akidah Akhlak Kelas IX Kurikulum 2013 (Tunggu Tahun Depan)

Prota Promes Bahasa Arab Kelas X Kurikulum 2013

Prota Promes SKI Kelas X Kurikulum 2013

Prota Promes Fiqih Kelas X Kurikulum 2013

Prota Promes Al-Qur’an Hadist Kelas X Kurikulum 2013

Prota Promes Akidah Akhlak Kelas X Kurikulum 2013

Prota Promes Bahasa Arab Kelas X Kurikulum 2013

Prota Promes SKI Kelas XI Kurikulum 2013

Prota Promes Fiqih Kelas XI Kurikulum 2013

Prota Promes Al-Qur’an Hadist Kelas XI Kurikulum 2013

Prota Promes Akidah Akhlak Kelas XI Kurikulum 2013

Prota Promes Bahasa Arab Kelas XI Kurikulum 2013

Prota Promes SKI Kelas XII Kurikulum 2013 (Tunggu Tahun Depan)

Prota Promes Fiqih Kelas XII Kurikulum 2013 (Tunggu Tahun Depan)

Prota Promes Al-Qur’an Hadist Kelas XII Kurikulum 2013 (Tunggu Tahun Depan)

Prota Promes Akidah Akhlak Kelas XII Kurikulum 2013 (Tunggu Tahun Depan)

Prota Promes Bahasa Arab Kelas XII Kurikulum 2013 (Tunggu Tahun Depan)

Pemetaan SK-KD Kurtilas MTs dan MA


Pemetaan KI-KD Mapel PAI dan Bahasa Arab MTs, MA

Pemetaan KI-KD SKI Kelas VII Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Fiqih Kelas VII Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Al-Qur’an Hadist Kelas VII Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Akidah Akhlak Kelas VII Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Bahasa Arab Kelas VIII Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD SKI Kelas VIII Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Fiqih Kelas VIII Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Al-Qur’an Hadist Kelas VIII Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Akidah Akhlak Kelas VIII Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Bahasa Arab Kelas VIII Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD SKI Kelas IX Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Fiqih Kelas IX Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Al-Qur’an Hadist Kelas IX Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Akidah Akhlak Kelas IX Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Bahasa Arab Kelas X Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD SKI Kelas X Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Fiqih Kelas X Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Al-Qur’an Hadist Kelas X Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Akidah Akhlak Kelas X Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Bahasa Arab Kelas X Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD SKI Kelas XI Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Fiqih Kelas XI Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Al-Qur’an Hadist Kelas XI Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Akidah Akhlak Kelas XI Kurikulum 2013

Pemetaan KI-KD Bahasa Arab Kelas XI Kurikulum 2013

Prota Promes SKI Kelas XII Kurikulum 2013

Prota Promes Fiqih Kelas XII Kurikulum 2013

Prota Promes Al-Qur’an Hadist Kelas XII Kurikulum 2013

Prota Promes Akidah Akhlak Kelas XII Kurikulum 2013

Prota Promes Bahasa Arab Kelas XII Kurikulum 2013


Apakah membuat RPP Kurikulum 2013 ini sulit? Sebenarnya tidak. Anda sarjana kan, pernah membuat skripsi kan, kira-kira lebih sulit mana? Format RPP K13 jelas, sudah ada banyak contohnya, meski berbeda dengan fotmat RPP KTSP. Mungkin anda perlu juga membaca perbedaan RPP KTSP dan K13. Silakan.

Ternyata cukup melelahkan juga membuat postingan semacam ini. Tapi semua bisa membuat anda tetap tersenyum di tengah pekerjaan yang tidak sebatas admistratif.

Kumpulan Silabus dan RPP Kurikulum 2013 MTs

Download RPP - Tulislah apa yang akan kamu kerjakan dan apa yang sudah kamu kerjakan. Saya ingat kalimat yang pernah disampaiakan oleh atasan saya, entah mengutip kalimat siapa. Tugas seorang guru selain mengajar adalah merencanakan pembelajaran, meski kadang-kadang rencana hanya berhenti pada rencana, pada teks yang hanya administraf belaka. Semoga tidak demikian dengan kita.

download rpp fiqih mts


Berikut ini merupakan administrasi guru berupa perangkat pembelajaran yang saya buat pada tahun pelajaran 2014/2015 berupa Silabus, Prota, Promes, RPP Fiqih. Karena Kelas VIII di Madrasah kami masih menggunakan KTSP maka perangkat pembelajaran ini disusun sebagaimana tata cara penyusunan perangkat pembelajaran KTSP.

Silahkan lihat dan download rpp fiqih beserta silabus dan lain-lain berikut ini:

1. Silabus Mata Pelajaran Fiqih Kelas VIII Th. Pelajaran 2014/2015
2. Program Tahunan Mata Pelajaran Fiqih Kelas VIII Th. Pelajaran 2014/2015
3. Program Semester Mata Pelajaran Fiqih Kelas VIII Th. Pelajaran 2014/2015
4. RPP Mata Pelajaran Fiqih Kelas VIII Th. Pelajaran 2014/2015

UPDATE: Download RPP Fiqih Kelas 8 Kurikulum 2013
Download RPP al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013

Pesan Sponsor



SILABUS DAN RPP LAINNYA:

RPP dan Silabus PAI dan Bahasa Arab Kurtilas Kelas VII



RPP Akidah Akhlak Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Akidah Akhlak Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Al-Qur’an Hadist Kelas VII Kurikulum 2013 (download)

Silabus Al-Qur’an Hadist Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Fiqih Kelas VII Kurikulum 2013 (Buka link rpp fiqih tersebut)

Silabus Fiqih Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

RPP SKI Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus SKI Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Bahasa Arab Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Bahasa Arab Kelas VII Kurikulum 2013 (Download)

RPP dan Silabus PAI dan Bahasa Arab Kurtilas Kelas VIII


RPP Akidah Akhlak Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Akidah Akhlak Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Al-Qur’an Hadist Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Al-Qur’an Hadist Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Fiqih MTs Kurikulum 2013 Kelas VIII (Download melalui tautan itu atau KLIK INI)

Silabus Fiqih MTs Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

RPP SKI Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus SKI Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

RPP Bahasa Arab Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)

Silabus Bahasa Arab Kelas VIII Kurikulum 2013 (Download)


SILABUS Mapel PAI Kelas IX MTs

Silabus Akidah Akhlak Kelas IX
Silabus Fiqih Kelas IX
Silabus Al-Qur’an Hadis Kelas IX
Silabus SKI kelas IX
Silabus Bahasa Arab Kelas IX

RPP Mapel PAI Kelas IX MTs

RPP Akidah Akhlak Kelas IX
RPP Fiqih Kelas IX
RPP Al-Qur’an Hadis Kelas IX
RPP SKI kelas IX
RPP Bahasa Arab Kelas IX
kata kunci:

RPP PAI MTs Kelas 8 Kurtilas

rpp fiqih mts kurikulum 2013
rpp bahasa arab mts kurikulum 2013
contoh rpp akidah akhlak mts kurikulum 2013
rpp dan silabus bahasa arab mts kurikulum 2013
rpp kurikulum 2013 mts bahasa arab
contoh rpp fiqih mts kurikulum 2013
contoh rpp ski mts kurikulum 2013
download rpp fiqih mts kurikulum 2013
silabus dan rpp fiqih mts kurikulum 2013
download rpp ski mts kurikulum 2013
rpp kurikulum 2013 mapel fiqih mts
rpp fiqih mts kelas vii kurikulum 2013
rpp fiqih mts kelas 7 kurikulum 2013
rpp ski mts kurikulum 2013

rpp fiqih mts kurikulum 2013 doc

rpp fiqih mts kurikulum 2013 kelas 8
rpp fiqih mts kurikulum 2013 pdf
rpp fiqih mts kurikulum 2013 kelas 7
rpp fiqih mts kurikulum 2013 kelas 9
rpp fiqih mts kurikulum 2013 gratis
contoh rpp bahasa arab mts kurikulum 2013
silabus quran hadis mts kurikulum 2013
download rpp bahasa arab mts kurikulum 2013

rpp dan silabus ski mts kurikulum 2013

rpp dan silabus fiqih mts kurikulum 2013
rpp dan silabus akidah akhlak mts kurikulum 2013
rpp akidah akhlak mts kurikulum 2013
silabus fiqih mts kurikulum 2013
rpp bahasa arab mts kurikulum 2013.doc
rpp bahasa arab mts kurikulum 2013 kelas 8
rpp bahasa arab mts kurikulum 2013 kelas 7

rpp kurikulum 2013 mts aqidah akhlak kelas 8

rpp qur'an hadits mts kurikulum 2013 kelas viii
silabus akidah akhlak mts kurikulum 2013
rpp kurikulum 2013 mts bahasa arab kelas 7
contoh rpp kurikulum 2013 bahasa arab mts
contoh rpp kurikulum 2013 mts fiqih
contoh rpp kurikulum 2013 ski mts
rpp kurikulum 2013 mts ski
silabus dan rpp bahasa arab mts kurikulum 2013
rpp fiqih mts kelas 7 kurikulum 2013 lengkap


Beberapa link Silabus dan RPP Kurikulum 2013 MTs yang belum tersedia, segera menyusul. Doakan semoga selalu sehat. Semoga apa yang sudah kita kerjakan dapat bermanfaat untuk kelancaran tugas-tugas kita. salam

Bertahan Mengabdi atau Resign Sejak Dini


Menjadi guru tidak gampang, bahkan membayangkan saja sudah cukup ribet. Anda tahu, menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi di kelas, mengurus administrasi pembelajaran, membuat nilai, berkomunal dengan warga dan lingkungan sekolah, tetapi juga bagaimana anda menjalani rutinitas di lingkungan sekolah yang tidak sehari dua hari. 

Meski profesi guru memiliki sekian konsekuensi dan beban yang berat, toh minat orang yang tertarik menggeluti profesi ini tidak menurun, bahkan cenderung meningkat. Tentu dengan aneka motivasi. Mereka yang berminat menjadi guru mungkin mengira jadi guru itu enak seluruhnya, mulia tanpa cela, dan bisa mengakibatkan kaya. Yang terakhir itu yang paling menantang banyak orang.

Di sisi lain kita juga menemukan orang yang sudah menjadi guru, lalu memilih resign, beralih menjadi bakul bubur atau sales asuransi. Barangkali apa yang ia bayangkan dulu tidak semanis kenyataan. Atau ada faktor lain, tidak melulu soal gaji yang rendah, bisa saja. Ya, bertahan atau memilih hengkang hanya soal pilihan. Dan belum tentu juga yang memilih tetap bertahan sebagai guru otomatis masuk kategori guru super, sedang yang memilih resign adalah termasuk golongan orang-orang yang kalah.

Sesekali tanyakanlah kepada mereka yang sudah menjadi guru puluhan tahun, kenapa gigih benar, rela menghabiskan umur di sekolahan? Kalau mereka gigu menjawab, atau tak yakin dengan jawabannya sendiri, cari yang lain. Ada sebagian orang jujur, mengungkap bahwa tetap bertahan menjadi guru adalah pilihan yang paling tepat bagi mereka. “Jadi guru itu enak, Mas. Bisa sante, senang ketemu anak-anak tiap hari, dan alhamdulillah bisa nabung untuk naik haji.” Itu jenis jawaban yang kalem, tidak terlalu terbuka, remang-remang, dan jauh dari keinginan ingin disebuh guru super. Ia hanya merasa sudah telanjur nyaman. Dan bukankah yang paling dicari dan didambakan orang adalah faktor kenyamanan? Apa salah? Yang menunjang kenyamanan menjalani profesi guru sendiri macam-macam, mulai dari lingkungan sosial, gaji, jarak, sarana dan prasarana sekolah, juga kerja dan tanggung jawab yang barangkali dianggap masih mampu diemban.

Sebagian yang lain, yang saya yakini jumlahnya lebih sedikit, memilih tetap bertahan menjadi guru karena menganggap bahwa inilah sebenar-benar pengabdian dan perjuangan, di sinilah ruang bagi kita untuk ambil bagian mencerdaskan anak bangsa, atau bahkan jihad—walau hanya menyampaikan satu ayat. 

Kenapa saya yakin jumlah guru jenis ini lebih sedikit dan bahkan langka? Gampang saja, ambillah misal, Pemerintah memangkas 50 persen gaji guru, barangkali 50 persen guru memilih mengundurkan diri. Sementara 50 persen sisanya bertahan bukan karena hebat seluruhnya; sebagian masih menjalani tugasnya meski lesu, sebagian lagi berkumpul di Istana Merdeka untuk menurunkan Presiden.

Persis! Anda percaya sekarang: Logika, idealisme, istikomah, seringkali luluh lantak jika bergelut dengan urusan perut. Jihad tak harus mengajar, mencerdaskan bangsa tak harus menjadi guru, berjuang dan menjadi guru tidak melulu di sekolah, begitulah barangkali para guru yang dulu berpandangan idealis akan berkilah, jika sampai Pemerintah tidak lagi membayar mereka.

Syukurlah pemerintah tidak benar-benar menguji para guru dengan cara sadis itu, tetapi justru menaikkan gaji guru dan memberikan tambahan uang makan serta tunjangan profesi. Sampai di sini, guru terkesan dimanjakan. Tujuan utamanya sebenarnya bagus, yakni agar guru lebih fokus pada profesinya, dapat benar-benar memegang idealismenya, dan selalu memperbaiki niatnya. Sayangnya, tujuan tersebut tidak sepenuhnya berhasil, untuk tidak menyebutnya gagal total. Lihat saja pendidikan kita, dengan guru sebagai ujung tombaknya, sampai sekarang belum terlihat adanya perubahan, kecuali kulitnya.

Ketika Resign Menjadi Pilihan


Suatu ketika saya menulis begini: “Berhenti wae jadi guru, terus dadi penyair wae, apa nulis novel sambil ngadep bojo. Lha piye, timbang mulang setengah-setengah, gaji yo ra sepiro. Pahala nggak dapat, gaji yo ora impas karo rega beras.” 

Tulisan pendek yang saya sebar di media sosial itu menuai tanggapan yang beragam. Saya berterimakasih kepada mereka yang sudah memberi saran, menasehati kesabaran, dan menganjurkan saya untuk jualan cilok.

Bagaimana pun tulisan pendek semacam itu tidak cukup mewakili perasaan saya seluruhnya. Tetapi, Anda tahu, ada ribuan guru yang sebenarnya punya perasaan yang nyaris sama dengan saya, tetapi enggan, malu, atau takut mengungkapkannya.

Pikiran untuk berhenti menjadi guru muncul karena kadang-kadang saya merasa tidak pantas dan tidak bisa menjadi guru yang baik. Saya merasa memikul tanggung jawab yang berat, sementara di luar sana banyak orang yang lebih kompeten dan siap menggantikan saya kapan saja.

Anda tentu tidak asing lagi dengan fenomena guru honorer. Ya, gaji guru honorer memang tidak bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan ini kerap membuat saya dan mereka yang senasib berpikir untuk berbalik arah. Tetapi bukan itu benar yang membuat saya gelisah dan berpikir untuk resign.

Soal rejeki, saya selalu meminta kepada Yang Maha Mencukupi, dan alhamdulillah Ia begitu baik. Tapi yang perlu dicatat, rejeki yang Tuhan berikan datang bukan langsung dalam bentuk uang atau makanan, melainkan dalam wujud kemudahan mendapatkan pekerjaan lain. Pekerjaan-pekerjaan sampingan (yang kadang menghasilkan pundi-pundi lebih besar) itulah kerap menggangu saya sehingga tidak maksimal dalam menjalankan profesi mulia ini.

Guru memang tidak dilarang memiliki kerja sampingan. Bahkan K.H Maimun Zubair pernah menyarankan agar guru, dosen, dan Kiai untuk memiliki usaha sampingan, sehingga tidak mengandalkan bayaran orang lain. Karena dengan begitu, guru akan lebih ikhlas menjalani profesinya.

Saya takdzim pada beliau, tanpa tapi. Hanya saja ikhlas di sini mesti kita maknai sebagai totalitas, bukan sekadarnya. Kalau kemudian dengan dobel atau tripel pekerjaan tugas pokok seorang guru jadi terbengkelai, bagaimana? Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Apapun pilihan kita, berhenti atau bertahan menjadi guru, sudah semestinya guru menggelisahkan kualitas pribadinya sekaligus mereview amanah yang hinggap di punggungnya. Menjadi guru itu sesuatu yang menyenangkan, saya menjadi saksi atasnya. Semoga Tuhan menunjukkan jalan yang terbaik, bukan jalan kesesatan yang jauh dari Ridho-Nya. Salam