Catatan Harian Mbeling

Info Lomba

Cerpen

Buku

Gallery

Tumpang Tindih Aturan Rugikan Siapa?

problema guru honorer
Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis surat terbuka untuk Kemdikbud dan LPMP terkait dengan NUPTIK guru non PNS di madrasah negeri. Tulisan tersebut bermula dari kejengkelan saya karena beberapa teman saya tidak bisa memiliki NUPTK dan menghalangi mereka untuk mendapatkan tunjangan dan mengikuti program-program lainnya.

Malam ini, iseng-iseng saya blog walking ke situs kementerian agama, lalu menuju Direktorat Pendidikan Madrasah yang beralamat di sini: http://madrasah.kemenag.go.id/. Ada info penting yang saya temukan yang masih ada kaitannya dengan surat terbuka saya.

Info tersebut adalah tentang Surat Edaran Dirjen Pendis tentang Pengaktifan NUPTK. Saya download,  lalu saya baca pengantarnya. Surat tersebut tertanggal 5 Januari 2015. Inti dari surat tersebut adalah himbauan tentang pentingnya NUPTK bagi tenaga pendidik dan kependidikan. Di phoin lain juga dijelaskan bahwa Guru Non PNS yang bertugas di Madrasah negeri syarat untuk mendapatkan NUPTK pengajuannya ke LPMP bisa dengan SK Kepala Madrasah Negeri.  Dasar hukumnya adalah Keputusan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2014 tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran dan Pelaksana Tugas Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan Kementerian Agama dan Surat edaran Dirjen Pendidikan Islam nomor sekian....sekian...sekian (nanti dibaca sendiri saja) tanggal 10 Oktober 2014 tentang Kepala Madrasah Negeri sebagai Penanda Tangan Surat Keputusan Pengangkatan Guru Bukan PNS di Madrasah Negeri.

Surat tersebut ditandatangi oleh Prof. Dr. Phil. Kamarudin Amin MA selaku Dirjen Pendis.

Entahlah. Saya memposting surat terbuka itu pada tanggal 13 Oktober 2014 sementara surat edaran Dirjen tersebut tertanggal 10 Oktober 2014. Tapi kenapa waktu itu LPMP menolak untuk mengurus NUPTK teman-teman guru non PNS yang mengabdi di Madrasah Negeri? Saya tidak sedang bertanya kepada rumput yang kering.

Dari kasus tersebut kita bisa melihat adanya aturan yang tumpang tindih. LPMP mewajibkan guru honorer di sekolah dan madrasah negeri punya SK Bupati atau Kanwil Kemenag sementara Dirjen Pendis membolehkan. Ini yang pertama.

Lalu soal ini:
Status Guru Non PNS Masihkan Bisa Disebut Ilegal

Saya ulangi paragraf ini: Bahwa ternyata sudah ada Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2014 tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran dan Pelaksana Tugas Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan Kementerian Agama dan Surat edaran Dirjen Pendidikan Islam nomor sekian....sekian...sekian (nanti dibaca sendiri saja) tanggal 10 Oktober 2014 tentang Kepala Madrasah Negeri sebagai Penanda Tangan Surat Keputusan Pengangkatan Guru Bukan PNS di Madrasah Negeri.

Sementara, sebagaimana pernah saya singgung dalam tulisan  status guru honorer dalam Pasal 8 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 tahun 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Silip (CPNS) menyebutkan bahwa Instansi Negeri dilarang mengangkat pegawai baru.

Bagaimana ini? Kementerian Agama membolehkan dan menganggap sah kepala Madrasah Negeri mengangkat guru non PNS sementara PP melarangnya. Dua aturan tersebut seakan tumpang tindih dan saling kontradiktif. Pertanyaannya, masihkan pantas Guru Honorer/Non-PNS dianggap ilegal?

Jika anda penasaran ingin membaca surat edaran Dirjen tersebut silahkan meluncur ke sini: Surat Edaran Dirjen Pendis tentang Pengaktifan NUPTK

Yusuf 1/17/2015 0

Menjadi Amatir yang Profesional

Oleh: Jusuf AN

Diskusi Jurnalisme Zombie di Kafe EsEm - Wonosobo
Diskusi Jurnalisme Zombie di Kafe EsEm - Wonosobo
Demikianlah, saya sudah memikirkan judul utama tulisan ini seminggu sebelum saya mulai menuliskannya. Waktu itu, malam. Di sebuah warung kopi saya menghadiri diskusi dengan tema yang seru, dengan pembicara yang seru pula. Di kota kecil seperti Wonosobo, kegiatan diskusi pada malam hari dengan pembicara yang seru bisa dikatakan masih langka. Maka, ketika saya mengetahui ada acara semacam itu, saya berusaha untuk datang, meski istri saya agak cemburu dan mrengut ketika saya pulang tengah malam.

Tema diskusi malam itu Jurnalisme Zombie dengan pembicara Farid Gaban, seorang jurnalis senior asal Wonosobo. Kebetulan Mas Farid sedang pulang ke Wonosobo dan kemudian, salah seorang teman bernama Haqqi Al-Anshory yang begitu giat nguri-uri budaya diskusi ‘menculik’ Mas Farid untuk berbagi.

Ketika mendengar istilah jurnalisme zombie, seketika saya teringat pada istilah blog zombie. Sebagai orang yang sudah cukup lama melanglang buana di dunia Google, mengarungi forum-forum Blogger dan internet marketing, istilah blog zombie bukanlah sesuatu yang asing bagi saya. Blog Zombie adalah blog yang sudah mati, sudah didelete oleh pemiliknya, tetapi dengan beberapa jurus (tanpa kemenyan) sederhana blog itu bisa dihidupkan kembali. Dunia Internet Marketer memang aneh, bahkan sinting. Orang bisa berjualan apa saja, mulai dari obat kuat, ebook, tas, blog, sampai fans page facebook, akun twitter, G+, dan juga blog zombie. Fungsi obat kuat jelas untuk meningkatkan vitalitas, tetapi untuk apa orang membeli fans page facebook dan akun twitter dengan harga jutaan? Untuk apa pula blog zombie diperjual belikan? Jawabannya adalah sebagai alat dalam bisnis yang mereka geluti.

Dengan memiliki fans page facebook dan akun twitter yang banyak followernya maka marketer bisa mempromosikan jualannya. Jualan para internet marketer tidak melulu berupa barang atau jasa pembuatan web dan SEO (search engine optimization). Banyak di antara mereka tidak berjualan secara langsung, kecuali hanya membuat postingan yang kemudian di bagian sidebar-header-post bellow-bawah judul-dan bahkan di tengah-tengah postingan terdapat iklan yang kadang-kadang melayang-layang bagaikan pocong. Dari sanalah para internet marketer memunguti recehan dari pengunjung yang sengaja maupun tidak mengeklik iklan.

Lalu blog zombie itu? Mungkin setiap hari ada blog yang mati tanpa dikuburkan, dan itu bisa dihidupkan lagi oleh netizen. Bagi para pemburu blog Blog zombie, yang dicari adalah blog-blog yang sudah punya maqam (alexa rank, page rank) tinggi karena itu bisa digunakan sebagai blog dummy (apa lagi ini?) untuk menanam backlink, atau bisa pula dihidupkan lagi untuk dijadikan blog utama. Karena sudah punya posisi yang baik di search engine maka dengan menghidupkan blog zombie yang bagus konon bisa cepat menaikkan rating sebuah blog. Kepada kalian yang masih awam soal blog mohon maaf untuk istilah-istilah ini: Backlink, page range, serp, blog dummy.

Ketika suatu ketika saya menceritakan tentang dunia internet marketer kepada seorang kawan, seketika muncul sebuah tanggapan: “Konyol!”

Memang. Dulu, sebelum saya berkelana di dunia maya saya kadang membuat banyolan begini: “Kalian yang belum memiliki akun facebook dan twitter, bisalah untuk membeli yang 2nd.” Hah! Ternyata bagi para internet marketer hal itu bukan sesuatu yang lucu sama sekali.

Jurnalisme Zombie dan Produksi Pemberitaan di Era Digital

agus puryanto - jurnalisme wonosobo
Mas Agus Puryanto - Budayawan Wonosobo

Diskusi kami malam itu dipicu oleh pemberitaan yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta yang menuai kontroversi, bahkan mendapat kecaman, termasuk dari berbagai media Asing. Dalam tayangan tersebut ditampakkan salah satu korban Pesawat AirAsia QZ8501 dengan kondisi yang sangat parah (saya sendiri tidak melihatnya). Tayangan tersebut tidak hanya telah membuat pingsan mereka yang keluarganya menjadi korban musibah, tetapi juga dianggap telah melukai sisi kemanusiaan.

Farid Gaban berbicara banyak hal soal itu, dan saya merasa mendapat banyak pencerahan. Menurutnya, saat ini banyak terjadi kesalahan pemahaman tentang konsep jurnalistik. Banyak sekali fakta yang terjadi setiap hari, tetapi sangat tidak mungkin untuk menjadikan semuanya sebagai berita. Tidak semua fakta harus dikabarkan. Prinsip utama dari jurnalistik adalah memilih fakta-fakta tersebut, tentu saja dengan tetap menimbang nilai-nilai kemanusiaan.

Pada mulanya seorang wartawan adalah manusia. Ketika wartawan telah kehilangan sisi kemanusiaannya saat itulah ia sebenarnya tidak layak disebut sebagai wartawan. Apa pentingnya menayangkan korban yang sudah membusuk kepada publik? Agar dikatakan berbeda? Untuk menarik simpati pemirsa atau pembaca sehingga semakin banyak yang menangis dan terdorong untuk memberikan bantuan? Apakah tujuan-tujuan itu hanya bisa ditempuh dengan cara mempertontonkan gambar-gambar mengerikan? Tidak!

Ketika terjadi stunami di Jepang, tidak satu pun media Jepang menampakkan gambar mayat. Tetapi orang-orang tetap bersimpati dan berempati setelah mengetahui bahwa stunami tersebut telah merenggut banyak korban jiwa. Tayangan berbau (cium aja tevemu kalau tidak percaya) kekerasan dan mengerikan justru berbahaya bagi publik karena dapat menghidupkan banalitas, semacam kehilangan rasa sensitivitas pada hal-hal yang mengerikan.

Media disadari atau tidak berpengaruh besar dalam membentuk pola pikir dan stereotip masyarakat. Apa yang kita bayangkan ketika mendengar Makassar? Bagi kita yang belum pernah ke Makassar dan senang nonton tayangan berita di televisi, mendengar Makassar adalah mendengar suara bom molotov, melihat tawuran, dan demonstrasi yang anarkis. Padahal tidak melulu begitu. Gambaran tentang Makassar tersebut merupakan salah satu buah dari pemberitaan media yang kita disuruh memetiknya.

Sebenarnya, wartawan atau reporter tidak bisa dijadikan sumber kesalahan. Tugas jurnalis adalah membuat berita, soal apakah berita yang dibuat akan ditayangkan, dimuat, atau dibiarkan terkapar di meja redaksi, dalam sistem media mainstrem biasanya melalui seleksi dewan redaksi. Lalu kenapa yang dipilih oleh dewan redaksi adalah demonstrasi di Makassar yang anarkis, bukan diskusi puisi Aan Mansur, misalnya? Mungkin karena banyak media selama ini masih menganut paham bad news is right news.

Produk-produk media, terutama media mainstream, tidak bisa dilepaskan dari sisi media sebagai industri. Industri media adalah industri yang mengedepankan sisi efisiensi. Terlebih di era digital, semua media ingin menjadi yang ekslusif dalam mengabarkan sebuah kejadian dan wartawan dituntut untuk PROFESIONAL.

Sayangnya pemahaman tentang profesional, bagi sebagian industri media, terutama media online telah dimaknai secara sempit. Jurnalis dianggap profesional apabila ia bisa mengabarkan berita sebelum media lain memuatnya, atau membuat 10 berita dalam sehari, berahasil menjari banyak pembaca, dan sebagainya. Akibatnya, ya begitu, kita sering hanya disuguhi berita dengan metode jurnalistik omongan, judul-judul yang memukau tetapi isinya tanpa daging, berita-berita yang hanya menyoroti soal-soal permukaan, yang menguras perasaan sesaat tapi tidak membuat pembaca menjadi cerdas dalam memandang persoalan.

Peran Blogger Amatir


Jika jurnalis profesional dianggap semacam robot karena tuntutan ini-itu dari bosnya, bagaimana dengan blogger profesional? Meski belum dianggap media mainstream, tetapi sudah banyak blog yang aktif dalam memproduksi berita, baik melalui blog pribadi atau blog keroyokan atau social media. Sebenarnya peran netitzens atau jurnalis warga ini bisa dijadikan penyeimbang bagi media mainstrem. Tetapi begitulah, jurnalisme warga juga sarat dengan kepentingan.

Anda tahu, orang-orang yang mengumpukan $$$ dari blog, seringkali menjadi gelap mata dan serampangan dalam membuat postingan. Para blogger yang ingin blognya mendapat visitor yang melimpah memang dituntut untuk disiplin dan rutin memposting, sehari 3 sampai 5 tulisan bahkan lebih. Kedisiplinan merupakan sesuatu yang bagus, kita setuju, tetapi kedisiplinan tidak melulu berarti kerja keras dan cerdas. Bagi blogger pemalas, mereka kadang memanfaatkan mesin spinner untuk membuat postingan yang unik di mata search engine. Banyak pula yang hanya copas atau mereproduksi berita—menulis berita yang sumber utamanya adalah berita. Karena kedisiplinan (dan mengabaikan kemalasannya yang tersembunyi) dan keberhasilan mereka menjaring visitor mereka kemudian dijuligi mastah atau blogger profesional.

Jika yang dimaksud blogger profesional adalah blogger semacam itu, saya lebih memilih untuk blogger amatir, newbei. Ya, menjadi amatir tidak selalu lebih buruk dari yang profesional. Guru amatir misalnya, mungkin dikatakan sebagai guru yang baru, atau guru yang belum bersertifikasi—dan kemudian dimasukkan sebagai guru bukan profesional. Tetapi karena guru amatir menyukai pekerjaannya dan bekerja dengan sungguh-sungguh, maka bisa jadi ia menjadi lebih baik dari guru dengan embel-embel profesional yang hanya berkutat pada administrasi pendidikan yang itu-itu saja dan bekerja demi mendapatkan tunjungan dan pujian atasan.

Seorang amatir tidak mudah terpengaruh arus pasar, menyukai pekerjaannya, dan biasanya berusaha ingin menjadi lebih baik agar tidak disebut sebagai amatir. Sementara profesionalis sering hanya bekerja demi dan demi memenuhi tuntutan pekerjaan, mengerjakan apa yang kadang-kadang tidak ia pahami dan tidak ia sukai, dan biasanya merasa diri sudah lebih baik, lebih pintar, lebih mulia di banding para amatir.
farid gaban dan saya
Bersama Mas Farid Gaban

Meski tidak terkenal, mendapat gaji rendah dan sering direndahkan terkadang menjadi amatir itu mengasyikkan. Karena jika suatu ketika berbuat salah, tulisan kita buruk, kita bisa berkata ringan: "Maklumlah, amatir!" Menjadi guru amatir juga enak. Saat tidak becus mengajar, tidak membuat administrasi, tinggal nyletus: "Kan saya masih amatir!" Demikian pula untuk dikatakan sebagai profesionalis, bukanlah sesuatu yang sulit. Yang sulit adalah menjadi amatir yang profesional: Mengerjakan apa yang disukai dengan sungguh-sungguh dan selalu merasa bahwa diri kita belum apa-apa.  Bagaimana dengan Anda?

Yusuf 1/10/2015 0
TAGGED UNDER: ,

Dari Novel Terbitlah Film

resensi film supernovaJusuf AN*)

Tayangnya film Supernova: Kesatria,Putri, & Bintang Jatuh, yang diangkat dari novel karya Dee dengan judul yang sama baru-baru ini, ternyata mendapat sambutan yang meriah dari penggemar film tanah air. Padahal novel tersebut sudah terbit untuk pertama kalinya sejak tahun 2001. Fenomena ini nyaris sama seperti ketika film Sang Penari yang diadaptasi dari novel Trilogi Ronggong Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari tayang pertama kali di bioskop.

Memang, mengadaptasi novel ke layar lebar kini sudah menjadi semacam trend bagi rumah produksi. Tidak jarang, para penontonnya lebih banyak dari jumlah novel atau buku yang terjual. Ini tentu mengejutkan dan menggembirakan, tetapi juga membuat kita bertanya-tanya. Apakah para penonton film yang diangkat dari novel sudah membaca novelnya terlebih dahulu? Bisa jadi, kegemaran masyarakat Indonesia menonton film yang diangkat dari sebuah novel bukan disebabkan karena mereka ingin melihat versi audio-visual dari apa yang sudah mereka baca, tetapi disebabkan karena mereka sama sekali belum membaca novelnya dan lebih tertarik untuk menonton filmnya. Menonton film jauh lebih disukai masyarakat kita ketimbang membaca; itu merupakan asumsi yang masuk akal meskipun terdengar pahit.

Bagi para novelis, diangkatnya karya mereka menjadi sebuah film tentu merupakan sesuatu yang sangat menggembirakan. Sebab, selain buah amalnya akan semakin banyak tersiar novel yang dibeli rumah produksi film juga dapat menghasilkan pundi-pundi yang yang jumlahnya jauh lebih besar dari royalty yang diterima penulis dari penerbit.

Tetapi, memang ada beberapa novelis yang tidak rela dan menolak karya-karyanya difilmkan. Sebutlah Paulo Coelho. Konon novelnya yang fenomenal berjudul Alkemis sudah banyak yang berminat untuk mengangkatnya ke layar lebar, tetapi toh Coelho menolak. Coelho tidak ingin imajinasi pembaca menjadi sempit gara-gara novelnya ditafsirkan dalam bentuk film.

Nah, untuk novelis Indonesia, adakah yang berani menolak jika karya mereka diangkat menjadi film? Mungkin ada. Tetapi kebanyakan, novelis Indonesia berlomba karyanya dapat diadaptasi ke layar lebar. Seorang novelis yang karya-karyanya banyak diangkat menjadi film, yakni Asma Nadia mengakuinya secara terang-terangan. Dalam sebuah wawancara di sebuah surat kabar, Asma Nadia bahkan mengaku, ketika dirinya menulis, ia sudah membayangkan adegan-adegan jika nanti karyanya diangkat menjadi film. Jadi, ia memang menyengaja menulis novel yang siap diangkat menjadi film. Apakah hal tersebut merupakan suatu kekhilafan? Tergantung siapa yang dan dari sudut mana kita memandang.

Tidak salah mengidamkan karya kita diangkat ke layar lebar. Tetapi menulis novel jelas berbeda dengan menulis script. Menulis dengan maksud ditujukan agar karya tersebut dilirik rumah produksi sama halnya mengekang imajinasi penulis itu sendiri. Persoalan apakah sebuah novel menarik atau tidak bagi rumah produksi tentu ada banyak faktor yang melatarbelakangi. Bukan semata karena novel tersebut mudah dan cocok di angkat ke media audio-visual, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh tuntutan pasar.

Film memiliki hukum pasar tersendiri yang meskipun bisa dikaitkan dengan pasar perbukuan tetapi tidak bisa disamakan. Tidak semua novel bagus cocok untuk difilmkan. Tetapi secara umum hampir semua novel yang laris selalu dilirik rumah produksi.

Apa yang kemudian terjadi? Jika peminat film cenderung cepat meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah manusia dan film-film bagus (khususnya yang diangkat dari novel), peminat buku (baca: novel) mengalami penambahan yang lambat. Di sinilah semestinya film dan buku menjalin hubungan yang saling menguntungkan. Rumah produksi yang mengakat film dari novel perlu juga memperjuangkan untuk menjaring para pembaca baru, bukan sebaliknya, meninabobokan minat baca masyarakat kita.
____

Sinopsis Film Supernova

Sinopsis Film Supernova

Cerita Film Supernova - Menunaikan ikrar mereka untuk berkarya bersama, pasangan Dimas dan Reuben mulai menulis roman yang diberi judul Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Paralel dengan itu, dalam kehidupan nyata, sebuah kisah cinta terlarang terjalin antara Ferre dan Rana. Hubungan cinta mereka merepresentasikan dinamika yang terjadi antara tokoh Kesatria dan Putri dalam fiksi Dimas dan Reuben. Tokoh ketiga, Bintang Jatuh, dihadirkan oleh seorang peragawati terkenal bernama Diva, yang memiliki profesi sampingan sebagai pelacur kelas atas. Tanpa ada yang bisa mengantisipasi, kehadiran sosok bernama Supernova menjadi kunci penentu yang akhirnya merajut kehidupan nyata antara Ferre-Rana-Diva dengan kisah fiksi karya Dimas-Reuben dalam satu dimensi kehidupan yang sama. (sumber)

Apakah anda sudah menonton film Supernova: Kesatria,Putri, & Bintang Jatuh? Jika sudah, silahkan beri tanggapan anda tentang film tersebut. Jika belum, tentu bukan karena anda menunggu film tersebut tayang secara gratis. Seperti saya, karena tidak ada bioskop di kota saya, maka untuk menonton film sekelas Supernova atau yang lainnya, kami mesti lari ke Jogja, Semarang, atau Purwokerto. Tidak ada salahnya nunggu versi DVD-nya beredar, tetapi tetap mengutamakan yang orisinal, kecuali jika memang tidak ada.  

Yusuf 12/17/2014 0
TAGGED UNDER: ,

Surat-surat Cinta Anak SD yang Polos dan Bikin Merinding

Anak-anak selalu ajaib. Kadang-kadang saya, juga mungkin anda, pernah dibuat jengkel mendengar mereka mengoceh ngawur, bertingkah mirip anak-anak kangguru, atau hal-hal kecil lain yang menjengkelkan. Tetapi saya, dan tentu juga anda, percaya, mereka adalah anak-anak. Dunia mereka adalah dunia anak-anak. Anak-anak yang belum sempurna memahami baik dan benar, etika dan sopan santun. Lalu kita menyesal karena sudah menjengkeli mereka. 
Kalau kemudian mereka melakukan tindakan-tindakan yang tidak kita sukai, bukan berarti mereka adalah orang jahat. Bukan. Demikian ditegaskan oleh teman saya, Abdul Qadir Al-Amin, seorang seniman yang juga guru di sebuah SD di Magelang.
Amin, pemilik Akun FB Yang Merindukan Tuhan menandai saya dan beberapa teman dalam status Facebooknya, suatu ketika. (sumber status)





[ Hanya ingin berbagi sama temen-temen Revolusiener Pendidikan.
Saya mencintai murid-murid saya. Saya ingin sekali memperlihatkan ini pada mereka yang hanya memandang bahwa murid-murid saya nakal dan tertinggal. Ah, Sudah pantaskah mereka menyandang gelar sebagai penjahat (nakal) dan tertinggal? ]

Hari ini, saya meminta murid-muridku untuk menulis surat kepada siapa saja, kepada orang yang disayangi. Saya sempat menyampaikan bahwa isi surat bebas, boleh cerita apa saja, atau sesuatu yang sangat rahasia, yang sebenarnya ingin disampaikan tapi tidak berani atau tidak tahu cara mengatakannya. Tuliskan saja di dalam surat!
Padahal aq dah bilang temanya ceria, lah, kok malah aq jadi sedih membacanya.....

Bagi saya, surat-surat yang ditulis siswa teman saya itu sungguh menakjubkan. Dan karenanya saya meminta ijin kepadanya untuk mengabadikan statusnya dalam blog ini. 

Berikut adalah surat-surat Cinta mereka


Surat 1
Kepada Nenek.
Nenek, aku mau cerita pada nenek, karena aku sayang nenek.
Nenek dimana? Nek, pulang ya...

Surat 2
Kepada Kakek.
Kek, aku pengen ketemu nenek, tapi nenek sudah meninggal.
Karena ia sangat senang sama aku.

Surat 3
Kepada Ayah dan Ibu
Ibu, aku rindu dengan engkau.
Ayah, aku ingin menjadi keluarga. Kenapa ibu tidak pulang? Apa aku membuat kesalahan? Maafin aku kalau membuat salah. Aku rindu denganmu. Maafin ayah kalau membuat salah.
1 Love U Ibu. Ibu tercinta, jangan marah kepadaku. Aku mohon, pulang!

Surat 4
Kepada Ibu
Ibu, kenapa ibu tidak memberikan baju kepada saya, malah memberikan baju kepada orang lain? Malah yang diberikan kepada orang lain malah yang bagus.
Kenapa anak yang pertama tidak diberikan baju yang bagus kalau yang kedua malah diberikan baju yang bagus, kenapa, Bu? Kenapa baju yang diberikan kepada anak pertama tidak bagus?
Terimakasih.

Surat 5
Kepada Keluarga
Aku membuat kesalahan, aku sudah memecahkan piring. Bu, aku minta maaf. Aku sudah mencurigakanmu. Maafkan aku membuat kesalahan.

Surat 6
# Kepada Ayah
Ayah, Bunga (Nama siswi=disamarkan) kangen sama Ayah
Bunga pengen ketemu sama Ayah. Ayah tolong pulang. Pulanglah, Yah. Maafin nenek karena ayah enggak boleh pulang ke rumah Bunga.
## Kepada Pak Amin
Pak, maafin Bunga, Bunga selalu bikin pak amin marah. Pak, Bunga sayang sama pak Amin

Surat 7
Kepada Ibu
Ibu, aku ingin bertemu Ibu
Aku pasti akan pulang. Aku minta mondok karena aku mencari ilmu.

Surat 8
# Kepada Ibu/Ayah.
Assalamualaikum.
Ibu, Ayah, maafin aku ya! Maafin aku yang sebesar-besarnya karena aku sudah bersalah kepadamu, Ayah, Ibu/berdosa kepadamu. Tolong maafin aku, ya. Tolong banget.
## Kepada MAWAR (Nama disamarkan)
Mawar, maafin Bunga (Nama siswi= disamarkan)
Maafin dosa-dosa Bunga ya!
Maafin Bunga kalau Bunga berbuat salah kepadamu.
Kalau Bunga berbuat salah kepadamu, Mawar; Bunga akan menerima balasannya.

Surat 9
Kepada ..... (tidak disebutkan)
Saya ingin membahagiakan orang tua saya, tapi saya nggak bisa.
Saya berusaha untuk belajar, akhirnya saya bisa. Orang tua saya bahagia.

Surat 10
Kepada Ibunda tersayang
Maafin jika Surya (Nama disamarkan) nakal.
Sebenarnya Surya sayang sama Ibu. Surya sangat sayang dan berterimakasih karena sudah merawat dan menjaga dan mengurus Surya.
Terimakasih Ibu. Surya, sayang Ibu.
Surat 11
Kepada Ibu
Ibuku, maafkan aku karena aku sudah bersalah kepada ibu. Aku jadi takut sama Ibu. Maaf.
Surat 12
Kepada Ibu.
Ibu itu ibuku. Dan sebagai anak harus menghormati kepada orang tua.
Surat 13
Kepada MAWAR (Nama disamarkan)
Mbak Mawar sekarang ada dimana?
Bunga (nama siswa=disamarkan) pengen ketemu sama mbak Mawar, karena Bunga kangen sama mbak Mawar.
Aku ingin seperti kakak, karena kakaku jadi perawat di rumah sakit.

Surat 14
Kepada Pak Amin
Pak Amin, sebenarnya saya ingin mengucapkan kalau saya sudah mengacaukan rencana pak Amin. Saya minta maaf ya pak Amin. Saya menyebalkan karena saya sudah mengacaukan rencana pak Amin. Saya tidak akan mengulanginya lagi.
Surat 15
Kepada Mas Surya (Nama disamarkan) tercinta
Mas Surya, kapan mas Surya pulang dari China? Saya tidak sabar menanti kepulangan mas Surya dari China. Sebenarnya Bunga (Nama siswi disamarkan) pengen mengatakan sesuatu. Bunga pengen menerima kabar dari mas Surya tapi tidak berani menerimanya, Bunga pun tidak pernah melihat wajah mas Surya, makanya Bunga takut menerimanya karena Bunga tidak pernah keluar rumah.

Surat 16
Kepada Ibu
Ibu, itu temanku nakal sama aku.
Aku takut nanti aku dinakali lagi. Aku nggak mau sekolah lagi.

Surat 17
Kepada Teman (di Sekolah sebelumnya)
Mawar (Nama yang dituju=disamarkan), maafin aku karena sudah ninggalkan kamu. Apakah kamu sedih atau ceria karena kamu selalu nakali aku. Kelak kamu minta maaf, aku sudah maafin kamu kok. Jangan sedih ya...

Surat 18
Kepada semua orang
Saya tidak berani berbicara keras
Saya tidak berani berbohong
Saya tidak berani membantah orang
Saya akan membantu orang
Saya suka kepada orang

Surat 19
Kepada Kakak.
Saya kangen kepada Kakak.
Aku selalu menghawatirkan Kakak. Saya kangen sekali. Aku senang melihatmu, Kakak.

Surat 20
Kepada Pak Amin
Pak Amin, saya malu sama pak Amin karena aku suka meminjam spidol. Pak Amin jangan marah ya...

Surat 21
Kepada Pak Amin
Saya minta besok Esbeka-nya pakek cet air dan dikelompokkan menjadi lima kelompok dan gambarnya.

Surat 22
Kepada Ibu
Ibu, engkau Pangeranku dan engkau yang membesarkanku. Aku sayang padamu

Surat 23
Kepada Ibu
Ibu, engkau yang mangkanku , engkau yang melahirkanku, sungguh mulya. Hatiku, ibu, engkau yang mendewasakanku. Ibu, tawa dan senyum sungguh mulya. Hatiku selalu menghias bibirmu.

Surat 24
Kepada Ibu
Ibu, engkau yang menglahirkanku. Engkau yang membesarkanku. Senyum indah menghias bibirmu. Sungguh besar jiwamu.
Engkau berharga bagiku. Engkau bagai jiwaku. Aku sungguh sayang padamu. Engkau bagai bidadari di hidupku.

Surat 25
Kepada Orang Tua
Orang tua sangat baik karena juga banyak adik. Orang tua juga senang punya anak., dan orang tua sangat baik kepada anaknya. Dan orang tua baik kepada adik. Orang tua baik kepada temannya. Orang tua juga sangat baik kepada teman sekolah. Orang tua sangat baik karena udah tua. Dan sangat cantik. Aku juga sangat senang karena Allah saw (maksude SWT). Orang trua juga sangat baik kepada Allah saw (SWT).

-------------
Bagaimana? Apa yang anda rasakan setelah membaca surat-surat itu? Tolong, ceritakan kepada saya! 

Yusuf 12/16/2014 0

Kehebatan dan Kemudahan Aplikasi Raport K13 Buatan Pak Mukhtar

Aplikasi Raport Kurikulum 2013 merupakan makhluk yang cukup asing bagi saya, terlebih bagi guru-guru yang selama ini jarang bersentuhan dengan komputer. Jika dulu, guru-guru mengolah nilai secara manual, kadang-kadang dibantu kalkulator, dan kadang pula sekadar di angan-angan, maka kini, khususnya di sekolah kami, guru-guru dituntun bisa menggunakan program aplikasi pengolah nilai dan raport.

Untungnya di sekolah kami ada salah seorang guru yang ahli dalam membuat aplikasi. Namanya, Mukhtaruddin, S.Ag. Ketika masih duduk di bangku MTs, beliau adalah guru saya, dan kini beliau tetaplah guru saya, hanya saja kami kini duduk dalam satu kantor yang sama. Jika banyak sekolah kebingungan dan mencari aplikasi raport ke sana kemari, untuk mencari aplikasi raport gratis dan ada yang membeli, maka maka sekolah kami tidak. Maksudnya, tidak sepenuhnya kebingungan. Penilaian otentik kurikulum 2013 memang cukup membuat kami bingung, terlebih lagi, (bayangkan) kami belum pernah mengikuti seminar atau diklat berkaitan dengan konsep, teori, dan praktek penialaian K13.

Akhirnya, mau tidak mau, pihak madrasah berinisiatif mengadakan pelatihan sendiri, dengan pembicara atau tutor dari guru kami sendiri. Tentu saja ini tidak sepenuhnya menghilangkan kebingungan kami. Diklat tersebut tidak untuk membahas tentang konsep penilaian K13, tetapi hanya berkutat pada bagaimana teknik pemanfaatan aplikasi penilaian dan raport yang sudah dibuat oleh Pak Mukhtaruddin. Itu saja sudah membuat banyak guru puyeng. Puyeng, mumet, pusing, itu wajar saja, dan justru menandakan bahwa kami punya pikiran ke sana. (Download juga: Download Software Analisis Soal)

Di internet memang sudah banyak beredar aplikasi raport K13 baik yang gratis maupun yang free, eh maksud saya yang berbayar. Tetapi masih agak sulit untuk menemukan aplikasi raport untuk MTs, dan MA. Alhamdulillah, saya dan rekan-rekan sudah menjajalnya.

Apakah anda ingin juga menjajal kehebatan dan kemudahan aplikasi raport Pak Mukhtar ini? Silakan.

Download Aplikasi Raport Madrasah Kurikulum 2013


Sebenarnya, bukan hanya madrasah (MI, MTs, MA) yang bisa menggunakan aplikasi ini. SD, SMP, SMA juga bisa. Itu bisa diatur. 

Ah, saya kira, postingan ini agak terlambat, karena semiggu lagi sudah penerimaan raport. Terlebih lagi, Kemdikbud mengajak agar sekolah yang baru 1 semester menjalankan K13, termasuk sekolah kami, harus stop dulu dan kembali ke KTSP. Tetapi tak apa. Jika anda tidak tertarik untuk mendownload aplikasi juga tak masalah. Saya ingin menulis maka saya menulis. Dan yang penting, software raport dan pengolah nilai ini bisa digunakan untuk KTSP juga, tidak hanya kurikulum 2013. (Lihat  juga: Download Buku Pelajaran Kurikum 2013 untuk MI, MTs, MA)

Berikut adalah Penampakan Aplikasi Raport buatan Pak Mukhtar
aplikasi raport kurikulum 2013

aplikasi raport K13

raport kurikulum 2013

Jika anda sudah download aplikasi raport tersebut, tentu anda tidak perlu gambar-gambar tersebut. Nah, di dalamnya, saya hanya memberikan contoh aplikasi raport yang sudah saya isi. Karena saya adalah wali kelas VIII MTs maka, saya tidak hanya mengisi kolom nilai pengetahuan, sementara untuk nilai sikap dan keterampilan saya biarkan kosong. 

software pembuat raport

sofware pengolah nilai

Seandainya, saya mengisi semua kolom nilai dalan software pengolah nilai ini, maka kolom nilai keterampilan dan sikap akan terisi secara otomatis. 

Apa saja kelebihan Aplikasi Raport buatan Pak Mukhtar

1. Bisa digunakan untuk Raport KTSP dan K13

2. Mudah dalam penggunaannya

3. Ada petunjuk untuk memudahkan penggunaannya

4. Dan masih banyak lagi.


Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Aplikasi raport buatan Pak Mukhtar juga memiliki kelemahan. Menurut saya, kelemahannya cuma satu, yaitu ketika di save, kadang-kadang gagal atau error, yang mengakibatkan microsoft exel restart. Jika menggunakan komputer (PC), atau laptop besar yang memiliki RAM tinggi, gagal save ini jarang terjadi. Cara mengatasi ini adalah dengan menyeting Microsoft Exel untuk save otomatis setiap 5 menit atau 3 menit sekali.

Berikut adalah beberapa penampakan aplikasi nilai K13 made in Mr. Mukhtaruddin.
aplikasi nilai otomatis


Ohya, aplikasi raport ini tidak lengkap tanpa adanya aplikasi nilai. Kelemahan dan kelebihan aplikasi nilai ini juga sama. Nah, dari aplikasi pengolah nilai inilah yang nantinya tinggal di copy paste di aplikasi raport. Satu kelas, satu file. Jadi, jika anda mengajar Fiqih kelas VIII A-VIIIH seperti saya, maka ada 8 file untuk nilai mapel fiqih kelas VIII. Nilai inilah yang kemudian kita serahkan kepada wali kelas untuk dimasukkan dalam aplikasi raport. Tetapi, akan sangat repot jika setiap Wali kelas VIII kita beri filenya satu-satu. Maka, kita perlu managemen agar tidak repot.

Download Aplikasi Nilai Kurikulum 2013

Di sekolah kami, untuk memudahkan hubungan antara guru mapel dan wali kelas, ditugaskanlah seorang operator dari oknum guru untuk menampung semua nilai dari guru mapel. Setelah semua nilai terkumpul, barulah guru mapel meminta data nilai kelas untuk semua mapel.

Demikianlah. Anda boleh membantah apa yang saya tulis setelah anda menjajal kehebatan aplikasi raport dan nilai buatan Pak Mukhtar ini. Tidak hanya membantah, atau tetapi anda juga boleh kok urun saran, atau memberi masukan untuk memperbaiki aplikasi raport kurikulum 2013 ini. salam
-----------
Catatan: Jika masih bingung cara penggunaannya, silahkan tanya.

Yusuf 12/15/2014 0
TAGGED UNDER:

Lomba Blog UUI untuk Umum

UUI. Jangan salah baca UII. UUI adalah sebuah universitas yang ada di aceh. Universitas Ubudiyah Indonesia, demikian kepanjangannya. 

UUI sedang mengadakan lomba blog 2015 yang bertepatan dengan kegiatan Ubudiyah Festival Mahasiswa Desember (U-FLASD) tanggal 9 Desember 2014. Kagiatan lomba yang di prakarsai oleh Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Cyber UUI ini terbuka untuk umum. Ayo persiapkan diri teman-teman untuk bergabung dalam ajang lomba menulis di Blog ini dan menangkan hadiahnya bagi peserta dengan tulisan blogpost terbaik.

TEMA LOMBA
Kegiatan lomba menulis di blog ini mengambil beberapa tema dinataranya meliputi Topik-topik utama berikut:
  1. U-FLASD (Ubudiyah Festival Mahasiswa Desember)
  2. Ubudiyah Menuju Kampus Cyber 2025
  3. Kiat-kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi
  4. Mahasiswa di Negeri Seribu Warung Kopi
  5. Ubudiyah kampus impian
HADIAH DAN PENGHARGAAN
Peserta lomba menulis di blog yang berhasil mengembangkan kreasi karya tulis blogpostnya dengan baik berdasarkan kriteria tertentu yang ditentukan panitia, akan diberikan penghargaan berupa sertifikat serta uang pembinaan masing-masing :
Juara I : Rp. 1.000.000,- + Sertifikat
Juara II : Rp. 750.000,- + Sertifikat
Juara III : Rp. 500.000,- + Sertifikat
Juara IV, V, VI : Souvenir + Sertifikat

Note :
* Khusus Bagi mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia yang ikut serta akan diakui satu sertifikat wajib

WAKTU LOMBA
09 Desember 2014 s/d 30 Januari 2015

SASARAN
Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah Pelajar, Mahasiswa, dan Umum.

KETENTUAN LOMBA
Bentuk dan Jenis Blog
Blog bebas (wordpress, blogspot, tumblr, multiply, dsb.)
Blog adalah blog pribadi (bukan blog organisasi/komunitas/bisnis dsb)
Peserta boleh menggunakan blog yang telah ada, namun blog tersebut harus memiliki minimal 3 artikel/postingan yang telah terpublikasi.

Syarat Artikel/Blog Post Yang Di Lombakan

  • Isi artikel/blog post harus sesuai dengan topik/tema lomba dan Artikel yang di buat pada postingan minimal memuat 500 kata.
  • Tulisan yang di buat adalah Asli/Murni hasil karya peserta, bukan hasil menyalin/menjiplak karya orang lain dan tidak menyinggung unsur SARA.
  • Artikel/blog post yang dilombakan adalah artikel yang ditulis selama pelaksanaan lomba berlangsung (09 Desember 2014 s/d 30 Januari 2015).
  • Peserta boleh melengkapi blog post dengan gambar berupa foto atau ilustrasi yang mendukung blog post tersebut.
  • Tulisan dalam postingan blog post wajib mencantumkan minimal 5 kata dari salah satu atau beberpa kata berikut “Universitas Ubudiyah indonesia, UUI, Kampus Cyber, U-Flasd, Mahasiswa Kreatif, Kampus Impian, Mahasiswa Berprestasi, Mahasiswa Online” yang diberikan link ke www.uui.ac.id
  • Artikel/blog post yang di buat belum pernah dilombakan dan belum pernah dipublikasikan di media lain.
  • Peserta diperbolehkan mempromosikan blog post yang telah dibuat ke akun facebook dan atau twitter yang dimilikinya, atau media sosial lainnya.
  • Peserta boleh membuat lebih dari 1 tulisan/blogspost.
  • Peserta yang telah melakukan pendaftaran diwajibkan memasang “Ubudiyah Blog Contest 2015” di blog masing-masing. Gambar Banner Lomba dapat dilihat pada halaman beranda web ini

Penentuan pemenang ditentukan oleh Tim Juri.
Keputusan Tim Juri tidak dapat diganggu gugat

PENILAIAN

  • Kesesuaian blogpost/artikel blog dengan Tema
  • Design penulisan blogpost/artikel blog yang menarik
  • Orisinalitas, Kreativitas, Informatif.
  • Tata Bahasa yang proporsional.
  • Penilaian dihitung per 1 blog post, dan tidak berlaku kumulatif berdasar nama pesertanya.
  • Penilaian berdasarkan cara terstruktur, isi blog post, peringkat index blog di search engine hingga banyaknya komentar di setiap postingan tersebut.
  • Penilaian dilakukan selama 1 minggu dimulai setelah jadwal penutupan lomba.
  • Pengumuman pemenang di umumkan secara online melalui web www.uui.ac.id berdasarkan hasil penilaian oleh tim penilai.

TIM JURI

Ferdy Nazirun Sijabat, SE, M.Sc.Mgt
Zuhar Musliyana, S.ST
Deny Joefakri
Muhammad Adil

PENDAFTARAN HASIL LOMBA
Pendaftaran lomba blog Hasil blogpost/artikel blog yang telah di buat dilakukan secara online melalui www.blogcontest.uui.ac.id mulai tanggal 09 Desember 2014 s/d 30 Januari 2015

Yusuf 12/05/2014 0

Recent Articles

About Us

Apalah daya pena jika tidak ada tinta. Apalah daya pena yang sudah terisi tinta jika tidak ada tangan. Apalah daya tangan, jika tidak ada kekuatan dari Tuhan. Tapi tolong, jangan diartikan secara harfiah! Dan jika anda ingin menjadi kontributor www.tintaguru.com silakan kirimkan tulisan anda ke jusufan@gmail.com.
© 2014 Tinta Guru. Designed by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top