Novel Kailasa: JEJAK TANAH SURGA YANG TERLUKA

Karya Jusuf AN, Guru MTs N Wonosobo, Pengasuh Tintaguru.Com

Novel ini menceritakan lika-liku kondisi pertanian masyarakat Desa Kailasa, Dieng, Wonosobo. Mereka berusaha bangkit dari keterpurukan ekonomi dengan menanam kentang. Namun, kendati hasil panen jadi melimpah dan menguntungkan, kondisi tanah di daerah tersebut terancam rusak.

Yahya, seorang sarjana pertanian berusaha sekuat tenaga mengubah paradigma masyarakat Kailasa untuk mengganti pola tanam mereka. Yahya juga membujuk para petani untuk melirik potensi pariwisata, supaya lahan pertanian desa terselamatkan dari eksploitasi yang sudah keterlaluan.

novel kailasa



Berikut adalah beberapa petikan novel Kailasa


Selama puluhan tahun warga Desa Kailasa tak ada yang kelaparan, tak seorang pun. Sebab selain memanen jagung sembilan bulan sekali, mereka juga menanam ganyong dan talas yang bisa panen kapan saja. Tetapi mereka menyimpan cerita sedih ketika tentara Jepang datang merampas hasil panen mereka dan memaksa untuk menanam gandum— tanaman yang pada waktu itu masih asing bagi orang-orang Kailasa.

----

Dulu, sebelum memutuskan memilih Fakultas Pertanian, sama sekali Yahya tak mempertimbangkan soal peluang pekerjaan setelah wisuda. Bapak dan mboknya petani, ketiga kakaknya petani, semua penduduk Desa Kailasa petani meski ada beberapa yang punya pekerjaan lain, seperti tukang bangunan, guru, atau kepala desa. Bagi penduduk Kailasa seolah-olah hanya ada satu pekerjaan di dunia ini: Petani. Mungkin aku akan menjadi petani juga, pikirnya waktu itu. Tapi begitu dia mulai memperdalam ilmu Botani, Biokimia, Ekologi Pertanian, dan Ilmu Tanah, dan melihat kenyataan pola pertanian di desanya yang memedihkan perasaan, dia kemudian mengubah pikirannya: Ingin menyelamatkan alam sekaligus para petani Desa Kailasa! Keinginannya terkesan muluk-muluk, tetapi begitulah pemikiran seorang anak muda: Idealis!
---- 

Mereka menanam emas, sekaligus bom waktu, batin Yahya. Dia sudah belajar Ilmu Tanah dan Botani, tahu kalau tanah yang ditanami kentang terus menerus tanpa adanya penggantian tanaman lain lambat laun akan kehilangan kesuburan. Dan bukit-bukit yang dijadikan lahan pertanian itu, betapa sangat memprihatinkan. Erosi yang menyebabkan pendangkalan telaga tidak akan mungkin bisa dihindari dan longsor bisa terjadi kapan saja. Yahya juga sudah belajar Ilmu Kimia, dan sangat paham jika pestisida yang disemprotkan petani dua minggu sekali akan membahayakan kesehatan dan lingkungan, dan mengancam banyak satwa.

----

Desa Kailasa tidak juga berubah, kecuali jalan aspal yang mulai mengelupas, rumah-rumah yang catnya berganti, dan bangunan Masjid yang dindingnya sudah dilapisi keramik. Setiap pagi, para orang tua berangkat ke ladang bersama para buruh dan anak-anak mereka; mencangkul, menanam benih, menyiram, menyemprot pestisida, menyiangi rumput-rumput di sekitar guludan, dan memanen. Setelah kentang dipanen, mereka akan menjualnya kepada Wa Surip, dan beramai-ramai berangkat ke kota untuk memborong barang-barang baru. Mobil-mobil pribadi di Desa Kailasa semakin banyak, sementara bangunan Sekolah Dasar masih seperti dulu; catnya belum diganti dan plangnya tampak bertambah lapuk dimakan rayap.
---
Nenek moyang penduduk di pegunungan Dieng, termasuk Kailasa, konon berasal dari India, Arab, Champa, dan Mataram. Ada anggapan, orang-orang bermigrasi dari daerah rendah menuju pegunungan Dieng dikarenakan Kerajaan Mataram pada masa itu menetapkan berbagai kerja wajib dan pajak yang memberatkan rakyat. Tetapi ada pula yang menganggap bahwa migrasi para penduduk di daerah rendah menuju pegunungan diakibatkan oleh penjajahan Belanda yang sangat menyengsarakan. Orang-orang mencari tempat yang lebih tenteram dan aman, dan pegunungan adalah pilihan yang tepat. Selain tanahnya subur, daerah pegunungan lebih sulit dijangkau. Meski kemudian, setelah Belanda kalah, tentara Jepang menyebar, berbuat onar ke desa-desa, hingga sampai ke pelosok Kailasa.

----

Tidak seperti sebelum wereng datang menyerang, para petani lebih hati-hati (atau justru ceroboh) dalam merawat tanaman mereka. Jika dulu mereka hanya menyemprot obat-obatan dua minggu sekali, maka sekarang, seturut saran Changyi, menjadi dua kali dalam seminggu. Mereka tidak peduli modal besar yang dikeluarkan. Yang penting wereng tidak menyerang dan mereka dapat panen dengan hasil memuaskan. Dan musim kemarau yang benar-benar telah tiba, membuat mereka juga harus menyalakan disel, menyedot air Telaga Cebong guna menyirami kentang yang belum lama ditanam.

----

----

Dapatkan novel ini dengan harga Rp. 35.0000,-

Pemesanan, Hubungi saya: 085230373555 (SMS/Telp/WA)

Download RPP al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013 Sesuai KMA

RPP Al-Qur'an Hadist ya dibutuhkan oleh guru al-Qur'an Hadist. Salah satunya saya. Alhamdulillah, meski tidak begitu suka dengan perubahan jadwal semester 2, saya mendapat jatah mengajar al-Qur'an Hadis, setelah sebelumnya selama hampir 5 tahun tidak mengampu mapel tersebut (terakhir tahun 2009).

Perubahan jadwal memang membuat guru mesti harus kembali belajar. Dan tidak hanya itu, guru juga mesti kembali menyiapkan perangkat mengajar yang baru. Seperti ketika seorang berpindah kerja dari tukang ojeg menjadi sopir taksi, alatnya juga mesti diganti. Begitu pula guru, dari fiqih pindah ke Qur'an Hadis otomatis juga harus membuat Perangkat baru, salah satunya RPP dan Silabus al-Qur'an Hadis

Download RPP al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013 Sesuai Permendikbud

RPP al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013

Ya, nggak apa-apa. Syukuri saja. Justru dengan itu akan mendapat hikmah salah satunya ya ini. AKhirnya saya berhasil membuat RPP Qurdis Kurikulm 2013

Setelah ke sana-kemari mencari dan tidak nemu, terpaksa saya harus membuatnya sendiri. Bagi anda yang membutuhkan silakan download RPP al-Qur'an Hadist kelas 8 Kurikulum 2013 (Klik DOWNLOAD).

Cara Membuat RPP Kurikulum 2013 sebenarnya gampang-gampang susah, tetapi memang butuh waktu. Silakan anda baca juga tulisan saya sebelumnya tentang Contoh RPP Kurikulum 2013. Syarat pertama membuar RPP Kurtilas adalah, anda harus tahu dulu aturannya. Itu sudah ada di Permendikbud 81A yang didalamnya mengatur, salah satunya tentang cara penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Perhatikan 8 Komponen RPP kurikulum 2013 berikut:


Cara membuat RPP Kurikulum 2013

Sebenarnya, tidak sama persis dengan itu tidak apa-apa, tetapi 8 komponen tersebut menurut saya memang mesti ada. Berikut adalah contoh RPP  al-Qur'an Hadist Kelas 8 Kurtilas yang saya buat:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan      :           MTs _________________
Kelas/Semester           :           VIII/ I
Materi Pokok  :           2. Kugapai Rezeki-Mu dengan Ikhtiarku
Alokasi Waktu            :   5x 2 x 40 menit (5pertemuan)

Kompetensi Inti

K-1      : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
K-2      : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
K-3      : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
K-4      : Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
3.2     Memahami isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah.
4.2.    Mensimulasikan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah.

Indikator :
  1. Menjelaskan pengertian rezeki
  2. Menjelaskan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki dari Allah swt
  3. Menjelaskan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah
  4. Mengidentifikasi isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah
  5. Menyimpulkan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah
  6. Mempresentasikan contoh-contoh sikap orang yang mencerminkan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah



C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan diharapkan  peserta didik mampu membaca, menerjemahkan dan memahami isi kandungan Q.S. Quraisy (106) dan Q.S. al- Insyirah (94)  tentang ketentuan rezeki dari Allah.

D.        Materi Pembelajaran
  • Q.S Al-Quraiys ayat 1-4
  • Terjemah dan mufradat Q.S Al-Quraiys ayat 1-4
  • Asbab an-nuzul Q.S Al-Quraiys: Surat Al-Qurays berarti “Suku Qurays” diturunkan di Makkah setelah surat At-tin. Penamaan surat tersebut diambil dari ayat pertama surat tersebut. Suku Qurays merupakan suku yang mendapat kehormatan untuk menjaga dan memelihara Bitullah atau Ka’bah.
  • Kandungan pokok surat Al-Qurays adalah sebagai berikut :
  • Kegiatan berdagang suku Qurays dalam satu tahun
  • Peringatan Allah SWt tentang suku Qurays tas segala nikmat yang diberikan kepada mereka perintah Allah kepada suku Qurays untuk hanya menyembah Allah Q.S Al-Insyirah
  • Terjemah dan mufradat Q.S Al-Insyirah
  • Asbab an-nuzul Q.S Al-Quraiys: Surat Al-Insyirah: Al-Insyirah artinya “ Kelapangan “ surah ini merupakan surat Makkiyah yang diturunkan setalah surat ad-Dhuha, dan terdiri atas delapan ayat . pemberian nama “al-Insyirah” dari ayat pertama yang berarti “ Bukankan kamu telah lapangkan “
  • Kandungan Surat Al-Insyirah memiliki pokok-pokok sebagai berikut :
  • Tasliyah ( Penghibur Hati ) bagi Nabi Muhammad Saw.
  • Penjelasan Allah Swt terhadap nikmat-nikmat nya kepada nabi Muhammad Saw
  • Peringatan bahwa dibalik kesulitan terdapat kemudahan-kemudahan
  • perintah untuk senantiasa memperhatikan waktu.
  • Memahami Hubungan Surat Al-Qurays dan Al-Insyirah
  • Telah menjadi pola sendiri dalam al-quran jika disebutkan didalamnya tidak terlepas dari dua hal yang berbeda, sesuatu hal yang istimewa atau sebaliknya. Al-quran menyebutkan bahwa Firaun adalah manusia yang paling celaka, karena mengaku dirinya tuhan. Sama halnya dengan nama-nama lainnya seperti : Namrudj, Samiri, dan Abu Lahab.
  • Al-qur’an menyebutkan salah satu kaum jazirah Mekkah dalam salah satu surah yang berisi keistimewaan atau keburukan kaum tersebut. Al-qur’an menyebutkan kaum quraisy dalam salah satu ayat sekalisgus menjadi nama surahnya yaitu Surah Al-quraisy. Penyebutkannya kaena nilai-nilai istimewa yang di miliki oleh kaum tersebut.
  • Keistimewaan bangsa atau kaum quraisy terkait dengan sejarah panjangnya sejak masa nabi Ibrahim As. Beliau bersama putranya nabi Ismail AS, berhasil membangun rumah allah ( KA’BAH ) sampai kiblat kaum muslim sedunia dalam beribadah. Dengan di kabulkan atau di ijabahkannya do’a Ibrahim dan  Ismail yang masih kecil maka menjadi suburlah tanah tersebut Saudi Arabiah. Bahkan hingga kini menjadi wilayah yang sangat makmur.
  • Walaupun dalam jangka lama bangsa Quraisy meningglkan kampung halamannya untuk berdagang, wilayah-waliyah Mekkah tetap menjadi wilayah yang aman. Peristiwa besar yang pernah jadi di Mekkah adalah upaya penghancuran Ka’bah oleh Abrahah dengan pasukan gajahnya yang saat itu bertepatan dengan lahirnya nabi terakhir zaman Muhammad Bin Abdulah. Menurut Muhammad bin Ishak dan abdurahman bin Zaid Bin Asalam, surah Al-Quraisy mengisyaratkan bahwa wilayah tersebut wilayah yang aman. Keamanan kota Mekkah di tujikan denan gagalnya Abdurrahman meghancurkan Ka’bah.
  • Memahami Keterkaitan Isi kandungan Al-Qurays dan Al-Insyirah tentang rezki dari Allah dalam kehidupan: Rezki berasal dari bahasa arab Razaza, Yarzuqu Rizqan, yang berarti nasib, bagian atau kekayaan. Rezki adalah bagian atau kekayaan yang dapat diambil dan dirasakan. Contohnya pakaian yang dipakai terus menerus hingga kusam atau makanan dan minuman yang benar-benar dimasukkan kedalam tubuh.
  • Jenis rezeki Allah sangat beragam, sama beragamnya dengan nikmat Allah. Diantara sumber rezki adalah :
  • melalui usaha sendiri
  • melalui usaha orang lain
  • dari dalam tanah
  • dari atas langit
  • Ikhtiar artinya berusaha, pemahaman mengenai arti ikhtiar tampak jelas dalam analogi makhluk Allah pada sub yang lalu, yaitu semut, dan burung yang merupakan makhluk kecil yang lemah dibandingkan manusia. Akan tetapi dengan ke istiqomahan ikhtiarnya mereka dapat memperoleh rezki dari Allah. Dengan demikian sebuah ikhtiar yang dilakukan pastilah akan menghadapi tantangan dan rintangan, baik dari Dalam maupun dari luar. Tentunya bagi seorang mukmin tidak hanya cukup dengan berikhtiar atau berusaha, tetapi harus diikuti dengan berdo’a dan bertawakal kepada Allah.

E.     Metode Pembelajaran

Pendekatan         : Pendekatan Ilmiah (scientific)
Model                 : Pembelajaran yang berbasis masalah (problem-based learning)
Metode               : Ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan

F.         Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
Media : Multimedia interaktif/CD interaktif/video
Alat     : Poster/Kartu
Sumber Belajar: Al-Qur’an dan Hadits, Buku Guru dan Buku Siswa al-Qur’an Hadis Kelas 8 MTs


G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


            Pertemuan Pertama
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.






10 menit
2.
Inti
Kegiatan Mengamati
(Download file-nya, nanti di sini akan muncul gambarnya)

  • Guru meminta peserta didik mengamati gambar berkaitan dengan tema “rezeki”
  • Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan gambarnya. Sementara peserta lain mendengarkan.
  • Guru meminta peserta didik mengangkat tangan sebelum mengeluarkan pendapatnya.
  • Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang berbicara.
  • Guru memberikan penjelasan tambahandan penguatanyang dikemukaan peserta didik tentang hasil pengamatannya


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit



            Pertemuan Kedua
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti
Kegiatan Memotivasi
  • Guru memotivasi peserta didik untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan setelah mendengarkan pendapat temanya dan penguatan dari guru serta menghubungkannya dengan materi yang sedang dibahas.
  • Kegiatan menannya
  • Peserta didik bisa bertanya dengan menggunakan kata Tanya:  apa, mengapa, bagaimana, bagaimana jika dan sebagainya. Beberapa contoh yang bisa menjadi acuan pertanyaan

No
Pertanyaan
1
Apakah sajakah macam-macam rezeki dari Allah swt?
2
Siapa saja yang berhak mendapatkan rezeki?
3
Mengapa orang perlu berikhtiyar mendapatkan rezeki?
4
Bagaimana cara orang berikhtiyar mendapatkan rezeki?
5
Bagaimana cara orang mensyukuri?

Dan seterusnya

Catatan:
  • Guru mengidentifikasi pertanyaan yang sudah dan mengangkat beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi pokok untuk dijadikan sebagai bahan pembahasan selanjutnya (diskusi/kerja kelompok)
  • Guru harus bisa mendorong peserta didik untuk kritis dan memiliki pertanyaan-pertanyaan sebanyak mungkin dan tidak perlu mengomentarinya.
  • Peserta didik mengungkapkan pertanyaan-pertanyaannya lewat lisan.
  • Guru bisa meminta salah satu peserta didik untuk menulis semua pertanyaan-pertanyaan tersebut di papan tulis atau bisa ditulis di kertas.


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit




            Pertemuan Ketiga
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti
Kegiatan membaca
  • Guru menjelaskan beberapa poin yang diramu dari beberapa poin pertanyaan siswa sebelumnya,
  • Atau guru memberi tugas siswa secara berkelompok untuk membaca dan memahami hasil bacaan yang ditentukan. Lalu secara bergiliran menjelaskan hasil bacaan masing-masing temannya yang lain secara bergantian
Kegiatan menganalisa
  • Guru meminta peserta didik tetap bersama kelompoknya.
  • Guru membagi pertanyaan-pertanyaan ke tiap kelompok.
  • Tiap kelompok mendapat tugas satu pertanyaan.
  • Guru mengingatkan setiap peserta didik untuk memperhatikan adab berdiskusi, dengan saling menghargai pendapat teman
  • Guru memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikannya. Tiap kelompok mencatat hasil diskusinya di kertas (guru bisa mengembangkan dengan kertas ukuran besar). Tiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara singkat.


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit

            Pertemuan Keempat
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti

  • Guru membimbing peserta didik untuk membaca berbagai sumber dengan tema isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah (Kegitan Membaca)
  • Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hikmah dari bacaan tersebut
  • Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap bacaan tersebut.
  • Guru memotivasi dengan meminta peserta didik membiasakan berikhtiyar dalam mencari rezeki Allah. (Kegiatan Memotivasi)
  • Setiap peserta didik diminta melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan yang yang diajukan guru, seperti:
  • Apakah rezeki  itu?
  • Bagaimanakah  hubungan antara rezeki  dengan ikhtiyar?
  • Macam-macam rezeki Allah itu apa saja?
  • Dan seterusnya.
  • Guru meminta sebagian peserta didik menyampaikan hasil refleksinya. Diusahakan memilih peserta didik yang tidak terbiasa menyampaikan pendapatnya atau komentarnya.
  • Guru menghargai setiap hasil refleksi peserta didik. Dan tidak perlu mengomentari untuk membenarkan atau menyalahkan, cukup dengan kata “bagus” atau “hebat” atau kata-kata yang memotivasi peserta didik mau mengungkapkan pendapatnya.
  • Meminta peserta didik untuk mengerjakan  uji kompetensi  yang terdapat pada buku ajar peserta didik.



60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit

            Pertemuan Kelima
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti

  • Guru meminta peserta didik untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dan siswa di “bukalah wawasanmu”
  • Peserta didik diberi waktu membaca dan menelaah “bukalah wawasanmu”
  • Guru memotivasi peserta didik untuk bisa menemukan dan mengidentifikasi macam-macam rezeki Allah, karena rezeki bukan hanya sebatas materi.
  • Jika ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya, guru bisa memberikan penjelasan singkat atau memberikan sumber-sumber bacaan yang bisa peserta didik dapatkan.


Catatan:
  • Jika ada pertanyaan yang menarik dan perlu dikaji lebih mendalam, guru bisa menjadikan pertanyaan tersebut menjadi tugas mandiri.
  • Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman. Kegiatan Merangkum
  • Peserta didik mengerjakan tugas sesuai arahan dari guru


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit





H.    Penilaian (Jenis, Instrumen, Pedoman Penskoran)

1.     Jenis/ Teknik Penilaian

No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
1.
Sikap Sosial
Observasi
2.
Pengetahuan
Tes tertulis
3.
Keterampilan
Tes  praktik

 2.      Bentuk Instrumen dan Instrumen
 
Pengamatan Sikap

Format Penilaian Individu
No
Nama Peserta didik
Aktifitas
Skor
Kerjasama
Keaktifan
Partisipasi
Inisiatif
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1


















2


















3


















4


















5


















6



















Rubrik penilaian:

No
Indikator Penilaian
Skor
1
Kerjasama
Belum memperlihatkan kerjasamanya
1
Mulai memperlihatkan kerjasamanya
2
Mulai berkembang  kerjasamanya
3
Mulai membudayakan  kerjasamanya
4
2
Keaktifan
Belum memperlihatkan keaktifannya
1
Mulai memperlihatkan keaktifannya
2
Mulai berkembang  keaktifannya
3
Mulai membudayakan keaktifannya
4
3
Partisipasi
Belum memperlihatkan Partisipasinya
1
Mulai memperlihatkan partisipasinya
2
Mulai berkembang  partisipasinya
3
Mulai membudayakan  partisipasinya
4
4
Inisiatif
belum memperlihatkan Inisiatifnya
1
mulai memperlihatkan Inisiatifnya
2
mulai berkembang  Inisiatifnya
3
mulai membudayakan  Inisiatifnya
4
Total
16

    3) Pedoman Pen-skoran

Nilai
=
Jumlah Nilai Skor Yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal (16)

Format Penilaian “Kembangkan Pikiranmu”

Format Penilaian

No.
Nama peserta didik
Aspek yang dinilai
Skor
Maks.
Nilai
Ketuntasan
Tindak
Lanjut
1
2
3
T
TT
R
P
1










2










3










4










5











Aspek dan rubrik  penilaian kelompok:

No
Indikator Penilaian
Skor

1
Kejelasan dan kedalaman informasi.
Memberikan kejelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna
30
Memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan  kurang sempurna
20
Memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap

10
2
Keaktifan dalam diskusi
berperan sangat aktif dalam diskusi
30
berperan aktif dalam diskusi
20
kurang aktif dalam diskusi
10

3
Kejelasan dan kerapian presentasi.
mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi
30
mempresentasikan dengan jelas dan rapi,
20
mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi
10
Jumlah skor maksimal
180

3) Pedoman Pen-Skoran

Nilai
=
Jumlah Nilai Skor yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal



Format Penilaian “TILAWAH AYAT”

Format Penilaian

No.
Nama peserta didik
Aspek yang dinilai
Skor
Maks.
Nilai
Ketuntasan
Tindak
Lanjut
1
2
3
T
TT
R
P



































































Aspek dan rubrik  penilaian tilawah ayat:


No
Indikator Penilaian
Skor
1
Tajwid
Melafalkan setiap lafal dengan benar dan tepat
30
Melafalkan sebagian besar dari lafal dengan benar dan tepat
20
Banyak kesalahan dalam pelafalan ayat
10
2
Fashahah
Melafalkan ayat  dengan sangat lancar
30
Menghafalkan ayat dengan cukup lancar
20
Menghafalkan ayat kurang lancar dan terbata-bata
10

3
Tartil
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan jelas dan tartil
30
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan cukup jelas dan tartil
20
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an kurang jelas dan tidak tartil
10

Pedoman Pen-Skoran


Nilai
=
Jumlah Nilai Skor yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal

Penilaian “Berlatihlah”

 Format Penilaian “Berlatihlah”

No.
Nama Peserta didik
Aspek yang dinilai
Skor
Maks.
Nilai
Ketuntasan
Tindak
Lanjut
1
2
3
T
TT
R
P
1










2










3










4










5











Aspek dan rubrik  penilaian kelompok:

No
Indikator Penilaian
Skor
1
Kedisiplinan
Tepat waktu dalam penyerahan tugas
26 – 30
Terlambat dalam penyerahan tugas
10 – 25
2
Antusiaisme
Sangat antusias dalam mengerjakan tugas
26 – 30
Biasa saja dalam mengerjakan tugas
16 – 25
Enggan mengerjakan tugas
10 – 15

3
Kejelasan dan kerapian hasil tugas
Hasil tugas yang diserahkan sangat rapi dan jelas
31 – 40 
Hasil tugas yang diserahkan cukup rapi dan jelas
21 – 30
Hasil tugas yang diserahkan tidak jelas dan asal-asalan
10 – 20

Pedoman Pen-Skoran


Nilai
=
Jumlah Nilai Skor Yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal





Mengetahui,
Kepala MTs ___________________



_______________________________
NIP. _____________________________

___________, ________________
Guru Mata Pelajaran


_______________________________
NIP. _____________________________


Baca juga:

Belajar dari contoh RPP Al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013 tersebut saya kira lebih mudah ketimbang saya menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana membuat RPP. Jadi, demikian saja postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Salam