Diberdayakan oleh Blogger.

Keunggulan Kurikulum 2013: Konsep Pendekatan Scientifc


Keunggulan Kurikulum 2013 - Kita mafhum bahwa pengembangan kurikulum menjadi satu keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Tapi pengembangan kurikulum apakah mesti dibarengi dengan penggantian kurikulum secara total? Jawabannya tidak harus! Pengembangan kurikulum bisa dilakukan pada bagian-bagian yang dianggap kurang atau lemah. Tanpa harus mengganti semua standar pada kurikulum, bahkan tanpa harus mengganti nama kurikulum itu sendiri. 

Tapi begitulah, meskipun ada banyak kalangan (pakar pendidikan) menilai bahwa kurikulum 2013 tidak sedikit memiliki kelemahan toh pada akhirnya sang menteri pendidikan kita (M. Nuh) tetap bersikukuh untuk memberlakukan kurikulum ini secara serentak di seluruh indonesia mulai tahun ini (2014). Kita, guru, yang notabene merupakan ujung tombak pendidikan mau tidak mau harus ikut bagian dalam menyukseskannya. Mau menolak? Itu sudah tidak bisa, sudah tidak mungkin. Itu sudah diupayakan dengan berbagai cara, mulai dari seminar, bedah konsep kurikulum 2013, berbagai artikel penolakan, sampai demonstrasi, toh tidak bisa mengubah ketetapan sang menteri. Maka, marilah kita songsong kurikulum 2013 dengan penuh suka cita.

Lalu, orang-orang pun bertanya-tanya, sebenarnya, apa sih kelebihan kurikulum 2013 ini? Sebelumnya saya sudah pernah menulis sebuah artikel yang panjang lebar, yang cukup bisa untuk menerangkan hal itu meski tidak secara langsung. Anda mungkin bisa membaca: Analisis Kritis KTSP dan Wacana Kurikulum 2013.

Saya mencoba mencari, apa sebenarnya keunggulan kurikulum 2013 dibanding kurikulum sebelumnya. Memang sulit menemukannya. Kalau hanya menentukan perbedaan K13 dengan K yang lain itu sangat mudah, tapi menemukan keunggulannya pasti masing-masing orang akan berbeda pendapat. Tapi di antara perbedaan yang menyolok dan kelebihan kurikulum 2013 yang tidak ditemukan pada kurikulum sebelumnya adalah adanya konsep pendekatan scientifik. Dengan pendekatan scientific inilah diharapkan siswa didik dapat lebih berkembang kompetensinya.

Apa dan bagaimana yang dimaksud dengan konsep pendekatan scientific tersebut? Bagaimanakah sebuah pendekatan pembelajaran dikatakan sebagai pendekatan scientific, berikut paparan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjamin Mutu Pendidikan (wah, panjang banget nama badan ini).

Pendekatan dikatakan memenuhi kriteria konsep pendekatan scientefic apabila memenuhi tujuh kriteria berikut:

1. Materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng semata.

2. Penjelasan guru, respon siswa, dan interaksi edukatif guru-siswa terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.

3. Mendorong dan menginspirasi siswa berpikir secara kritis, analistis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran.

4. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lain dari materi pembelajaran.

5. Mendorong dan menginspirasi siswa mampu memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.

6. Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan.

7. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas, namun menarik sistem penyajiannya.

Selanjutnya, masih dinyatakan dalam sumber yang sama, dalam sebuah pembelajaran yang mengimplementasikan pendekatan scientific mesti menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor). Dengan proses pembelajaran yang demikian maka diharapkan hasil belajar melahirkan peserta didik yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.




Dan ini merupakan langkah-langkah dalam mengimplementasikan pendekatan scientific dalam pembelajaran:




Lebih lengkap tentang pendekatan scientifik mungkin anda dapat melihat dan membaca Slide Konsep Pendekatan Scientific

Oke, anggaplah pendekatan scientific tersebut merupakan hal yang baru dan menjadi keunggulan K13, maka, lagi-lagi tidak menjamin K13 dapat memunculkan generasi brilian dan berakhlak baik. Lagi-lagi, kunci keberhasilan K13 adalah guru! gurulah yang nantinya akan mementukan apakah dapat menerapkan pendekatan tersebut atau hanya mengulang pendekatan tradisional yang sudah dijalaninya bertahun-tahun.

Naskah Lakon Teater Anyar MTs N Wonosobo: Gembel Galau

 

download

MTs Negeri Wonosobo memiliki sebuah kelompok teater yang sejak tahun 2009 saya menjadi pengasuhnya. Teater Anyar namanya. Kenapa dinamakan teater anyar? Sebab, anggota dari kelompok teater ini nyaris selalu berganti setiap tahun. Kebanyakan anggotanya adalah kelas VIII dan begitu mereka naik kelas IX maka tidak bisa mengikuti latihan lagi disebabkan harus konsentrasi menghadapi ujian.

Teater Anyar rutin biasa mementaskan sebuah lakon pada acara-acara tertentu, semisal pentas seni, rapat pleno komite, dan yang paling semarak adalah ketika acara Wisuda atau Perpisahan. Dulu memang, biasanya guru yang membuat naskahnya, dan siswa hanya bertugas memerankan. Tetapi sudah dua tahun terakhir, semua anggota teater Anyar saya libatkan untuk membuat naskah bersama-sama.

Mula-mula kita menentukan tema lakon yang akan dipentaskan. Baru kemudian melakukan improvisasi sesuai tema. Terakhir penggarapan naskah secara bersama-sama. Proses produksi teater yang demikian saya kira menarik untuk diterapkan pada kelompok teater pelajar. Sebab dengan begitu, siswa tidak hanya menjadi obyek tetapi juga subyek, dan sekaligus menjadi paham bagaimana proses pembuatan naskah itu sendiri.

Lihat juga naskah lakon Teater Anyar (2013) berjudul Layla Majnun

Baiklah, berikut adalah salah satu naskah karya teman-teman Teater Anyar MTs Negeri Wonosobo Th. 2014.

Gembel Galau

Sebuah Naskah Lakon Teater Anyar MTs Negeri Wonosobo (2014)

 

Aktor

Panjul : Faizul

Bob Rosim : Arfian

Bapak Panjul : Faizun

Ibu Panjul : Nada

Dukun : Widad

Pengiring 1 : Hani

Pengiring 2 : Yulia, Arum

Gadis : Anisa

Teman Gadis : Inayah

 

Babak I

Musik Instrumen.

Panjul memasuki panggung.

Panjul

Gembel! Gaul! Anak jaman sekarang, gak gembel gak gaul coy! Gembel asli bukan buatan

Rosim masuk ke panggung sambil bernyanyi

Rosim

Na…na…nana…nana..

Panjul

Hai, Bro! Woyooo!

Rosim

Yoo, man!

Panjul

Gimana kabar?

Rosim

Uyeee..baik bro!

Panjul

Gembelnya gimana bro?

Rosim

Bra, bro, bra, bro, panggil saya Bob Rosim. Uyeee!

Panjul

Rosim?

Rosim

Bob Rosim Marley Davitson

Panjul

Ga salah ni?

Rosim

Reagge sejati ga pernah salah

Panjul

Hai Bob! Aku ada masalah nih!

Rosim

Masalahmu, masalahku juga! Katakan saja, Coy!

Panjul

Gini, Bob… aku kan mau melanjutkan sekolah , tapi…

Rosim

Tapi biayanya mahal! Itu sih lagu lama, bro! Mau presidennya siapa, sekolah tetap saja mahal!

Panjul

Bukan itu. Biaya sih tidak jadi soal. Namanya ilmu tentu saja mahal. Mau pipis aja bayar! Yang jadi masalah, aku inikan…

Rosim

Gembel?

Panjul

Uyyeee… Bener banget!

Rosim

Haha…. Gitu aja kok repot!

Panjul

Jadi gimana, Bob? Biar gak repot?

Rosim

Ya tinggal pergi aja ke salon! Potong gembelmu! Rampung!

Panjul

Ini gembel asli bukan buatan. Tidak boleh dicukur sembarangan. Aku pernah beberapa kali motong sendiri gembelku ini! Tapi ya gitu, malamnya badanku meriang. Kalau harus ke salon, tidak bro! Emoh. Emmmoh!

Rosim

Bob Rosim Marley Davidson tidak percaya takhayul

Kecuali jika sudah membuktikannya sendiri.

(mengeluarkan gunting)

Sini!

Panjul

Emoh, Bob. Emmmoh!

(Berlari keluar panggung)

Panjul pulang ke rumah.

Panjul

Assalamu’alaikum

Bapak

Wa’alaikumussalam warrahmatullahi wabarakaaatuh!

Sopo?

Panjul

Koceng!

Bapak

Koceng? Koceng goreng?

Rosim

Aku, Pak. Anakmulah, Pak.

Bapak

Kene mlebu, Le! Bapak goleki nang ngendi-ngendi kok yo ora nemu awakmu.

Kene, kene!

Rosim

Opo tho, Pak? Sepertinya penting banget?

Bapak

Ngene lo le… De’e kan arep mlebu MTs. Tapi rambutmu gimbal ngono ki piye. Piye nek dicukur war?

Panjul

Emohlah Pak. Wong sek rambute ora gimbal war digawe gimbal, kok. Iki gimbal asli, Pak! Larang regane!

Bapak

Yo, nanti kalau ketahuan gurunya, piye?

Panjul

Kan bisa ditutupi peci, Pak.

Bapak

Tutupi ember yo bisa

Panjul

Pokoke emmoh!

Bapak

Tapi, Njul…

Panjul

Pak, kalau disunat, aku mau, Pak. Sekarang pun aku siap. Tapi kalau harus kehilangan gembel ini, Pak? Ah, berat rasanya!

Bapak

Bu… Ibu…

Ibu

Ya, Pak. I’m coming!

Bapak

Gayamu, Bu! Wong ndeso ngomong londo!

Ibu

Za ora papalah! Kala-kala.

Bapak

Ikiloh anakmu, Bu. Kon cukur kok ora gelem. Trus kepiye?

Ibu

Za wis benlah, Pak.

Panjul

Betul…betul…betul..

Bapak

Lah kok ngono?

Panjul dan Ibu

Mbok Biar, Wong kita ingin!

Bapak

Ha? Kompak ya?

Panjul dan Ibu

Harus!

Bapak

Pemirsa yang budiman! Adegan tadi bukan untuk ditiru.

Ibu karo anak pada wae.

Ora nggenah!

(Mrengut!)

Panjul dan Ibu

(saling pandang)

Panjul

Oke, Pak. Oke! Kalau memang Bapak menghendaki saya cukur, oke!

Itu masuk akal.

Aku ra popo. Tapi….

Bapak

Opo maneh, Njul?

Panjul

Wani piro?

(lalu meninggalkan panggung)

Bapak

Ibu iki piye? Kok malah mbelani Panjul.

Eling, Bu. Eling. Gembel iku bisa membawa petaka.

Ibu

Gembel iku membawa berkah, Pak!

Buktinya, sejak rambut panjul gembel, panen kentang kita tambah melimpah!

Kita bisa bangun rumah, beli kulkas, parabola, tipi, garpu, kursi seng empuk!

Ibu khawatir, nanti kalau gembel panjul dicukur, terus…

Bapak

Ora usah khawatir. Rejeki sudah ada yang ngatur, Bu. Tugas kita itu yo mung golek.

Justru kalau gembel Panjul ora ndang dicukur, bisa ciloko, Bu.

Ibu

Yo Wislah, terserah ayah! eh, Bapak! Tapi yo ngono, saiki ora ana duit!

Panene iseh suwi. Bapak kan ngerti, syarat ruwatan gembel iku ora setitik. Akeh, Pak.

Panjul bukan anak kecil lagi. Mesti njaluk seng ora-ora!

Bapak

Lah tabungane nangdi?

Ibu

Lah kan sudah buat daftar sekolah si Panjul

Bapak

Ora Turah?

Ibu

Blas!

Bapak

Ck…ck…ck

(geleng-geleng)


Babak II

Panjul kembali berjumpa dengan Rosim

Panjul

Hai Bob!

Rosim

Ealah, dene ana de’e. Ketemu maneh! Wah, tambah lebat aja gimbalmu, Bro.

Ga jadi dipotong?

Panjul

Gini, lho. Gembel gini aku ini birul walidain, Bro. Taat kepada kedua orang tua.

Yo piye maneh, Bapakku njaluk cukur, yo sami’na Wa atho’na.

Tapi, tidak ada yang gratis di dunia ini.

Dengarkan Pemirsa, saya Panjul bin Wahidun menyatakan bahwa proses pemotongan rambut gembel akan saya lakukan dengan syarat, dibelikan satu buah truk beserta keneknya!

Hal-hal yang menyangkut syarat tersebut akan dibicarakan kemudian.

Bravo rambut gembel! Bravo!

Rosim

Baik pemirsa, untuk kritik dan saran silahkan hubungi nomor ini

(sambil menunjuk ke bawah, seolah-olah ada nomor hp)

Panjul

Ya itu thok. Piye menurutmu, Bob?

Rosim

Kowe mau njaluk opo? Trek? Ora lepel ah. Arep nggo ngopo trek?

Panjul

Trus njaluk opo apike

Rosim

Jimbe, Bro. Jimbe… musik. Trek itu bikin brisik. Enakkan jimbe. Asyik!

Panjul

Ah, emoh. Aku pingine Trek!

(sembari pergi meninggalkan panggung)

Rosim bermain jimbe sendirian

Sesaat kemudian masuk dua orang gadis

Rosim menyapa dua gadis itu

Rosim

Hai… (genit)

Dua gadis tidak membalas, malah saling bisik sendiri di pojok panggung.

Rosim

Hai gadisku yang manis…. (nyanyi)

Gadis 1

(Menunjukkan wajahnya, lalu mendekati Rosim)

Rosim bin Dulmajid itukah namamu?

Rosim

Annisa… Annisa Ayat 3

Ya Tuhan, apa kabarmu, Pren.

Gadis 2

Jadi, kalian sudah saling kenal

Rosim

Ya baru kenal namanya, Annisa Ayat 3 kan? Nama yang cantik. Mengingatkanku dengan perang uhud. Kalau boleh sih, ingin juga kenal hatinya

Gadis 1

Cie..cie..cie…

Bener nih ingin tahu?

Rosim

Ya, ta’aruf gitu

Gadis 1

Mendekati gadis 2, mengatakan bahwa dirinya punya rasa dengan Rosim

Gadis 2

Oh, ternyata

Jadi Rosim ini yang sering kau ceritakan itu

Gadis 1

Sttt…Jangan keras-keras.

Gadis 2

Ternyata seperti ini wujudnya.

Emmm Lumayan cakep sih.

Tapi rambutnya, pasti banyak kutunya

Rosim

Annisa Ayat 3, emmm, boleh aku mengatakan sesuatu.

Gadis 1

Boleh dong, apa sih yang tidak boleh buatmu.

Rosim

Bolehkah aku…

Bolehkan aku…

Tinggal di hatimu

Gadis 1

Apa?

Rosim

Opo wae keno

Gadis 1

Tapi ada syaratnya

Rosim

Opo syarate gadis cantik ?

Gadis 1

Berbisik kepada gadis 2: apa syaratnya ya ?

Gadis 2

Suruh potong aja gembelnya

Gadis 1

Gimana kalo kamu potong gembelmu ?

Rosim

Piye yo ? aku cinta sama gembelku

Gadis 2

Kalo bener kamu pengen tinggal di hatinya, korbanin donk gembelmu !!

Rosim

Piye yo ?se’ se’ se’ aku tak mikir2

(beberapa saat kemudian)

Yo wes ra popo, se’ penting aku hiso tinggal neng hatimu

Babak III

Proses pencukuran / Pemotongan

Pengiring 1

Assalamualaikum wr wb. Mari kita buka acara pemotongan rambut gimbal ini dengan bacaan hamdalah bersama-sama.

Bapak

Hust, basmalah

Pengiring 1

Oh yaa, basmallah bersama-sama. Selanjutnya saya persilahkan kepada ibunda dukun

Dukun

Gimana dek? Udah siap di cukur?

Panjul

Woyoo (sambil mengedipkan mata)

Rosim

Aku ikutt…

Dukun

Mana yang mau di cukur?

Panjul

Ini pak, eh.. buk

Bapak

Monggo sek sak keco mawon

Pencukuran……………….

tiba-tiba muncul Bob Rosim

Bob Rosim

Akuuuu ikuuttt!

Bapak

Lhah kowe. Kene sisan cukur yo.

Ibunda Dukun, saya pinjam guntingnya.

pemotongan rambut gembel Bob Rosim dimulai. Setelah itu, Bob Rosim berdiri dan berteriak, sambil berlari keluar panggung.

Bob Rosim: 

Annisa ayat 3, aku dataaaaaang!

Semua Pengiring

Ck, ck, ck, Kasihan!

Proses pemotongan rambut gembel Panjul dimulai.

Sesaat kemudian.

Panjul

Alhamdulilah.. na, treknya mana buk?

Ibu

Ituuu

Bapak Masuk menyeret sebuah mobil truk mainan.

Panjul pingsan

The end

Tentang Pilpres, Guru, dan Saya

sumber gambar: matatelinga.com

Ini adalah catatan ringan kedua saya tentang pemilu. Catatan pertama saya, tentang pemilu legis latif bisa anda baca di sini.

Ya, kita semua mengakui tahun 2014 menjadi tahun yang istimewa bagi warga Indonesia. Di tahun inilah sebuah pesta rakyat bernama Pemilu di gelar untuk ke sekian kalinya. Dan pemilihan presiden (pilpres) sudah dilangsungkan, tinggal dua hari lagi (kalau tidak ada halangan) KPU akan mengumumkan hasil pesta rakyat yang menghabiskan dana triliunan rupiah itu.

Entah benar atau hanya perasaan saya saja, Pilpres tahun ini lebih seru dan semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saya tidak punya survey soal itu, dan hanya menduga saja. Mungkin pilpres sebelumnya juga seru hanya saya saja yang tidak mengikuti perkembangan beritanya. Mungkin pilpres sebelum-sebelumnya memang tidak sesemarak sekarang di karenakan kondisi dan situasi yang berbeda.

Jika sebelumnya hanya ada 3 pasangan, yaitu SBY-Boediono, Mega-Prabowo dan JK-Wiranto, sekarang hanya 2 pasang capres-cawapres, yang tidak perlu saya sebutkan, karena anda toh sudah tahu. Pengaruh media agaknya juga menjadikan pilpres kali ini lebih menagangkan, kalau kita menggunakan bahasa Word Cup. Pengaruh media dalam menggaet massa memang sangat besar, dan ini disadari benar oleh para tim sukses kedua pasang capres-cawapres.

Kita tahu, kini pemakai internet di Indonesia sudah jauh lebih besar ketimbang tahun 2009, maka semarak pilpres juga kita terasa gaungnya. Blog, website, media sosial, dijadikan sarana untuk kampanye, tidak sedikit pula yang menghujat, bahkan saling fitnah. Lebih-lebih kalau kita secara kritis melihat tayangan berita-berita di TV-One dan Metro TV, makinlah kita yakin bahwa media bukanlan sesuatu yang netral. Fenomena ini sebenarnya cukup mengkhawatirkan, terlebih lagi bagi orang awam. Mereka dibuat bingung dengan isu-isu yang mereka dengar dan tonton di televisi. Televisi adalah milik publik, yang semestinya bisa bersikap baik dalam menjaga iklim demokrasi. Jika tidak ingin netral, mungkin memang lebih baik bersikap ksatria seperti yang dilakukan oleh The Djakarta Post, misalnya.

Ketidaknetralan media dalam mengawal pilpres tahun ini ditakutkan akan terbawa pasca pilpres, setelah presiden baru dilantik. Kalau ini sampai terjadi, maka media akan kehilangan daya kritisnya. Dan ini sungguh menakutkan. Kita sebagai rakyat akan kehilangan suatu agen kontrol yang hebat bernama media. Tentu, kita tidak berharap demikian. Sebaliknya, yang kita harapkan adalah pasca pilpres media-media yang dulu condong ke salah satu pasangan, dapat kembali seperti semula: merdeka, bebas dari tekanan dan kepentingan politik apapun.

Lalu soal guru dan kaitannya dengan pilpres, saya menyimpan beberapa catatan menarik soal itu. Guru, kita tahu, jumlahnya jutaan. Tidak heran jika guru menjadi rebutan capres dan cawapres. Masing-masing capres melembar janji-janji, bahkan surat khusus yang dialamatkan ke sekolah. Ini tidak pernah terjadi sebelum-sebelumnya dan karenanya menjadi menarik. Fenomena itu pula yang membuat saya bertanya-tanya: Kenapa para capres begitu menggadang-gadang suara guru? Dan apakah guru dianggap sebagai kaum yang mudah percaya pada janji-janji calon penguasa?

Guru adalah makhluk yang punya banyak masa. Di masyarakat seorang guru kerap kali menjadi orang orang yang berpengaruh, apalagi di lingkungan sekolah. Mungkin mereka (timses capres) menganggap bahwa dengan merebut suara guru maka mereka juga dapat dapat merebut suara para pelajar SLTA, juga suami/istri, dan anak-anak mereka. Ini hanya asumsi saya saja.

Dan apakah guru mudah dikibuli dengan janji-janji, saya kira itu anggapan yang keliru. Guru adalah kaum terpelajar. Secara umum guru tidak mudah percaya dengan isu-isu dan janji-janji yang manis. Tapi memang, diakui atau tidak, kampanye, janji-janji, dan isu-isu yang belum jelas kebenarannya pastilah berpengaruh bagi guru dalam menentukan pilihannya 9 Juli 2014 lalu.

Saya sendiri adalah seorang guru. Dan saya termasuk orang yang tidak mudah percaya pada janji-janji yang ditebar sebagai jala oleh dua capres. Meski begitu, saya harus memilih, memilih pasangan yang menurut saya terbaik. Meski itu sulit, toh saya sudah memilih. Dan saya berharap, pasangan yang terpilih nanti, tidak hanya memikirkan nasib dan kesejahteraan guru, tetapi seluruh rakyat Indonesia. Salam

Download Majalah Prestasi Edisi Ketiga MTs N Wonosobo


Alhamdulillah, Majalah prestasi edisi ketiga akhirnya dapat terbit. Menerbitkan majalah sekolah saya kira bukan sesuatu yang mudah, bukan pula sesuatu yang sulit. Dengan usaha dan kerja keras semua sekolah bisa menerbitkan majalah seperti ini.

Saya, selaku redaktur Majalah Prestasi MTs negeri Wonosobo mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kepala MTs N Wonosobo, semua guru, staft, karyawan dan semua siswa. Semoga kehadiran majalah ini dapat dinikmati dan bermanfaat bagi pembaca yang budiman.

Bagi yang membutuhkan sebagai contoh Majalah Sekolah, silahkan download majalah prestas ini gratis. Yang mau sekadar lihat-lihat dan baca-baca juga boleh. 

Semoga bermanfaat. 


Baca juga Menerbitkan Majalah: Upaya Membangun Tradisi Literasi di Sekolah. Demikian, semoga bermanfaat. Salam

Lomba Blog Guru, Web Sekolah dan, MPI Tingkat Jateng

Lomba Blog Guru, Web Sekolah dan, MPI Tingkat Jateng ini seingat saya sudah dilaksanakan 4 tahun terakhir. Dulu, tahun 2011 saya ikut lombanya untuk jenis blog guru dan hanya masuk peringkat 10 besar. Kalau tidak salah dapat ranking 6. Lalu tahun 2012 saya absen, dan baru kemudian tahun 2013 saya ikut lagi di jenis lomba yang sama, dapat peringkat 4 dengan selisih nilai tidak lebih dari 1 angka.

Menang atau kalah itu hanya soal waktu, demikian banyak orang sering menghibur dirinya sendiri atau orang lain yang dilanda kekalahan. Dan memang tidak jadi soal. Biasa saja. Justru dengan kekalahan itulah kita dapat lebih banyak belajar. Sementara kemenangan kerap membuat kita terlena. Saya amat-amati dari beberapa pemenang lomba blog guru kemarin, hanya beberapa blog yang masih aktif posting. Entah kenapa.

Baiklah, berikut adalah informasi yang saya ambil dari sumber primernya (http://bptikp.pdkjateng.go.id/lomba/). Beberapa kali situs tersebut sempat tidak bisa diakses, dan baru malam ini saya berhasil memasuki berandanya. 

Monggo dicermati.

Dalam masyarakat berbasis pengetahuan, peranan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat dominan. Masyarakat Indonesia yang indeks teknologinya masih rendah belum secara optimal memanfaatkan IPTEK sebagai penggerak utama perubahan masyarakat. Pendidikan dapat memfasilitasi peningkatan indeks teknologi tersebut. Oleh karena itu, peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan menjadi sangat penting.

Penerapan TIK untuk pendidikan (e-pendidikan), memiliki dua tantangan besar, yaitu: 1) penerapan TIK sebagai “enabler” efektivitas dan efisiensi proses pendidikan; dan 2) penerapan TIK untuk menghasilkan masyarakat berpengetahuan (knowledge-based society), yaitu masyarakat mandiri yang mampu mengambil keuntungan dari TIK untuk mengembangkan diri secara terus menerus (long life learning) dan meningkatkan produktivitas

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa dalam melaksanakan profesinya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Sehingga seorang guru mampu menciptakan proses pembelajaran yang berkesan dan bermakna. Seorang guru disamping mampu memenuhi standar kompetensi sebagai pendidik, juga harus mampu dalam takaran praksis mikro pembelajaran dapat melakukan analisis SK dan KD, merumuskan indikator, memilih media, menentukan metode yang tepat, mengalokasikan waktu penyajian dan memilih bahan pustaka. Salah satu dari tuntutan seperti disebutkan diatas adalah mampu memilih media.

Seorang guru disamping mampu memilih media, idealnya juga mampu bersinergi dan bekerja sama dalam mengembangkan Bahan Ajar menjadi media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa yang diajar. Oleh karena itu pengembangan bahan ajar yang menarik merupakan keharusan agar proses pembelajaran tidak berlangsung dengan menjemukan. Bahan ajar disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran, menuntut kemampuan seorang guru untuk melakukan proses pembelajaran yang dapat meningkatkan daya tarik kepada siswa sehingga kinerja pembelajaran dapat tercapai pada kondisi optimal. Dalam hal ini kreatifitas guru amat diperlukan. Kreatifitas guru dalam bersinergi di era teknologi informasi dan komunikasi sangat dimungkinkan untuk mengemas bahan ajar dalam format digital yang interaktif .

Salah satu pengembangan proses pembelajaran yang inovatif dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information Communication and Technology (ICT). Inovasi bahan ajar/media pembelajaran berbasis TIK yang dimaksud antara lain adalah bentuk atau model pembelajaran yang merupakan hasil dari inovasi dan pengembangan bahan ajar menjadi media pembelajaran yang dipublikasikan kepada khalayak umum melalui blog.

Selain itu Sekolah juga perlu berbenah dan turut serta memfasilitasi, menyediakan wadah bagi kreatifitas guru serta mengoptimalkan layanan pendidikan untuk seluruh stake holdernya melalui penyediaan website sekolah.

Oleh karena itu Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BPTIKP) menggagas kegiatan Pengembangan dan Pengayaan sumber belajar bagi guru dan sekolah di Provinsi Jawa Tengah

Untuk dokumen-dokumennya silahkan unduh
Majulah guru Indonesia!